
"aku gak bisa mas"ucap chaca bangkit dari bebaringnya karna risih ditatap sedekat itu sama cowok apa lagi diranjang pikir chaca
"kenapa dek"ucap imam yang menyusul chaca duduk disofa dan duduk tepat disebelah gadisnya
"apa karna tadi? apa karna ada orang lain dihati kamu?apa karna mas selalu bikin kamu nanggis?apa karna kamu gak cinta sama aku dek? "tanya imam memeberondong karna ditolak langsung gadisnya tanpa pikir panjang membuat dia bertanya tanya
"bukan mas"ucap chaca seraya menatap dalam imam
"aku minta maaf dek selalu sakitin hati kamu . tapi kamu harus tau aku bener bener cinta sama kamu dek aku gak bisa tanpa kamu"ucap imam yang berlutut dan mengenggam tangan chaca yang ada dipangkuan chaca
"jangan kaya gini mas berdiri"ucap chaca tak enak bagaimanapun dia seorang perempuan tak sepantasnya dia memperlakukan imam seperti ini pikir chaca
"mas gak akan berdiri sebelum kamu maafin mas dek . mas gak mau hubungan kita selesai . aku udah niat mau lamar kamu malam ini tapi malah kaya gini jadinya. mas bener bener gak ada niatan sakitin kamu dek . lihat ini dek mas udah siapin cincin buat kamu"ucap imam menanggis sesegukan seraya merogoh kotak kecil yang berisi cincin disaku celana pendeknya. yang membuat chaca terkejut dan ikut menanggis terharu.
"mas salah lagi dek please mas mohon jangan nanggis lagi dek . jangan sedih karna mas"ucap imam seraya menaruh kepalanya dipaha chaca . chaca mengusap usap kepala imam yang membuat imam menikmati setiap sentuhan yang dilakukan gadisnya.
"kalo kamu bahagia mas rela ikhlasin kamu jika kamu bener bener pengen kita udahan dek. asal kamu jangan sedih lagi mas akan berusaha ikhlas sekali lagi maafin mas"ucap imam dan berdiri
"mas pamit semoga kamu bahagia dek"lirih imam
grep
baru membalikkan badan tapi gadisnya justru malah menanggis tersendu dan memeluknya erat.
"kamu ngomong apa sih mas"gerutu chaca
"aku tuh gak bisa kalo nolak kamu"jelas chaca yang membuat imam terbengong
"mas"pekik chaca seraya membalikkan tubuh imam dengan kuat
"kamu denger aku gak sih mas. kamu tuh sukanya menyimpulkan apa apa semau kamu tanpa mau denger penjelasan aku. aku tuh tadi bilang gak mau karna aku gak mau nolak kamu mas .soalnya hati aku juga udah mentok dikamu. aku tadi nangis tuh karna terharu kamu siapin cincin biat aku........"
grep
imam memeluk chaca seraya mengelus rambut panjangnya .
"makasih udah mau nerima aku dek"bisik imam ditelinga chaca seraya menjauhkan kepalanya kembali menatap dalam manik mata gadisnya
cup
kali ini chaca yang menarik tengkuk imam menyalurkan segala rasa yang dia rasakan . chaca terharu dengan imam yang ingin menjalin hubungan yang lebih serius dengan dirinya.cukup lama mereka bertukar silvia membelitkan lidah satu sama lain .
imam yang tersadar akan perbuatannya melepas kecupannya . mereka menarik nafas dalam dalam tanpa melepas kening mereka yang menyatu.
"maaf tadi aku yang mulai duluan mas"sesal chaca
"gak papa . lain kali jangan gitu ya"ucap imam
"kan kamu biasanya yang mulai duluan mas . jadi aku kepancing "bela chaca
"iya tapi beda kalo yang mulai kamu . mas gak tahan"jujur imam
"dasar mesum"ledek balik chaca terkekeh
__ADS_1
"lebih mesum kamu . tadi siapa yang nyosor duluan"bela imam
"ishhh"
"udah malem dek jam 10 nih "panik imam ketika melihat jam dipergelangannya
"nginep aja mas lagi ujan juga kamu bawa motor kan dari pada nanti basah kuyup"ucap chaca yang masih setia nemplok dipangkuan imam
"ya udah kamarnya al dimana mas tidur dikamar al aja deh"
"al tadi keluar jalan kealun alun mas belum pulang kayaknya"ucap chaca
"hemmm ya udah"singkat imam
"kamu betah banget dipangkuan aku dek"ledek imam
"iya lagi rindu"ucap chaca seraya memeluk tubuh imam manja
"manja banget calon istri aku"ledek imam
"ehhh beneran kita mau nikah mas?"tanya chaca kaget.
