
"oke karna waktu sudah menunjukkan jam 1 siang kita balik ke sekolah sebentar lagi. ada beberapa hal nanti yang akan disampaikan sama kak imam."ucap wildan
"sudah dipastikan anggota kelompoknya lengkap semua ya?"ucap khori
"iya kak"
"oke sekarang kita memainkan permainan terakhir . tadi kakak dapat rekomendasi dari temen kakak .untuk yang bernama sheena anisa rahma harap maju kedepan" ucap mbak khori
"cha tuh disuruh maju"bisik dina
"hah aku"tanya chaca seraya menunjuk dirinya sendiri
"iya cha sana"ucap hasna
"hah"ucap chaca
"hah heh hoh sana cha ." ucap desi seraya memajukan chaca
"kenapa ya kak?"tanya chaca gugup
"kenapa gugup emang kamu merasa punya salah?" tanya khori sinis
"enggak kak"ucap chaca
"masa kamu gak punya salah sih ? tadi salah satu temen kakak ngelaporin kamu punya kesalahan tuh"tanya khori
"tapi seinget aku aku gak punya kesalahan kak"bela chaca
"yakin kamu gak punya salah"bentak wildan
chaca yang dibentak didepan umum merasa sakit hati karna dia juga gak merasa punya kesalahan tapi kenapa dua kakak panitia ini mendesaknya. khori yang sudah melihat mata chaca berkaca kaca melancarkan aksinya kembali mendesak chaca.
"kamu yakin cha"tanya khori
"iya kak aku yakin gak ada salah"ucap chaca pelan
"kalo ngomong yang keras kita gak denger"teriak wildan
"kalian kenapa sih bentak bentak aku . aku gak ada salah kak kenapa kalian bentak aku"teriak chaca dengan air mata deras entah mengapa kenapa teman temannya juga gak ada yang belain dia pikir chaca
"karna kamu punya salah makanya jawab"ucap imam datar
"aku salah apa kak"lirih chaca seraya menatap imam
bahkan kamu setega ini sama aku mas batin chaca
"beneran kamu gak mau jawab kesalahan kamu apa"tanya imam
"aku gak tau kak. kalau emang aku punya salah tinggal bilang aja . aku bakal lakuin hukuman yang kalian kasih gak usah kaya gini" teriak chaca yang semakin deras air matanya . chaca jongkok seraya menanggis sesengukan sudah tak peduli lagi dengan harga dirinya dia benar benar sakit hati diperlakukan seperti ini bahkan teman temannya tak ada yang maju ikut membela dirinya.
"kamu mau tau salah kamu apa?"tanya khori
"iya kak"ucap chaca yang masih duduk jongkok
"salah kamu adalah kamu satu satunya anak baru yang ulang tahun hari ini. gaysss"teriak wildan memanggil teman teman panitia dan juga kelompok chaca untuk melancarkan aksi kejutan untuk chaca yang berulang tahun hari ini
byurrrrrrrrrrr
byurrrrrrrrrrr
byurrrrrrrrrrr
ceprot
ceprot
byurrrrrrrrrrr
panitia osis yang bersembunyi disemak semak memgguyur air ketubuh chaca dan juga kelompok chaca yang entah sejak kapan membawa telur dan ada juga yang membawa tepung melemparkannya ketubuh chaca.
chaca yang terkejut masih bengong dan mencerna kata kata kak wildan .
"jadi aku dikerjain"pelan chaca kesal
"kak wildan "teriak chaca seraya berdiri bau telur ditubuhnya membuatnya marah kepada wildan
"apa jangan salahin aku"ucap wildan yang buru buru berlari kearah imam bersembunyi dibalik tubuh imam yang entah kapan sudah membawa kue ulang tahun bertuliskan hbd pacar dengan lilin angka 15
"happy brith day to you ,happy brith day to you , happy brith day hapoy brith day happy brith day to you tiup lilinnya tiup lilinnya tiup lilinya sekarang juga sekarang juga sekarang juga" ucap mbak khori memimpin yang diikuti semua
"happy brith day sayang" ucap imam yang sudah berdiri sedari tadi didepan chaca
chaca kembali menanggis jadi seminggu ini mas imam ngeprank dirinya pikir chaca kesal.
"jangan nanggis. cepet tiup lilinnya jangan lupa berdoa"ucap imam lembut yang dituruti chaca
huhhh
"makasih"ucap chaca masuk memeluk tubuh imam yang sangat dirindukannya tidak peduli bau tubuh yang sudah bercampur telor air dan tepung
"bau dek"ejek imam tapi membalas pelukan chaca dengan erat
"biarin"ucap chaca
"bawain dan"ucap imam seraya menyodorkan kue yang ada ditangan kanannya.
