
Jalanan disini memang padat karna ini dikota banyak sekali kendaraan yang melaju dengan tujuan masing masing karna ini pagi ada yang berangkat kerja , sekolah dan lain lain .
Pagi ini imam cemas dan juga kesal secara bersamaan . cemas dengan keadaan chaca yang dia sendiri pun tak tau bagaimana keadaannya saat ini , pikirannya kacau karna istri yang sangat dia sayangi tiba tiba masuk rumah sakit dalam keadaan pingsan didalam taxi . Imam merasa bersalah karna tadi dia sempat melupakan kehadiran istrinya disana , imam yakin kepergian chaca tadi karna kecewa terhadap dirinya yang memeluk wanita lain apalagi chaca tau risya wanita masa lalunya , walaupun semua salah paham tapi chaca tak melihat dan mendengar sampai akhir .
"Astaga , kenapa pagi ini jalannya rame banget " kesal imam yang sedari tadi merasa kesal karna jalanan tak lengang padahal biasanya juga begitu tapi karna imam sedang cemas ya jadi gitulah dia kesal jadinya .
"Sus , mau tanya cewek yang pingsan ditaxi dimana ya ?" tanya imam setelah sampai dibagian pendaftaran
"Oh ini mas yang tadi ya ? ini hp mbaknya mas dan mbaknya sedang diruang ugd sebelah sana " ucap suster itu seraya menyerahkan ponsel chaca setelahnya menunjuk ruang ugd yang tak terlalu jauh
"Makasih sus" ucap imam melengang pergi tanpa menanti jawaban suster tersebut
Ceklek
"Dok bagaimana keadaan istri saya ?" tanya imam setelah pintu ruang ugd terbuka
"Mohon maaf mas ... " ucap dokter tersebut terjeda karna imam telah memotongnya
"Saya gak mau denger kata maaf dari anda dok . saya tanya bagaimana keadaan istri saya ?" ucap imam khawatir apalagi tadi dokter sempat berkata maaf
"Hufft mas , tenang dulu ya . istri mas masih ditangani didalam dan saya bukan dokter yang memeriksa istri mas . lebih baik anda masuk terus bilik no 2 disana istri mas berada " ucap dokter itu setelahnya melengang pergi dengan muka datarnya
srekkk
"Sayang " ucap imam menghampiri chaca yang masih diperiksa dokter wanita
"Gimana keadaan istri saya dok?" tanya imam
"Sepertinya istri anda harus dibawa keruangan obgyn pak " ucap dokter tersebut setelah memeriksa detak jantung dengan alatnya
"Obgyn ?" tanya imam heran karna dia tau itu ruangan apa
"Iya , sepertinya istri anda sedang mengandung. Tapi lebih jelasnya diperiksa saja dengan dokter ahlinya " jawab dokter perempuan itu "Saya tadi sudah minta suster untuk hubungi dokter kandungan supaya langsung diperiksa , saya takut nanti terlambat menangani malah terjadi hal yang tidak diinginkan " lanjutnya
"Dokter , bu ismi sekarang sudah datang katanya tadi suruh langsung bawa aja keruangannya " ucap suster yang baru saja telfon membuat imam tak jadi berucap
"Ya sudah kita bawa sekarang sus, pasien masih belum siuman juga soalnya " jawab dokter
"Biar saya gendong dok biar cepat , tolong tuntun jalannya ya dok diruang sebelah mananya " ucap imam yang langsung menggendong chaca ala bridal
__ADS_1
"Oh kalo gitu mari pak " ucap dokter itu mendahului imam
"Sayang , maafin mas . kamu harus kuat sayang " ucap imam menatap chaca yang wajahnya terlihat lelah dengan mata yang sembab bahkan jejak tetesan air mata masih bisa dia lihat , sakit rasanya melihat chaca seperti ini , sungguh imam tak sanggup melihat orang yang begitu dia cintai dalam keadaan seperti ini . apalagi diperkirakan chaca sekarang sedang hamil jika terjadi apa apa imam tak bisa memaafkan dirinya .
