NIKAH MUDA DAN CERITAKU

NIKAH MUDA DAN CERITAKU
imajinasi liar


__ADS_3

semoga suka ya kak


...***...


Chaca keluar dari kamar mandi menggunakan dres pendek tanpa lengan hanya ada dua tali yang mengikat dilehernya membuat tali bh nya kelihatan dan saking pendeknya dres itu ketika Chaca duduk mungkin akan terlihat dalam an nya pikir imam yang sedang susah menelan Silvia nya .


"kamu kok bisa masuk ke kamar aku mas"tanya Chaca sedikit jutek


"tadi didepan ketemu nenek mau pergi arisan katanya. terus aku disuruh ke kamar kamu kata nenek kamu mungkin lagi tidur . ehhh ternyata malah lagi coba ngegoda aku"cibir imam


"siapa juga yang mau ngegoda kamu "ketusnya


"ya siapa suruh pintu nya gak dikunci"


"kamu gak ketuk pintu dulu tadi mas"kesal Chaca


"iya iya maaf mas yang salah. sini duduk"ucap imam menepuk tepat disebelahnya karna sedari tadi Chaca berdiri bersedakap dada


"hemm"


"dengerin mas dek cewek yang kamu lihat tadi siang itu.."belum sempat menjelaskan Chaca sudah memotong ucapannya


"iya aku udah tau"ucap Chaca berusaha cuek supaya tidak terlihat malunya .


"hah"kaget imam memiringkan badannya menghadap Chaca


"iya aku udah tau"ucap Chaca menatap imam


"terus kenapa pesen sama telfon aku gak dibales"


"ya karena aku masih marah aja sama kamu mas"


"kan aku gak ada apa apa dek sama dia . lagian gak mungkin juga dia kan sepupu aku"


"mungkin aja mas"


"tapi aku gak ada rasa sama dia sayang"


"terus kalo dia yang sayang sama kamu gimana?"tantang Chaca


"gak mungkin lah yang . kita itu saudara jadi gak mungkin"


"gak ada yang gak mungkin mas"kesal Chaca


"udah ya . kalau pun dia punya perasaan sama mas , mas tetep sayang nya cuma sama kamu" ucap imam tulus


"ishhh gombal"


"gak gombal sayang "ucap imam gemas mengangkat tubuh Chaca kepangkuannya

__ADS_1


"mas"pekik Chaca


"aku bisa duduk sendiri mas"lanjutnya


"emm tapi aku kangen"ucapnya dengan suara yang sudah sedikit berbeda


"dengerin mas dek . mas cuma cinta sama kamu setelah Mama. gak ada wanita lain yang bisa gantiin kamu sampai kapanpun. bahkan aku selalu berdoa supaya nanti diakhirat masih berjodoh denganmu . aku sayang sama kamu apa adanya sejak saat kita bertemu dan sampai saat ini . jadi jangan pernah berfikir yang tidak tidak . cukup kita saling percaya dalam hubungan ini ya" ucap imam menatap manik mata coklat Chaca


"emm aku juga sayang sama kamu mas aku gak mau kehilangan kamu karna aku juga berharap bahwa kamu lelaki pertama dan terakhir nantinya"ucap Chaca tulus yang membuat imam tersenyum


cup


"makasih sayang"ucap imam setelah mengecup singkat bibir yang seksi itu


"i love you"bisiknya didepan bibir Chaca


"love you more"balas Chaca dan dia lebih dulu menempelkan benda lembut dan kenyal itu ke pacarnya dikalungkannya tangan ke leher imam .


imam semakin memperdalam ciuman dan mempererat pelukannya.


"emmmhhh"desah Chaca tertahan disela-sela kesibukan mereka yang semakin membuat mereka lupa dan yang mereka pikirkan hanya perasaan rindu yang mendalam.


"maaf"ucap imam pelan didepan wajah Chaca yang masih mengatur pernafasan nya.


