NIKAH MUDA DAN CERITAKU

NIKAH MUDA DAN CERITAKU
momy kalah sayang


__ADS_3

Imam dan chaca yang belum sempat kabur mengurungkan niatnya karna kedatangan seseorang yang membuat chaca menjadi malas .


"Abis masak sya" jawab imam karna tak ada tanda tanda arif mau menjawab . imam tau karna pasti sahabatnya kali ini sudah diambang batas kesabaran dan rasa sakit itu pasti ada kecewa marah itulah yang imam dapat lihat dari sahabatnya .


"Ohhh . aku bantuin kak " ucap risya menghampiri arif


"Gak usah , saya bisa sendiri " ucap dingin arif tanpa menatap kearah risya yang sudah disampingnya


"Kakak marah sama aku , ngomongnya kok dingin gitu ?" ucap sendu risya menatap arif yang tak mau menatapnya "Aku ada salah ya sama kakak ?" lanjutnya


"Sini kak biar aku yang lanjutin , lebih baik kakak selesaiin dulu masalahnya " ucap chaca


"Ca ..... " protes arif


"Mau aku marahin lagi" ucap chaca melotot kearah arif


"Hufttt ,, oke adikku sayang kalo gitu kakak tinggal ya " ucap arif lembut membelai rambut chaca yang membuat imam mendengus kesal


"Apa gak terima" sinis kak arif


"Sama aku juga gak terima"lanjut arif yang kesal karna tingkah kekasihnya


"Mending kalian selesaiin bertiga deh kan itu masalah kalian bertiga" ucap chaca sedikit ketus


"Sayang ... " protes imam


"Apa ? kamu gak percaya kan sama aku ,! makanya tuh tanya langsung sama orangnya . apa maksudnya kayak gitu " ucap chaca sinis melirik sekilas kearah risya yang entah pura pura atau apa mukanya dibuat seolah olah tersakiti .


"Sini kamu sya , pinjem hp lu mam " ucap arif , risya duduk disebelah arif dan imam berlalu kekamar mengambil hpnya


"Nih " ucap imam meletakkan hpnya didepan arif dan duduk disebelah arif


"Kamu sayang gak sama aku sya ?" tanya arif menatap manik mata hitam pekat yang begitu indah


"Maksudnya kak ? kenapa tanya gitu ? jelas jelas aku pacar kakak ya aku sayang sama kakak " jelas risya


"Kamu juga masih sayang sama imam ? " tanya arif lagi , seketika ucapan arif membuat risya terdiam menunduk


"Kenapa tanya gitu kak " lirih risya

__ADS_1


"Kamu yang kirim foto foto ini kan ?" ucap arif menaruh handphone imam secara kasar dimeja , sontak rissya langsung melihat foto itu .


"Kenapa kamu mau pacaran sama aku , kalo kamu masih cinta sama imam ? kenapa kamu ngirim foto2 chaca ke imam biar mereka berantem hah?" kesal Arif membentak risya karna rasa sakit yang menjalar keulu hatinya tak bisa dia tutup tutupi lagi , semalam pun arif sudah memikirkan sampai gak bisa tidur dan ini lah puncak kemarahan seorang arif yang terkenal sangat baik dan penyabar . tetapi bukankah orang yang penyabar sekali marah uhhh pasti menyeramkan pikir othor .


"Iya kak . kalo aku masih cinta sama mas imam kenapa ? bahkan akhir akhir ini kita sering komunikasi ." jelas risya


Deg


Tidak hanya arif yang kaget tapi juga chaca yang sedari tadi menyimak perbincangan mereka . Chaca meremat kain lap yang baru saja dipegangnya karna sudah selesai menggoreng dan cuci tamgan . Bukankah akhir akhir ini dirinya dan imam memang jarang berkomunikasi dia fikir karna imam sedang sibuk belajar untuk ujian pikirnya .


"Dan bukankah dulu mas imam pernah bilang kalau kita menjaga hati masing masing , kamu akan menungguku pulang dari study diluar negeri sambil menunggu perasaan kak arif hilang untukku , tapi apa yang aku dengar ketika aku sampai disini . kamu sudah menikah dengan wanita lain . sakit rasanya . Makanya aku memilih untuk jadian sama kak arif buat mastiin perasaan kamu mas ? aku yakin kamu juga masih cinta kan sama aku mas ? bahkan kamu juga bilang rindu kemarin makanya aku langsung kesini mas " ucap risyya yang sudah menanggis menumpahkan isi hatinya yang pilu menjaga hati selama bertahun tahun tapi ternyata dia dikecewakan begitu mendalam .


"Sya ... " ucap imam menghampiri risya dia tak tega melihat risya seperti ini karna dirinya . karna dia yang sudah membuat gadis ini menderita sakit dan kecewa . Dipeluknya risya untuk menenangkan gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri . Ya, imam saat ini hanya menganggap risya sebagai adiknya tak lebih karna cintanya pada chaca tak akan pernah hilang secuilpun walaupun gadis masa lalunya telah kembali .


...Chaca yang melihat itu memilih pergi kekamar karena dia pikir imam masih sangat mencintai risya karna imam yang berstatus sebagai suami dengan gamblangnya memeluk wanita lain didepan matanya sendiri ....


"Maafkan momy sayang , momy gak bisa kasih kamu keluarga yang utuh . momy kalah sayang " lirih chaca yang menanggis pilu , dia kalah karna gak bisa memenagkan hati imam selama ini ternyata masih ada wanita lain dihati imam . chaca lekas mengambil tas dompet dan juga hpnya dia memilih pergi dari pada terus disini . chaca keluar dan dia masih melihat imam yang memeluk risya , sakit rasanya diusapnya secara kasar dan lekas pergi dari kost tersebut .


