
"denger penjelasan mas dulu sayang"ucap imam seraya menahan tangan chaca yang akan membuka pintu .chaca berbalik menatap kearah sang pujaan hati dia sudah bertekad untuk tidak jatuh jauh lebih dalam. chaca berusaha memberikan senyuman manisnya.
"aku udah denger semua mas yang diruang keluarga tadi. aku ngak papa kamu gak usah ngerasa bersalah sama aku mas. makasih karna pernah jadi bagian dihidup aku. maaf juga kalo aku udah ngerepotin kamu dan juga aku punya banyak kesalahan kekamu mas" ucap chaca mengusap air mata dipipinya yang entah kenapa tidak bisa diajak kompromi pada saat saat seperti ini
"cha, bukan maksud mas buat mainin kamu. aku cuma minta waktu buat mikir ca. aku gak ada pilihan lain"ucap imam sendu melihat gadis yang dicintainya menitihkan air matanya lagi dan lagi.imam cuma merasa kasihan dengan khori yang sedang menghadapi penyakit yang dideritanya saat ini bahkan imam ingat pembicaraannya tadi dengan khori .
"aku sakit mam,selama ini aku sembunyiin dari kamu. dan aku sudah setadium akhir dan aku ingin menghabiskan masa masa terakhirku dengan orang yang aku sayangi yaitu kamu mam . apa sudah gak ada rasa cinta itu untuk ku lagi mam . aku berharap kamu mau menemaniku dimasa ini mam"itulah kata kata khori yang membuat imam bimbang dan dia memutuskan untuk mempertimbangkannya. dan melukai gadis yang dia cintai bahkan mereka hampir menjalin hubungan yang akan lebih serius lagi.
"bagiku semua jawaban kamu dibawah tadi sudah menjelaskan semua mas . aku benar benar gak papa" ucap chaca mencoba untuk tersenyum walaupun air mata mewakilinya bahwa dia benar benar hancur
"anggaplah aku hanya seseorang yang mampir dikehidupan kamu mas. aku ingin kita sudah i hubungan yang hanya singgah sementara ini. aku ingin kamu bahagia mas dan kebahagiaan kamu bukan sama aku"lanjut chaca seraya menunduk
"kamu ngomong apa sih sayang. aku gak mau hubungan kita berakhir kamu segalanya buat mas sayang jangan mikir kaya gitu. mas bener bener sayang sama kamu sayang. jangan tinggalin mas "ucap imam yang ikut menitihkan air mata
"sayang yang seperti apa mas . apa ini yang namanya sayang jika kamu sudah memiliki kekasih tapi kamu mempertimbangkan wanita lain untuk bertunangan dengannya!"suara chaca yang naik satu otaf kesal kecewa marah menjadi satu
"maka dari itu kita akhiri semua ini . apa kamu gak sadar bahwa jawaban kamu dibawah tadi membuktikan bahwa aku gak ada dihati kamu mas . aku mungkin hanya pelampiasan kamu saja , sudah cukup kamu bodohi dan bohongi aku terus terusan . aku ingin kita akhiri ini semua ,secara baik baik !"lanjut chaca
"aku gak bisa!" tegas mas imam
"aku gak minta persetujuan kamu. tapi ini sebuah pernyataan dari aku bahwa aku dan kamu sudah gak ada lagi hubungan apapun."
"kamu kenapa egois gitu sih ca!"
"kamu yang egois mas. aku gak bisa menjalin dengan seseorang yang akan bertunangan"tegas chaca
"aku ada alasan lain untuk semua ini cha. khori sakit dia setadium akhir dia minta aku buat temenin dia buat masa masa terakhirnya kamu ngerti ngak sih ca !"jelas imam tegas
__ADS_1
"iya aku ngerti mas . tapi kamu apa ngerti sama perasaanku mas ? bahkan kamu dengan mudahnya bilang seperti itu tadi dibawah. aku sakit mas hancur , jadi tolong lepasin aku . aku gak mau jatuh terlalu jauh lagi. "ucap chaca seraya terduduk jongkok dihadapan imam tangisnya pecah menyembunyikan wajahnya dikedua lututnya menggambarkan betapa rapuhnya gadis ini.