"maaf buat apa mas . jujur aku juga menikmatinya " ucap pelan Chaca seraya menunduk malu dan turun dari pangkuan imam .sedangkan lelaki itu tiba tiba melamun efek sesuatu yang mereka lakukan tadi. sedangkan Chaca yang kesal karena seminggu ini mereka tak saling komunikasi ngomel panjang kali lebar .


"bolehkah malam ini mas melepas rindu denganmu, mas usahakan gak sampai ketahap yang lebih jauh . mas hanya benar benar rindu dan ingin mencumb* saja"ucap imam menatap manik mata Chaca dia tau gadisnya juga ingin


"nenek tadi yang hubungi mas supaya nginep disini karna nenek ketempat mbak Marni buat acara arisan sekalian nginap disana"


"boleh sayang?"ucapnya pelan yang dijawab anggukan Chaca


"mas kunci pintu kamar kamu dulu"ucapnya pelan dan Chaca langsung beranjak


"tunggu mas disana sayang"pelan imam yang suaranya sudah serak menunjuk ranjang Chaca


klek


tak


tak


suara kunci dan lampu kamar utama yang diganti lampu tidur . imam berjalan kearah Chaca yang duduk di tepi ranjang .


"jangan takut sayang rileks " bisik imam yang mendekatkan wajahnya


cup


cup cup

__ADS_1


kecupan singkat yang diberikan imam beberapa kali mencoba membuat gadisnya rileks dan benar saja Chaca tersenyum dan membalas beberapa kali kecupan singkat juga. mereka semakin tertantang dan terjadilah aksi saling mencumb* ******* saling bertautan sampai tengah malam Untung saja kamarnya sudah dimode kedap suara dan tidak ada orang dirumahnya kecuali mereka berdua. pakaian mereka berserakan dimana-mana dan kini mereka saling berpelukan dibawah selimut yang sama tanpa ada busana yang melekat ditubuh kedua insan yang sedang melepas rindu.


"sayang"


"iya mas"ucap Chaca mendusel dada bidang imam


"sayang jangan bergerak terus nanti dia bangun"


"hehehe maaf . sabar ya mas nanti dia bakal masuk huniannya 2 bulan lagi"ucap Chaca terkekeh


"siap siap ya sayang aku gak akan biarin kamu tidur ketika nanti waktu nya tiba"ucap imam tersenyum semirik


"oke"ucap Chaca terkekeh


"kamu nyesel gak yang kita udah lakuin ini"


"enggak mas . aku tau ini salah tapi aku dan kamu manusia biasa yang ya seperti ini . jangan dibahas ahhh mas"


"hehehe iya sayang"


tepukan keras di lengannya membuat imam tersadar dari lamunan nya yang sedari tadi dia sudah berimajinasi liar akibat kecupan yang diberikan Chaca.


"oh shitt ! aucchhhh sakit yang"ujarnya mengelus lengan yang ditampol Chaca keras hingga memerah


"kamu dari tadi diajak bicara ternyata ngelamun mas ! ngelamunin apa hah ! cewek itu ya!"pekik Chaca kesal karna berasa ngomong sendiri kaya orang gila pikirnya mendengus kesal


"enggak sayang. emmm tadi itu mas mikirin gimana kalo kita nikahnya dimajuin weekend besok"kilahnya


"boleh biar hati kamu gak jelalatan mas!"pekik Chaca asal karna kesal dan beranjak menuju dapur


"yes"ucap imam


"mau kemana sayang"ucapnya lagi menyusul Chaca yang turun ke bawah.


"aku laper mas"ucap Chaca mengambil makanan di atas meja


"mas udah makan belum"tanya Chaca


"udah mas temenin kamu aja . mas urus pernikahan kita"ucap imam yang sudah sibuk dengan handphonenya


"hmmm"ucap Chaca singkat yang tak begitu memperdulikan


"mas bukannya dirumah kamu ada makan malam ya?"tanya Chaca disela makannya


"iya tapi aku gak ikut males nanti ada yang cemburu lagi"ledek imam


"ishhh ya udah"


"aku temenin kamu dulu sampai nenek pulang oke"ucap imam mengelus pipi Chaca pelan

__ADS_1


"makasih"


__ADS_2