"siap biar gue makan . gayss lanjut "teriak wildan seraya berlari menjauh dari dua sejoli
byurrrrrrrrr
byurrrrrrrr
byurrrrrrrrrrrr
__ADS_1
dua sejoli itu kembali diguyur dan terjadilah kejar kejaran . imam yang mengejar teman temannya dan chaca yang mengejar teman temannya. dan yang lain juga ikut guyur guyuran air tapi tidak memakai tepung dan telor.
"dek kamu yakin mau kejar aa"ucap fery was was
"iya tadi aku inget aa. ikutan ngelempar tepung ke aku kan hayo jawab jujur"kesal chaca
"iya tapi kan cuma tepung dek"kilah fery
"stop . kalo kamu kejar deket deket aa . gak aa angep adek lagi nih"lanjut fery
"ishhh aa curang"kesal chaca
"woy dina fathul mau kemana lu berdua!"teriak chaca kesal yang melihat mereka ketawa ketawa
"udah dek gak capek apa dari tadi kejar mereka. duduk sini" cegah imam seraya duduk
"ishhh mas nanti kalo duduk yang ada kita diguyur lagi"ucap chaca tapi tetap menurut
"enggak bakal. bentar lagi kumpul tunggu aja wildan bentar lagi idupin sirine hahahah"ucap imam seraya ketawa
"yang nyuruh mas kan"slidik chaca dan dijawab anggukan imam membuat mereka ketawa
wiuwwww wiuwwwwww wiuwwwwwwwwww
"ayo kumpul kumpul "teriak wildan
"acara sudah selesai maaf buat chaca tadi kita kerjain . sekali lagi selamat ultah ca doa terbaik untukmu dari kita semua"ucap wildan
"amin "teriak mereka
"kita nanti pulang pake truk yang sudah berjejer disana . silahkan tiap kelompok memastikan semua anggotanya ya. silahkan dari barisan paling ujung kelompok 20 ya itu"ucap wildan.
"baik kak"
barisan kelompok sudah memasuki truk yang sudah berjajar tinggal 2 kelompok yang belum yaitu kelompok 1 dan 2 .
"din kayaknya tali bh aku putus kita kesana bentar yuk din tolongin aku"bisik chaca seraya menunjuk pohon
"oke yuk. hasna kita sana bentar ya tali bh chaca putus"ucap dina
"oke"ucap hasna
"loh chacca sama dina mana"tanya fery yang memastikan anggotanya naik truk
"tadi ijin sebentar lagi benahin sesuatu"ucap hasna
"bentar kak masih ada temen kita yang ijin"ucap fery
"iya aku tau kalian duluan aja. nanti dina sama chaca biar bareng kita"ucap wildan
"ohh oke kak"ucap fery seraya naik ketruk
"loh loh kok kita ditinggal"teriak chaca dan dina bersamaan seraya mengejar fery cs yang malah menertawai mereka berdua.
"udah lah din percuma dikejar orang udah jalan juga"keluh chaca
"masih ada kakak kakak osis yang disini din"lanjutnya
"huft"kesal dina
"nanti kalian balik sama kita"ucap wildan
"males banget"ucap dina
"din boleh ngomong bentar"ucap wildan
"gak bisa"ucap dina seraya pergi menjauh tapi belum sempat gadis itu melangkah wildan sudah menahan tangan gadis itu.
"bentar aja din"ucap wildan seraya menarik dina ketempat yang agak sepi
"ditinggal sendiri deh"keluh chaca
"samperin mas imam aja deh"lanjut chaca yang melihat imam sedang beberes alat alat kedalam truk.sedangkan yang cewek cewek membersihkan sekitar tempat yang dipakai tadi.
"mas"ucap chaca
"loh dek kok belum ikut balik?"tanya imam seraya turun dari truk dan menutup truk dengan temannya.
"gue duluan bro"ucap salah seorang teman imam
"yoi . thanks"ucap imam seraya mendekati chaca
"aku ditinggalin mereka "keluh chaca seraya menatap imam dengan muka memelasnya
"hehehe dasar kamu ini kok bisa ketinggalan emang tadi ngapain?"
