NIKAH MUDA DAN CERITAKU

NIKAH MUDA DAN CERITAKU
pertengkaran


__ADS_3

Hari demi hari terus berganti tak terasa sudah 3 bulan mereka menikah . Dalam berumah tangga pasti ada sebuah perbedaan pendapat dan masalah . Tergantung bagaimana mereka menyikapinya . Jika mereka bersikap anggkuh maka akan terjadi keretakan . Tapi jika mereka bersikap saling memahami saling percaya maka hubungan akan terjalin dengan baik sebagaimana mestinya .


Begitu pula dengan dua insan ini yang baru saja menyelesaikan ujian semester dengan sedikit masalah yang menimpa rumah tangga mereka, karna sempat beredar gosip tentang kedekatan imam dan khori lagi karna menjadi panitia class metting.


Apa lagi sekarang khori menjadi orang yang lebih baik dan tak suka mencari masalah lagi dengan chaca.


Justru chaca yang merasa khawatir jika akan ada benih benih cinta tertanam dihati suaminya karna seringnya bersama walaupun itu dalam rangka bertugas , chaca tak bisa memungkiri jika dia khawatir takut dan cemburu . Tapi dia mencoba untuk sebisa mungkin untuk tetap percaya kepada suaminya .


Pagi ini karna imam berangkat pagi sekali karna hari ini acara class metting pertama chaca masih berkutat dengan membuat sarapan seperti biasa untuk suaminya karna tadi imam belum sempat sarapan chaca memutuskan untuk membawakan bekal roti bakar buatannya.


"Huftt akhirnya selesai. Untung masuk sekolahnya bebas jam berapa aja. Masih jam 7 , gak papa lah nanti temenin suami dulu yang lagi bertugas"ucap chaca dengan tersenyum menatap roti bakar kesukan imam. Chaca sebenarnya akan berangkat sekolah sekitar jam 8 karna tadi malam dia sempat membaca grup ke 10 teman karibnya itu.


"Ehh non chaca sudah mau berangkat?" Tanya mbok inah yang sudah bekerja seminggu setelah mereka menempati rumah ini karna gak mungkin mereka membereskan rumah sendiri.


"Iya mbok . Saya pamit dulu ya , tadi saya bikin roti bakar lebih saya taruh dimeja makan ya mbok. Simbok sarapan dulu aja" ucap chaca mencium takzim tangan simbok . Walaupun dia pekerja dirumah ini tapi chaca tetap menghormati orang yang lebih tua darinya.


"Waduh makasih non . " sungkan simbok


...***...


"Tau gak sih tadi kak imam sama kak khori bersama sama lagi keliatan serasi banget ya"


Aku yang berjalan dilorong memperlamban jalanku karna samar samar mendengar kasak kusuk yang membuat dada ini sesak seketika.


"Iya . Mereka lagi sarapan bersama ihh soo sweet "


"Apa jangan jangan mereka janjian berangkat pagi buat sarapan bersama ditaman ya . Ihh romantis banget dehh"


Deg


"Sarapan bersama ditaman"lirihku


"Ehhh tapikan kak imam pacarnya chaca apa mereka sudah putus ya sekarang jarang terlihat bersama"


Ya semenjak selesai ujian aku jarang terlihat dengan mas imam karna kesibukannya.

__ADS_1


"Gak tau ehhh tuh orangnya"


Aku bergegas pergi ketaman tanpa mendengarkan atau memikirkan obrolan yang mereka bicarakan disoanjang lorong .


"Mam kayaknya ini acaranya harus diganti deh waktunya gak singkron" samar samar aku mendengar suara mbak khori dan aku bergegas menuju sumber suara tersebut


"Iya udah ganti aja ri"ucap mas imam lebut yang kudengar semakin ku langkahkan kaki untuk cepat sampai karna sudah terlihat dua orang yang sedang diskusi duduk bersebelahan


"Aaa..."ucap mbak khori yang menyuapi suamiku roti


"Kamu masih kaya dulu ya mam , suka roti bakar buatanku" ucap mbak khori lembut setelah menyuapi suamiku yang entah sedang apa sampai sampai disuapi. Kutatap roti bakar buatanku dan tak terasa mata ini sudah berkaca kaca


"Hemm . Ya memang rasanya masih sama"ucap imam


"Memang kamu gak pernah dibuatin roti bakar sama pacar kamu, kata kamu dia jago masak"tanya mbak khori seraya menyuapi lagi fan lagi lagi mas imam menerimanya begitu saja . Sungguh romantis sekali .


