
"Maaf karna aku sudah membentakmu . bukan maksudku begitu tapi kenapa kamu membahas masalalu yang tak akan pernah menjadi masa depan . mungkin perasaanmu saja yang merasa kami bertatapan . maaf mas tadi bentak kamu karna mas kesal kamu nuduh yang tidak tidak padahal kamu sendiri akhir akhir ini sering berduaan dengan fery bahkan aku tak menuduhmu tapi aku juga kesal ca " jelas mas imam
"Aku tidak pernah berduaan sama bang fery mas " jawabku cepat karna aku memang tak pernah berduaan dengannya
"Lalu apa ini " ucapnya seraya memperlihatkan foto dimana disitu ada beberapa foto aku yang duduk bersebelahan dengan bang fery tapi itu saat kita bersepuluh berkumpul bersama aku yakin itu fotonya memilih sudut yang pas jadi kita terlihat berdua saja .
"Bahkan itu foto yang terlihat berbeda beda ca" ucapnya datar
"Tapi ini kami tidak hanya berdua mas kita selalu bersepuluh dengan yang lain" jelasku benar adanya
"Tapi foto ini gak diedit ca " jawabnya
"Itu yang foto milih sudut yang pas biar kita terlihat berdua mas "
"Jadi kamu nyalahin risya bahkan dia yang liat kamu berduaan terus dengannya ca" ucap mas imam
"Jadi kamu dapat foto itu dari dia , jadi kamu lebih percaya dia dari pada aku . bukankah aku selalu kabarin kamu setiap kegiatan aku mas ? oke aku ngerti " ucapku segera meraih tas dan handphoneku
"Mau kemana ?" tanyanya mencegahku
"Bukankah kamu gak percaya terhadapku untuk apa aku disini jika sudah ada orang yang kamu percaya " ucapku dengan sesengukan tak bisa menahan air mata yang terus mengalir
"Bukan begitu ca " ucap mas imam menjambak rambutnya lagi hal itu membuatku segera berlari membuka pintu dan menuruni anak tangga dengan secepat mungkin sampai ditangga terakhir aku tergelincir dann....
"Chaca " teriak mas imam dan kak arif bersamaan
buk
"Kalian apa apaan sih ! malam malam kejar kejaran kalau kamu tadi jatuh gimana ca !" bentak kak arif yang tadi menolongku karna kak arif sedang dibawah
"Makasih kak " ucapku seraya membenarkan posisi berdiriku dan menghembuskan nafas lega karna kaget
"Kamu gak papa yang ?" tanya mas imam yang khawatir aku segera menepis tangannya
"Kak arif boleh minta tolong antarkan aku " ucapku kepada kak arif dengan memelas
"Kamu nanggis ca?" tanya kak arif
"Sudahlah " ucapku frustasi tidak mungkin mereka melepaskan aku begitu saja . segera ku bergegas keluar dari kost kostan itu .
__ADS_1
"Sayang " ucap mas imam yang menghadangku
"woi jagan berisik ganggu aja orang mau tidur!" teriak orang yang kamarnya ada dibawah
"Ayo kita naik kalian ini kenapa ribut ribut gak jelas" omel kak arif
"Ayo apa mau kalian diomelin anak anak yang lagi tidur" lanjutnya menarik tanganku
"Kamu diapain ca sampe nanggis gini ?" tanya kak arif yang sudah menuntunku duduk disofa kamar mas imam
"Aku gak papa kak" jawabku menundukkan kepala bagaimanapun aku gak mau melibatkan siapapun dalam kehidupan rumah tanggaku
"Kalian ini sudah dewasa sudah menikah beberapa tahun sudah bersama sama lama . ketika ada masalah diselesaikan dengan kepala dingin . jangan sampai masalah kalian menjadi besar dan berakibat kalian pisah " kesal kak arif
"Kak Arif " teriakku kesal yang tambah membuatku menanggis berpisah rasanya aku tak bisa membayangkannya .