"aku tadi benerin tali bh aku sama dina ehhh malah ditinggal . aku yakin kak wildan yang nyuruh "kesal chaca
"dasar kamu ini gak ada malu malunya ya sama pacar sendiri gak ada jaim jaimnya"ucap imam seraya terkekeh
"ngapain malu"ucap chaca singkat
"mam udah selesai kita balik duluan"ucap khori
"oke . pastiin gak ada yang ketinggalan ya"ucap imam
"beres . ehhh ca belum pulang sekali lagi maaf ya ca. kamu jangan salah paham juga ke aku seminggu ini deket deket imam . dia yang nyuruh aku ikutin rencana dia buat kasih surprise ke kamu"ucap khori
"iya mbak gak papa"ucap chaca
"kalo gitu kita duluan"ucap khori
"makasih ya ri"ucap imam
__ADS_1
"yoi"
"ehem"dehem chaca
"cemburu?"tanya imam jahil
"enggak tuh. jadi semingguu ini kamu kerjain aku mas"kilah chaca
"yap"
"aku kesel sama kamu mas"ucap chaca seraya memukul dada imam berkali kali
"maaf dek tapi kan niatnya mau kasih kamu surprise"bela imam
"pokoknya aku kesel sama kamu mas udah bikin kita putus"ucap chaca
"lah siapa yang putus"ucap imam seraya menahan kedua tangan chaca
"kita"ucap chaca
"jadi kamu anggep kita udah putus dek?"selidik imam
"iya kan kemarin aku bilang kita udahan"
"tapikan mas ngak iyain"ucap imam
"kok jadi kamu yang kesel mas"tanya chaca
"iya lah aku berjuang seminggu ini nahan rindu kamu malah kaya gini."kesal imam melepas tangan chaca
"maksutnya gak gitu mas . kan kamu juga keterlaluan sampe segitunya bikin aku cemburu pake suap suapan segala lagi "kesal chaca
"namanya juga akting dek harus totallitas"ucap imam
"iya sampe nikmatin tuh kayanya kesenengan disuapin mantan"kesal chaca mengingat kejadian kemarin
"kamu juga tuh peluk pelukan sama fery"kesal imam
"atau kamu udah jadian ya sama dia"selidik imam
"e enggak mas"ucap chaca
"terus tadi ngapain peluk pelukan hah"kesal imam
"ngapain gak usah peluk peluk mas . kan udah ada yang gantiin mas"rajuk imam
"ishh cemburu ya"ledek chaca
"bukan masalah cemburunya dek. kamu tuh gampang banget sih peluk peluk cowok lain"kesal imam
cup
satu kecupan mendarat dipipi kiri imam yang membuat imam berbunga bunga
"jangan ngambek . dia cuma aku anggap abang mas"bisik chaca
"ciehhh imam dapat vitamin nih"goda teman imam yang akan pamit kesekolah
"iya nih tau tuh malah mojok disini"ledek yang lain.
chaca yang malu memilih menyembunyikan mukanya dipelukan imam.
"apa sih kalian . "ucap imam seraya mengecup kening chaca sekilas
"jangan malu dek"bisiknya
"kita mau duluan mam . kamu bawa motor kan tadi kesininya . ooo iya kita udah cari cari sikampret wildan gak ada . tau tuh kemana orangnya"kesal teman imam
"kak wildan lagi sama dina"ucap pelan chaca yang didengar imam
"nanti wildan biar bareng sama aku . tadi dia bawa mobil"ucap imam
"ohh ya udah kita duluan bye"ucap salah satu dari mereka
"yoi thanks gays"ucap imam
"udah pergi dek mereka "bisik imam
"emmm biarin gini dulu mas aku kangen"ucap chaca seraya mengeratkan pelukan
"gadis manja"ucap imam seraya terkekeh
"cari wildan sama dina yuk dek"lanjutnya
"gak usah . biar selesai dulu urusan mereka mas"ucap chaca seraya melepas pelukan
"kamu kedinginan dek?"tanya imam khawatir melihat chaca menggosokkan tangannya beberapa kali
"iya lah orang basah kuyup gini .bau lagi"kesal chaca.yang membuat imam terkekeh gemas
"sini ikut mas yuk"ucap imam seraya menarik tangan chaca
"kemana sih mas"
"nih pake dek"ucap imam yang mengambil jaket nya yang ditaruh diatas motor
"dilepas aja bajunya pake jaket itu aja biar gak dingin banget"lanjut imam
"ganti dimana mas"tanya chaca
"kemobil wildan aja tuh"ucap imam
"ya udah tapi jangan ngintip ya. ehhh emang gak dikunci mas"
__ADS_1
"enggak dek"