
"aku gak bisa dek . mas bener bener gak bisa"
"mas dengerin aku . semua sudah terjadi,untuk saat ini aku tidak mau menjalin hubungan denganmu. aku kecewa sama kamu yang sudah bohongin aku. aku tau kamu cinta sama aku mas . aku butuh waktu sendiri dan aku mohon jangan ganggu aku dulu. kamu selesaikan kisah masa lalu kamu yang belum kelar karna aku gak mau berada ditengah tengah kalian. pikirkan mas apa bener kamu cinta sama aku atau mungkin kamu hanya kagum sama aku. aku gak bisa lama lama disini mas aku pergi sekali lagi tolong jaga diri kamu baik baik. berbahagialah walaupun tanpa aku" ucap chaca segera beranjak keluar pagar villla dan untungnya ada taxi yang lewat mungkin baru saja mengantarkan penumpang kedaerah sini.
......Imam menatap sendu kepergian gadis yang dicintainya pupus sudah semua harapan angan angan yang dia inginkan menjalain kasih dengan gadis yang begitu baik .......
Seminggu telah berlalu chaca sibuk mempersiapkan semua keperluan untuk mos dia menjalani kehidupannya seperti biasa kembali menjadi gadis yang ceria ramah dan selalu menyayangi orang orang disekitarnya. chaca setiap hari ditemani dina untuk berkeliling didesa neneknya ini mereka terlihat begitu gembira. dina sudah tau kisah antara imam dan chaca yang diberitahukan chaca sendiri.
komunikasi antara chaca dan kedua orang tua imam juga berjalan baik. papa adi selalu telfon setiap harinya beberapa kali juga mama aisyah telfon tapi tidak sesering papa. kak ikhsan juga selalu bertanya kabar apa lagi mbak salsa , tapi kak ikhsan selalu yang lebih bawel gak boleh ini gak boleh itu. jadi berasa punya kakak beneran.
mas imam, semenjak pertemuan yang terakhir dengannya divilla chaca tidak pernah lagi mendapatkan kabar dari lelaki itu karna dia sudah memblok semua jalur komunikasi. tapi tidak bisa dipungkiri jika gadis ini sangat merindukan sang mantan setiap malam gadis ini selalu menanggis mengingat kisah mereka rasa rindu yang menggebu tidak membuat gadis itu goyah tidak juga ingin menanyakan kabar tentangnya.
pertunanagan yang direncanakan chaca bilang ke orang tuanya bahwa dia belum siap karna masih sekolah jadi dia tidak mau ,dia juga memberitahu papa adi dan mama aisyah tentang alasannya jadi nanti tidak ada kekhawatiran dibenak orang tua chaca. chaca juga melarang siapapun memberitahu ayah dan bundanya tentang hubungan dirinya dan imam yang kandas.
...siang ini chaca dan dina sedang berada disebuah cafe karna mereka baru saja membeli keperluan sekolah yang belum sempat mereka beli dengan mengendarai motor matic milik dina....
"din kamu nanti mau ambil jurusan apa rencananya"tanya chaca
"aku sih ipa ca, kalo nilai aku masuk sih kalo gak ya nanti aku ambil ips . kalo kamu"ucap dina
"sama din hehehe. semoga nanti kita sekelas ya din"
"amin"
"dasar cewek gak tau diri kamu malah enak enakan disini bercanda tawa gak jelas . sedangkan imam sudah seminggu dirumah sakit kamu tega ya. tau gini aku gak bakalan lepasin imam buat cewek gak tau diri kaya kamu!" pekik mbak khori yang sudah dihadapan chaca dan dina
deg
mas imam dirumah sakit seminggu sakit apa batin chaca
"kenapa bengong hah. dasar gak tau diri"ucap mbak khori seraya menyiram jus yang ada dimeja kearah chaca .
"kamu apa apaan sih mbak dateng dateng marah marah gak jelas pake nyiram sahabat aku pake jus "ucap dina seraya membantu membersihkan noda yang ada dibaju chaca
"bilangin tuh sama temen kamu . jangan sia sia in lelaki yang bener bener cinta sama dia. dia itu beruntung dapetin imam yang sabar penyayang setia dan temen kamu ini malah sok jual mahal padahal sayang iya kan!" bentak mbak khori yang kata katanya emang benar begitu menusuk dihati chaca
mas imam masuk rumah sakit karna aku lirih chaca
"din aku pergi duluan ya . nanti bilang ke nenek kalo aku nginep ditempat kamu lewat telfon ya din"ucap chaca seraya beranjak buru buru
"emang kamu tau dimana imam dirawat ha!" sinis mbak khori yang tak ku gapai
...chaca buru buru lari dari cafe seraya menyetop taxi....