"iya . kan kamu tadi udah bilang gak mau nolak kan"heran imam
"iya tapi kan aku masih sekolah kamu juga mas"rengek chaca
"tenang dek . sekolahkan punya keluarga aku , kamu juga bisa homeschool nanti kalo kamu hamil"terang imam
"ishh belum apa apa udah bicara soal hamil"gerutu chaca
"siapa juga yang ngajak yang ada tuh kamu mas"bela chaca.
"yakin? terus yang tadi yang minta lagi siapa"tantang imam
"ishhh kamu ngeselin deh mas"gerutu chaca yang membuat imam terkekeh
"bobok gih sana udah malem"ucao imam
"ya udah yuk aku anter kekamar sebelah"ucap chaca bangkit
"aku tinggal ya mas .udah ngantuk banget"ucap chaca
"iya good night sayang"ucap imam mengecup kening chaca lembut
"kamu juga mas"ucap chaca tersenyum
**********
"kak bangun udah pagi ditungguin nenek tuh dari tadi diajak sarapan . kamu gimana sih kak pacarnya disini kok kebo gak malu apa"kesal al yang sedari tadi membangunkan kakaknya tapi gak mau bangun juga. kebiasaan buruk chaca yang memang susah dibangunin dari dulu .
"gak mau bangun dia nek"adu al duduk disamping neneknya
"kamu bangunin kakak kamu aja gak bisa al" omel nenek
__ADS_1
"suruh pawangnya aja tuh pasti langsung bangun"kesal al seraya menunjuk imam yang duduk didepannya
"masa tamu suruh bangunin al al"ucap nenek
"gak papa nek kalo gitu aku bangunin chaca dulu ya nek"ucap imam seryaa beranjak
"dek "
"sayang"
"chaca sayang"bisik imam ditelinga chaca
"oahmmm"chaca menguap seraya membuka matanya perlahan mengumpulkan kesadaran
"ehhh kamu ngapain disini mas"kaget chaca yang langsung duduk
"bangun udah siang ditungguin dimeja makan"ucap imam mengacak gemas rambut chaca yang berantakan dan melengang pergi kebawah
"ishh malunya aku"ucap chaca mengacak rambutnya kesal menuju kamar mandi .
"putri tidur sudah bangun setelah dibangunkan pangerannya"ledek al saat kakaknya duduk disamping imam yang membuat mereka terkekeh ke il kecuali chaca yang cemberut dan malu pada cowoknya
"diem gak lu"kesal chaca
"udah udah jangan berantem depan makanan gak baik . makan gihh kalian nenek sudah selesai "ucap nenek yang memang tadi makan duluan karna mau ketempat tetangga yang memgadakan syukuran.
"nenek rapi banget mau kemana nek?"tanya chaca
"mau kerumah tetangga ndok. ada syukuran disana gak enak kalo gak dateng"ucap nenek
"ohh"
"ya udah nenek pergi dulu"pamit nenek yang saliman takzim dari mereka bertiga.
"aku abis ini mau jalan jalan kak gak mau jadi obat nyamuk disini"ucap al
"terserah"singkat chaca yang masih makan dengan lahapnya
"makan didepan pacar tuh yang kalem kak . gak ada jaim jaimnya yang ada bikin ilfel pacar kamu kak"ucap al
uhuk uhuk
"minum dek makannya pelan pelan aja gak ada yang ngambil"ucap imam menyodorkan air mineral
"emang kamu ilfel sama aku mas?"tanya chaca setelah meminum airnya
"enggak. jangan dengerin al"
"tuh denger sendiri kan. pacar aku mah apa adanya suka sama aku iya kan sayang"ucap chaca manja.yang membuat imam gemas mengacak rambut chaca pelan
"iya"
"ishhh kalian ini "gerutu al seraya bangkit menuju kamarnya
__ADS_1
"sana pergi dari pada jadi obat nyamuk "ledek chaca
imam yang melihat kelakuan chaca dan al hanya geleng geleng .