"syang "ucap imam seraya ingin merengkuh gadisnya
"jangan sentuh aku mas . aku memang anak kecil yang mudah sekali dipermainkan "ucap chaca seraya tersenyum kecut
"aku dan kamu mulai detik ini sudah gak ada hubungan apapun lagi"teriak chaca seraya menarik gangang pintu segera berlari kebawah tanpa memperdulikan handphonenya lagi yang belum ketemu.imam mematung dan melihat gadisnya yang benar benar menyudahi hubungan bahkan yang baru saja terjalin.
dibawah chaca menuju toilet tamu membersihkan wajahnya dan menempelkan bedak tipis supaya tidak terlihat menanggis . karna sepertinya semua orang dibelaang karna ada suara gaduh disana dia memutuskan untuk kebelakang terlebih dahulu ingin berpamitan dengan mantan calon mertuanya dan juga kakak ipar gesreknya. tapi setelah sampai didepan pintu belakang dia mematung mengamati pemandangan disana yang sedang asyik bercanda tawa bahkan sudah ada mas imam yang duduk bersebelahan dengan mbak khori tak lupa juga kedua orang tua mbak khori yang sudah ikut bergabung. chaca menghela nafas panjang dan menghampiri mereka.
"permisi om tante . saya mau pamit undur diri terlebih dahulu" suara chaca menghentikan aktifitas mereka yang sedang bercanda dan menjadikan objek suara pusat perhatian mereka
"loh kenapa sayang"tanya mama aisyah gugup
"sini nak ikut kami kita sekalian merayakan kembalinya imam dan khori yang rencananya akan bertunangan sebulan lagi. "ucap tante zia
deg
" oh gitu ya tante kalo gitu selamat ya mbak khori dan mas imam semoga kalian bahagia lancar sampai pernikahan nanti" ucapku seraya mencoba untuk tersenyum tulus
"loh bukannya imam mau tunangan sama ka.."ucap kak ikhsan yang cepat cepat kubekap mulutnya
"mohon maaf om tante semua saya pamit dulu ya . mbak salsa pinjem pacarnya bentar ya" ucap chaca
"mbak ikut kalian dek" ucap mbak salsa yng mungkin tau apa yang kurasakan saat ini. yang kujawab anggukan. kulirik mas imam sekilas dan dia hanya diam saja . sakit sekali mungkinkah diamnya dia benar benar merelakanku.
Ya Allah jika dia bukan jodohku maka jauhkanlah jika dia memang jodohku tolong dekatkanlah doaku didalam hati seraya memejamkan mata
__ADS_1
"kak ikhsan tolong tunggu aku didepan sama mbak salsa ya" yang dijawab mbak salsa anggukan dan menyeret sang kekasih
"om tante sekali lagi saya ucapkan terimakasih karna sudah diundang disini dan juga minta maaf jika banyak salah"ucap chaca seraya mencium takzim satu persatu orang tua disana. muka papa terlihat datar dan sendu aku tau papa adi sangat menyayangiku. dan mama antara merasa bersalah dan setuju dengan keputusan anaknya.
"papa sama jaga kesehatan ya" ucapku pelan didalam pelukan papa adi yang dijawab anggukan oleh papa
"mama juga jaga kesehatan ya ma. semoga kalian selalu bahagia" ucapku pelan seraya menepis air mata yang jatuh
"permisi"kata kata terakhirku tanpa berpamitan dengan kedua kekasih yang akan segera melaksanakan pertunangan
..........................
"ca . kamu gak mau perjuangin imam"tanya kak ikhsan setelah kita didalam perjalanan menuju pulang. aku duduk dibelakang dengan mbak salsa yang dari tadi nenangin aku karna tangisku pecah sedari tadi dipelukannya
"berjuang sendiri itu gak mudah kak"
"ada kita cha . iya kan sayang"ucap ikhsan yang meminta persetujuan sang kekasih malah mendapatkan pelototan tajam
"bukan gitu kak . tapi buat apa kita berjuang jika yang diperjuangkan tidak mau kak. sakit kak berjuang sendiri"ucap chaca
"lah kan kita mau bantu cil. lagian kamu kenapa nanggis kaya gitu emang keperawanan kamu udah diambil sama imam ?" tanya ikhsan yang membuat dua orang dibelakang kesal
"hua mbak salsa kenapa kak ikhsan jahat banget sih emang aku cewek apaan"ucap chaca seraya menghentak hentakkan kakinya
"kak aku gak mau pulang ketempat nenek ini sudah malam aku gak mungkin pulang kesana lagian nanti nenek panik liat aku kaya gini. yang ada aku diaduin sama ayah bunda abis itu aku dikirim ke luar negeri"ucap chaca
"terus kita mau kemana dong cil?"tanya kak ikhsan
__ADS_1
"gak tau kamu yang mikir dong kak kita mau kemana lagian aku kan pikiranya lagi jundet kenapa dari tadi kamu bikin aku kesel terus kak"kesal chaca
"udah ca gak usah ditanggepin dia . biar dia yang mikir kita mau kemana ya "ucap mbak salsa menenangkan