"Gak mau kan ?makanya diselesaiin dulu jangan kabur kaburan " ucap kak arif seperti membantu mas imam
"Kamu belain dia yang gak percaya sama aku kak ? dia lebih percaya sama pacar kamu yang udah ngefitnah aku sama foto foto yang dia ambil siapa yang gak bakal sakit kak !! aku jauh jauh dateng kesini buat siapa ? buat dia tapi dia malah bentak bentak aku " ucapku sesengukan memukul kak arif karna melampiasakan rasa kesalku tanpa kusadari aku sudah membeberkan aib ku kepada orang lain
"Risya fitnah kamu ? foto apa ca ?" tanya kak arif kaget
"Liat aja sendiri dihp mas imam ada chatnya yang ngaduin aku berduan sama orang lain " ucapku sekalian karna kesal kak arif berdiri merampas hp mas imam yang berdiri didepan kita. tak lama kak arif duduk dengan lemas disampingku lagi .
"Gak tau . kamu tanya dia lah masa tanya aku " kesal mas imam
"Aku tuh kasih tau kalian bego" kesal kak arif menendang mas imam hingga meringis sakit mungkin
"Iya dia tadi juga aku kasih tau tapi gak ngeh . kesel aku kak " ucapku menatap mas imam sengit
"Sayang kamu kenpa sih dari tadi aneh banget sensitif banget setiap aku ngomong kayaknya salah mulu" ucap mas imam heran dan kesal bersamaan . baru saja aku ingin berucap tak jadi karna mas arif tiba tiba melow
"Lalu apa arti kebersamaan kita beberapa tahun ini " ucap kak arif sendu dia yang menjalin hubungan dengan risya selama ini berarti tak ada arti dimata wanita itu .
"Sabar kak " ucapku yang sudah meredakan tanggisku
"Apa kita nikah aja yuk ca biar mereka bersama " ucap kak arif yang seperti ingin menghibur dirinya sendiri
"Yuk kak " jawabku
__ADS_1
"Apa apan kalian ini gak jelas ! gak ada nikah nikahan! kamu juga rif emang kamu mau bekas aku " kesal mas imam
"Bekas gak papa yang penting masih kaya gitar sepanyol" ucap kak arif terkekeh
pak
"Kurang ajar pikiran kamu kak !!!" kesalku memukul kepala kak arif dengan tasku
"Ampun ca . itu suami kamu sendiri yang selalu bilang keorang orang kalo istrinya bak gitar sepanyol " jelas kak arif memperagakan bentuk gitar spanyol.
"Dasar kalian mesum "kesalku memukul mas imam dan kak arif bergantian
"Ampun yang"
"Ampun ca "
"Stop dek " ucap mas imam yang berhasil memelukku erat
"Sakit semua ca nih badan aku " kesal kak arif
"Mendingan aku kabur " lanjutnya melengang pergi
brak
"Dasar kak arif mesum "teriakku kesal
"Sudah yang percuma teriak teriak gak bakal denger " jelas mas imam yang baru kusadari kamarnya kedap suara
"Aku laper mas " ucapku yang tiba tiba lapar sekali jam dinding sudah menunjukkan jam setengah 11 malam
"Aku bikinin mie instan ya ?" ucapnya lembut entah mengapa amarahku menguap begitu saja . seperti saat aku kesal sekali dengan fathul waktu itu karna terlambat menjemputku aku marah sampai menanggis tapi tak sampai setengah hari aku sudah biasa lagi.
"Gak mau aku maunya nasi goreng spesial yang banyak udang sama petenya " ucapku manja bergelanyut manja dilebgannya.
"Sejak kapan kamu makan pete yang " heran mas imam karna aku tak suka makanan itu.
"Sejak makan dirumah fathul pakai sambel bawang rasanya enak" jelasku yang mengingat saat berkunjung kesana membayangkannya saja sudah membuatku ngiler
"Hah ?" ucap mas imam yang malah terbengong
__ADS_1
...***...
Mohon maaf lahir dan batin 🙏