"kemanan neng"tanya sopir
__ADS_1
"jalan dulu aja pak"ucap chaca seraya sibuk dengan benda pipihnya
"kemana sih ini kak ikhsan dari tadi dihubungin gak diangkat angkat"kesal chaca
tut tut tut
"hallo"
^^^"hallo pa . emmm chaca mau tanya mas imam dirawat dirumah sakit mana ya pa?" ^^^
"oh kirain kenapa ca. dia dirumah sakit harapan . udah sembuh kok dia aja yang lembek"ucap papa adi yang sedang meledek anaknya karna papa adi sedang dirumah sakit
^^^"oh gitu ya pa makasih ya pa"^^^
"iya sayang"
tut panggilan terputus
"pak kerumah sakit harapan ya"ucap chaca
"siap neng"
..........................
"kamu ini payah banget sih mam. putus cinta kok jadi sakit kaya gini siapa yang repot coba papa mama kan masa udah semingggu kamu gak sembuh sembuh "ucap papa adi
"emang"ejek papa adi
"mah papa suruh pulang aja . aku males diejek papa mulu"rengek imam kemamanya
"padahal papa punya info penting. ya udah kamu malah suruh papa pulang kalo gitu papa pulang aja nih" goda papa adi
"info apa pa"tanya mama aisyah
"ma papa aja dipercaya . papa tu suka akting tau"ucap imam
"enak aja kapan. lagian ini tadi beneran gak bohong beneran chaca yang telfon kamu gak percaya?"ucap papa adi
"enggak. orang dari kemarin papa bilangnya juga gitu sok sokan akting biar aku mau makan kan?gak mempan pa"sinis imam
"ya udah kalo gak percaya. kalo gitu biarin aja dia dirumah sakit terus ma gak usah kita tungguin . dasar anak nakal"kesal papa
"udah pa kamu ini anak lagi sakit bukannya kasih suport malah diejek mulu. sayang makan ya dari tadi pagi kamu belum makan loh sayang" ucap mama aisyah sendu
"apa dia gak nanyain aku ma"ucap imam memelas
__ADS_1
"sayang dengerin ma...." belum sempat mama aisyah bicara sudah ada yang mengetok pintu
tok tok tok
assalamualaikum suara dari luar
waalaikumsalam masuk aja nak" ucap papa adi
ceklek
seorang gadis cantik masuk dengan membawa buah dan juga makanan.
"siang ma pa apa kabar "sapa chaca seraya mencium tangan bergantian
"baik sayang kamu apa kabar?"tanya mama aisyah
"aku baik tante "ucap chaca seraya melirik mas imam yang sedari tadi menatapnya
"siapa tadi yang gak percaya huuu dibilangin gak percaya malah bilang papanya akting"goda papa adi
"apa an sih pa dari tadi goda anaknya mulu. eh sayang mama sama papa pulang duluan ya nanti gantian sama kakak kamu . oh iya sayang kamu disini dulu ya sampai ikhsan datang"ucap mama aisyah yang membuat chaca mengangguk.
chaca berjalan menghampiri mas imam yang sedang senderan di kepala ranjang dilihatnya dua porsi makanan yang belum dimakan berarti mas imam belum makan dari pagi batin chca
"kamu apa kabar mas kok bisa sampai sakit gini" tanya chaca seraya menunduk
"kamu kalo bicara natap orangnya dek emang yang kamu ajak bicara ada dibawah"ejek mas imam
segitu kecewanya kamu sama mas sampai kamu gak berani natap aku dek batin imam
"maaf mas"lirih chaca
"maaf udah bikin kamu kaya gini. aku gak bisa liat kamu sakit kaya gini mas"ucap chaca seraya menitihkan air mata
imam menarik gadis pujaan kedalam dekapannya.
"jangan nanggis karna mas dek. mas janji buat sembuh yang penting kamu jangan sedih lagi"lirih imam seraya mengecup puncak kepala chaca
"aku janji setelah ini mas gak akan gangu kamu lagi yang penting kamu gak nangis lagi karna mas dek"lanjutnya
"aku gak mau kamu pergi dari aku mas karna rasa cinta aku kekamu gak pernah berkurang . satu minggu ini aku rindu sama kamu mas tapi sifat kenaka kanakan aku bikin kamu jadi kaya gini .maaf mas"lirih chaca
"mas juga cinta sama kamu dek mas gak bisa tanpa kamu. jangan tinggalin mas lagi ya"ucap imam seraya mengurai pelukannya ditatapnya dalam dalam manik mata gadis yang sangat dirindukannya
"jangan nanggis lagi ya"ucap imam yang dibalas anggukan chaca. dihapusnya air mata yang membasahi pipi gadisnya .
__ADS_1
cup cup
dikecupnya kedua mata gadisnya yang membuat gadis itu menatap dalam dalam manik mata sang kekasih yang begitu meneduhkan. perlahan gadis itu memajukan wajahnya.