
Setelah itu Adelia di bawa ke rumah sakit bersama dengan Zaskia. Wali kelas Adelia serta kepala sekolah ikut mendampingi ke rumah sakit.
Tak lama setelah pemeriksaan selesai, Adelia di harusnya rawat inap "Kalau begitu kamu tolong hubungi keluarganya..." Pinta kepala sekolah. Zaskia mengangguk, sebelumnya ia di belikan baju hangat oleh kedua gurunya. Zaskia tidak bisa menghubungi keluarga Adelia sebab ia tak ingat nomoor ponsel ibu Adelia.
"Pak, Bu, saya ijin pulang dulu bagaimana? soalnya saya tidak punya nomor orang tua Adelia. Rumah kami tidak terlalu jauh" jelas Zaskia.
Kedua guru tersebut mengijinkan Zaskia pulang. Setelah mencari ojek online Zaskia meluncur ke rumah Adelia. Kebutan ketika ia berhenti di depan rumah Adelia, tidak ada orang satu pun. Ibu Adelia juga belum pulang. Zaskia panik bukan main. "Mending langsung ke kebun saja" Zaskia berlari sekuat tenaga
Di persimpangan jalan, Zaskia melihat ada ibu Adelia turun dari mobil yang mengangkut teh "Ibu Adel...." Teriak Zaskia.
"Hati hati nak, banyak kendaraan" Ucap Ibuda Adel kala melihat sahabat putri berlarian di jalan raya.
__ADS_1
Dengan nafas terengah engah "Adelia masuk rumah sakit, bu"
"Apa? rumah sakit mana? terus Adelia kenapa?" Dengan paniknya ibu Adelia meminta ZAskia mengantarnya.
Di sisi lain Tristan berbaring di rumah karena sakit. Ia merasa bosan, akhirnya memutuskan duduk depan rumah. Dari kejauhan nampak Zaskia dan ibu Adel berlarian "Kenapa mereka panik? apa yang terjadi" Di saat kedua orang di tepi jalan naik angkutan umum, segera Tristan mengambil kunci motornya. Perasaannya tidak enak. Meski badannya juga kurang sehat tapi, ia merasa ada hal buruk menimpa Adelia.
Hambir setangaj jam Tristan mengejar angkutan umum tersebut, lalu tibalah mereka di depan rumah sakit "Siapa yang sakit? apa mungkin Adelia" Segera ia memarkirkan motor, mencari kedua orang tadi namun dia kehilangan jejak "Astaga, di mana mereka" Sambil mencari cari keberadaan keduanya.
Perawat tersebut memeberi tau bahwa Adelia di rawat di salah satu kamar. Segera Tristan berlari sekuat tenaga, sesampainya di depan ruangan ia melihat dua guru sekolah dan ibu Aselia tengah bercakap cakap "Gawat kalau sampe ketahun" Untuk sementara Tristan suduk di kursi depan ruangan rawat seseorang, menunggu kepergian kedua gurunya.
Setelah mereka pergi, segera Tristan menuju ruang rawat Adelia "Adelia..." Tristan menghampiri Adelia yang masih belum sadarkan diri.
__ADS_1
"Tristan, kok kamu bisa ada di sini?" heran Zaskia.
"Kamu temannya Adelia?" Ibu Adelia pun menatapnya dari ujung kaki sampai ujung kepala "Sepertinya kamu ini adalah..." Mengingat sosok laki laki yang ada di bingkai foto Adelia.
"Saya taman dekat Adelia, tante" Tuturnya sambil menggapai tangan Adelia"Kenapa dia sampai seperti ini?" Tatapan mata Tristan tertuju pada Zaskia.
"Kita ke luar, biar aku jelaskan semuanya. Zaskia menyeret Tristan keluar lalu menceritakan semua kejadian dari awal hingga akhir. Tristan memukul tembok di sampingnya "Sial, sehari saja Adel tidak bersamaku dia terluka separah ini. Lihat saja aku akan beri mereka pelajaran"
Zaskia merasa mereka saling cinta, sampai amarah yang Tristan luapkan menggambarkan semuanya. "Jangan gegabah. Kata kepala sekolah hari ini juga akan memberikan mereka hukuman. Kita sama sama tau di sekolah kita sangat di larang bullying. Mereka akan kena SP dari sekolah. Sekarang kita fokus sama Adelia saja" Jelas Zaskia.
Tristan pun kembali masuk melihat kondiai Adelia.
__ADS_1