"Sayang tolong kamu harus kuat untuk kita dan buah hati kita " bisik imam
ceklek
"Dokter ismi ini pasien yang dibicarakan suster nia tadi , " ucap dokter yang tadi memeriksa chaca
"Ohh iya terimakasih dok sudah diantar , kalau begitu silahkan dibaringkan disana ya mas . ditemani aja gak papa mas , saya tau anda sedang khawatir " ucap dokter ismi dokter kandungan tertera diplat mejanya
"Kalau begitu saya permisi dok " ucap dokter sebelumnya
"Iya dok terimakasih "ucap dokter ismi
"Terimakasih dok , untuk penanganannya dan sudah mau mengantar saya kesini" ucap imam
"Sama sama pak " ucap dokter itu dan segera berlalu
"Saya periksa dulu ya " ucap dokter ismi dan mulai memetiksa chaca dari mulai mentensi detak jangtung
"Saya lupa persisnya kapan dok ,tapi sepertinya udah sebulan gak dapet " jelas imam membuat dokter itu mengangguk
"Sus , tolong disiapkan alat usgnya ya " ucap dokter ismi duduk dikursi menunggu suster yang sedang membantunya menyiapkan beberapa keperluan
"Eughh" perlahan tapi pasti chaca mulai membuka sedikit demi sedikit kelopak matanya
"Sayang " lirih imam mengenggam erat tangan chaca yang sedari tadi tak dilepasnya
"Mas , ini dimana ?" tanya chaca yang bingung dan juga belum mengingat kejadian tadi pagi
"Sayang , kamu tenang ya jangan berfikir yang tidak tidak kita sekarang dirs " jelas imam
"Sudah siap dok " ucap suster
"Baiklah sekarang kita cek ya , semoga aja benar mbaknya sedang hamil, kebetulan juga mbaknya sudah sadar . saya buka sedikit bajunya ya mbak" ucap dokter ismi menyingkap baju yang dikenakan chaca . chaca hanya diam dia sudah mengingat kejadian tadi pagi , semua tercetak jelas didalam ingatannya . Matanya berkaca kaca melihat layar yang ada disebelahnya .
"Terimakasih sudah hadir disaat momy butuh kekuatan nak . maafkan momy yang gak bisa pertahanin dady kamu sayang " ucap chaca lirih yang hanya bisa didengar imam karna imam saat ini mencium keningnya tapi imam paham jika chaca marah padanya
__ADS_1
"Selamat ya mbak mas , mbaknya beneran sedang hamil 4 minggu " ucap dokter
tes
Air mata chaca jatuh entah rasanya tak bisa dia jelaskan karna bahagia dan rasa kecewa sakit yang dia dapatkan secara bersamaan . Chaca membiarkan imam menggengam tangannya mencium keningnya cukup lama dan terus mengatakan rasa sayang dan terimakasih tetapi chaca hanya diam dengan segala pikiran yang ada . Bahkan setelah dirinya selesai diperiksa sampai menjelaskan ini itu tak ada kalimat yang mampu dia serap karna saat ini fikirannya berkelana kemana mana .
"Jangan terlalu banyak pikiran ya mbak . biar babynya sehat dan berkembang dengan baik dan sehat ibu dan debaynya ." ucap dokter tersebut memberikan vitamin ke imam sambil tersenyum kearah chaca
"Terimakasih dok " ucap chaca membalas senyum ramah dokter tersebut
"Kalau begitu kami permisi dok , sekali lagi terimakasih " ucap imam
"Sama sama mas " jawab dokter
...****************...
"Kenapa dilepas dek ?" tanya imam dengan kening yang berkerut
"Aku bisa jalan sendiri , " ucap chaca dingin
"Hufft , sayang kamu dengerin penjelasan mas ya . sekarang kita pulang dulu baru mas jelasin " ucap imam
"Aku gak mau, mas balik aja saya juga mau pergi " ucap chaca dingin menatap imam yang juga menatapnya sayu
"Pergi menjauh dari kehidupan kamu yang tidak bahagia bersamaku " ucap chaca tersenyum kecut
"Kamu ngomong apa sih yang" ucap imam frustasi
"Kita pulang dulu baru mas jelasin " lanjut imam tegas dan menggandeng tangan chaca erat .
Chaca tersenyum gembira kala dia menatap imam yang mengandeng tangannya dengan erat .
Chaca mengirim pesan singkat kepada seseorang yang berisikan.
Me
Kita otw pulang kak
...****************...
__ADS_1