"Loh ca , mau kemana ? kenapa nanggis ?" tanya riyan yang kebetulan entah dari mana dia bertemu di depan gerbang


"Bukan urusan kakak" ketus chaca dan segera naik taksi yang kebetulan lewat tanpa menghiraukan riyan yang berkali kali memanggilnya.


"Jalan pak" ucap chaca


"Jalan saja dulu pak saya pikir dulu" ucap chaca memijit pelipisnya karna pusing . entah kemana dirinya saat ini akan pergi tak mungkin dia pulang kerumah orang tuanya apalagi balik kerumahnya dan imam pasti akan menemukannya cepat atau lambat chaca yakin imam pasti akan mencarinya . Memikirkan hal itu kepala chaca tambah pusing pandangannya mulai kabur dan ....


brukkkk


"Mbak " pekik sopir yang kaget karna chaca pingsan


...****************...


"Kalian apain adik gue !" pekik riyan yang melihat risya menanggis tersendu sendu disamping arif dan juga imam yang sudah melepas pelukannya dan meminta maaf berkali kali kepada risya. Riyan sampai lupa akan menanyakan kenapa dengan chaca karna dia kaget melihat adik semata wayangnya dengan wajah yang sudah berantakan mata membengkak dan muka yang merah .


"Kamu kenapa dek ? siapa yang udah jahatin kamu ? kamu diapain sama mereka ?" tanya riyan yang berjongkok didepan risya


"Risya masih cinta sama mas imam kak ." lirih risya terus terang


"Bukankah kamu pacaran dengan arif sya ? sadar sya , imam sudah punya istri " bentak riyan gak habis pikir dengan adiknya

__ADS_1


"Bukankah kakak sudah suruh kamu lupain imam sejak dulu . bahkan kakak juga sudah bilang kalau imam sudah punya wanita lain . bahkan kamu sudah bilang kekakak ya sudah dan kamu lupain imam kan . kenapa sekarang gini ?"tanya riyan


"Gak tau kak" lirih risya


"Imam sudah punya istri sya , kamu gak boleh gini " ucap riyan , risya hanya diam .


"Aku bebaskan kamu dari hubungan kita sya" ucap arif tiba tiba yang sejak tadi hanya diam saja karna dia semalam sudah berfikir ini bakal terjadi.


"Aku gak mau kak , aku sayang kak arif " jawab risya menatap arif


"Jangan gila sya kamu sayang arif tapi juga masih cinta sama imam " bentak riyan


"Cukup yan , bagaimana pun dia adik kamu .Dan kamu sya , maaf jika selama ini kakak punya salah sama kamu . Aku tau kamu sayang sama kakak tapi itu mungkin hanya pelampiasan kamu saja . Sekali lagi aku minta maaf dan mulai sekarang kita sudah gak ada hubungan apa apa lagi " ucap arif datar dan tulus dari hatinya karna tak mungkin dia mengikat gadis yang tidak mencintainya maka dari itu arif memilih membebaskannya dari sebuah kata pacar.


"Kak ... " lirih risya


"Aku gak papa . asal kamu bahagia " ucap arif mengelus lembut pipi risya memghapus jejak air mata yang berjatuhan disana.


"Sya dengerin mas ngomong , huftt . sekali lagi mas minta maaf sama kamu , bukannya aku kasih harapan kekamu itu bukan bahkan ketika riyan sudah tau aku menikah aku minta tolong ke riyan buat jelasin kekamu dan kasih pengertian kekamu kalau aku gak bisa tepatin kata kata aku dulu kekamu . Aku sudah lama menghapus rasa itu semenjak aku mengenal istriku , aku mohon sama kamu lupain rasa kamu ke aku karna bagaimanapun aku sudah menjadi suami orang dan sampai kapanpun aku gak bisa balas rasa kamu lagi . Aku yakin kamu pasti bisa dapetin lelaki yang lebih baik dari aku , sekali lagi aku minta maaf " ucap imam tegas


"Huffftt . iya risya minta maaf kalo risya kekanakan . risya janji bakal hapus perasaan ini . tapi kak arif risya beneran sayang sama kakak " ucap risya


"Maaf sya , kakak gak bisa berhubungan denganmu saat ini karna kakak takut itu hanya pelampiasan kamu saja " jawab arif yang membuat risya meneteskan air mata


Drttttt drttttt drttttt


"Ada telfon mam " ucap arif menyerahkan hp imam yang berada dimeja


"Biarin aja , pagi pagi gini gak penting kali " timpal imam


"Ehhh tapi kok yang telfon ini my wife ya ? bukannya chaca tadi masuk kamar ?" tanya arif yang bingung . ya , dia tadi sempat melihat chaca yang masuk kamar tapi tak melihat perginya


"Astaga , aku lupa ! si chaca tadi pergi buru buru sambil nanggis" pekik riyan yang baru sadar


"Astaga " pekik imam "sini hpnya" ucap imam segera menggeser layar hijau


"Hallo sayang kamu dimana ?" tanya imam khawatir


"Maaf mas ini dari rumah sakit , mau mengabarkan bahwa sanya mbak yang memiliki hp ini sekarang sedang dirumah sakit karna tadi dia tiba tiba pingsan didalam taksi " jelas seorang wanita yang entah dia tidak tahu

__ADS_1


"Apa ! kirim lokasinya " pekik imam segera bergegas menggambil kunci motornya yang berada dikamar


" Sayang maafin aku " lirih imam


__ADS_2