"Dibuatin lah . Tapi ya beda aja ada... "ucap imam terhenti karna suara kotak makan yang ku bawa terjatuh begitu saja ketika aku mendengar kata kata suamiku


Brakk


"ojek"teriakku yang sudah sampai didepan gerbang dan entah kebetulan dari mana ada ojek lewat segera kunaiki tanpa memakai helm yang diberikan abang ojek. sejenak kulirik mas imam yang masih mengejarku dan berlari kedalam lagi karna melihatku sudah naik ojek.


"kemana neng?"tanya bapak ojek itu dan segera ku beri tahu alamat rumah yang tak jauh dari sekolah


"agak cepat ya pak"ucapku serak


"siap neng"


Kurang dari 10 menit aku sampai didepan rumah segera kubayar bapak ojeknya dan bergegas masuk . tanpa menghiraukan simbok yang sempat menyapaku mungkin bingung aku kembali lagi dalam keadaan menanggis.


Ceklak


Kukunci ruang ganti yang sekarang jadi tempat persembunyianku. Kata kata mas imam selalu terniang dikepalaku ,


jadi karna lebih enak roti bakar buatan mbak khori dari pada aku sehingga kamu memilih sarapan romantis bersamanya. atau kamu sedang mengenang masa masa indah kamu dengannya

__ADS_1


fikiranku terus berkecamuk . aku berfikir gak mungkin aku bersembunyi disini terus . kuambil koper kecil dan mengisi baju seperlunya .


ceklek


"dek"ucap mas imam yang entah dapat dari mana kunci cadangan itu ehhh ini kan rumahnya pasti dia punya fikirku


"kamu salah faham dek"ucapnya memelukku dari belakang


"semua gak seperti yang kamu fikirkan . tolong jangan pergi lagi " aku masih diam mendengar setiap kalimat yang dia ucapkan aku masih menanggis tapi tak membunyikan suara dan badan juga tak bergetar entah kenapa aku bisa menanggis dalam diam . apa mungkin aku sudah benar benar dewasa pikirku tersenyum kecut


"dengerin penjelasan mas dek"


"Apa yang perlu aku dengerin dari kamu mas . kamu selalu meminta aku dengerin penjelasan kamu . aku capek mas" lirihku seraya menghapus air mata yang terus menetes


"ini semua gak seperti yang kamu lihat"


"tapi apa yang aku lihat dan kudengar itu nyata mas. toling lepas mas"


"aku gak mau dek nanti kamu pergi lagi dari mas . kita sudah menikah dan tolong percaya sama mas"


"apa yang mesti aku percaya mas . menikah ? pantaskah kamu bermesraan dengan wanita lain setelah statusmu menjadi suami? ohhh atau mungkin kamu lupa ?"tanyaku berani menatapnya dengan tajam walau mata ini terus menanggis


"aku gak bermesraan dengannya dek!" kilahnya


"lalu disuapi perempuan lain berduaan ditaman apa namanya kalau bukan bermesraan mas?"tanyaku menyentak paksa lengan yang memelukku dan bergegas keluar dan duduk disofa kamar . entah apa mas imam agak lama keluar dari ruang ganti mungkin memikirkan kata kataku


"dek maafin mas"ucap mas imam yang duduk disampingku


"aku lagi lagi dan lagi kecewa sama kamu mas . tak cukupkah kamu hanya satu wanita saja yang ada dihatimu mas" ucapku lirih tapi kata kata ini seperti tak pantas aku ucapkan karna berarti aku meragukan hatinya . ya ., aku sedang ragu dengan hatinya saat ini.


"jaga ucapan kamu dek!"ucapnya sedikit berteriak dan sorot mata yang kecewa aku bisa melihatnya


"maaf jika kataku tak pantas . tapi saat ini aku benar benar kecewa mas" ucapku berlalu keluar kamar dan masuk kekamar tamu dan menanggis sesengukan disana.


...***...

__ADS_1


makasih dan mohon maaf jika kurang berkenan kakak. mohon dukungannya


__ADS_2