OH MY NDUT

OH MY NDUT
Tamat


__ADS_3

Dua hari kemudian. Tristan tengah berkaca sambil melihat wajah tampannya. Mematut depan cermin dengan setelan jas abu "Udah ganteng maksimal. Tinggal beli bunga kesukaan Adelia" Ia pun segera mengarah ke acara Adelia. Tanpa dia tau acara terselenggara untuk apa.


Di sisi lain Abraham tengah meluncur ke tempat terselenggaranya acara. Penampilan tidak di ragukan lagi, di tambah dengan ketampanan khasnya."Saya tidak sabar bertemu dengan wanita tercinta. Membayangkan wajah cantiknya saja membuat jantung berdegub kencang" Sambil tersenyum membayangkan penampilan cantik Adelia.


Tak berapa lama sampailah di depan gedung terselenggaranya acara. Melihat banyak orang berdatangan juga janur kuning melengkung depan pintu membuatnya terbelalak"Loh kok rame banget, terus ada janur kuning? seperti ada orang nikahan. Apa mungkin kerabat Adelia menikah, atau bagaimana? kenapa Adelia tidak bilang padaku terlebih dahulu" Ujar Abraham sembari menghubungi Adelia. Namun, tidak ada jawaban darinya. Langkah kaki perlahan mendekat. Ketika baru saja memijakkan kaki di atas permadani merah, tiba tiba langkahnya terhenti. Kedua mata mengarah pada seorang bidadari cantik tengah duduk di pelaminan. Wajah bahagia penuh senyum tergambar jelas di wajah Adelia. (Jadi ini alasan dua tidak pernah memberi saya ruang dalam hatinya)Ia terkejut kala melihat sosok Adelia duduk di pelaminan bersama seorang pengantin lelaki. Ia terpaku sejenak. Hati bagai tergores ribuan pisau. Begitu menyakitkan sampai air mata ikut bicara. Lolongan kesedihan terlihat jelas dari matanya. Gemuruh kehancuran membelit hati (Apa semua ini mimpi? kenapa secepat itu kenyataan menghantam hidup ini) Hampir tidak percaya dengan apa yang di lihat.


"Silahkan duduk, pak" Seorang wanita mempersilahkan duduk kepada para tamu undangan, begitu pula dengan Abraham.


Tidak lama kemudian datanglah Tristan dengan membawa buket bunga "Loh ini siapa yang menikah? kenapa ada janur kuning? apa mungkin abangnya Adelia?" Segera turun dari mobil lalu berjalan masuk ke dalam. Baru benerapa lamgkan ia di kejutkan dengan sepasang penganting. Melihat Adelia tengah bersanding dengan seorang lelaki membuat sesak nafas"Dia? jadi selama ini mereka menjalin kisah di belakang gue"

__ADS_1


Ya, lelaki yang saat ini bersanding dengan Adelia adalah Doni. Mantan kekasih Adelia semasa dulu. Dengan hati terluka perlahan kaki berjalan ke arah pelaminan.


"Sayang, dia datang" Doni memberitahu Adelia bahwa Tristan tengah mengarah ke arah mereka.


Dari tatapan mata Tristan, Adelia melihat ada kesakitan di dalamnya "Sudah saatnya dia tau tentang hubungan kita, mas. Aku tidak mau menatuh harapan palsu untuk siapa pun. Ini pilihan terbaik dalam hidup ku. Biarkan dia sadar bahwa apa yang di tinggalkan tidak akan pernah kembali lagi. Kecuali itu kamu" Beralih pandang menatap sang suami. Dulu ia juga sempat di campakkan. Namun, semesta menyatukan mereka kembali.


Doni tersenyum "Jodoh pasti bertamu tuannya"


Tatapan Tristan mengarah pada Adelia "Jadi ini kejutan yang kamu maksud. Sungguh, aku sangat terkejut" Ucap Tristan sambil mengulas senyum getir.

__ADS_1


Doni langsung menjabat tangan Tristan yang tadinya hendak menggapai tangan Adelia "Kejutan, bukan? kalau jodoh pasti bersatu. Meski kami pernah terpisah oleh beberapa orang, akhirnya kami di persatukan oleh Takdir"


"Selamat ya atas pernikahan kalian" Tatapan Tristan beralih pada Adelia. Sebelum Tristan turun dari pelaminan Abraham pun ikut naik "Kamu sukses memporak porandahkan hati saya. Tapi, selamat ya buat kalian berdua." Dengan hati hancur mereka berdua berusaha menghadapi kenyataan pahit.


Adelia terdiam sejenak kala Abraham mengulirkan tangan hendak memberi selamat "Semoga kalian bahagia"


Adelia menjabat tangan Abraham "Terima kasih banyak, pak. Maaf bukan saya tidak menghargai perasaan anda, tapi saya sudah punya pilihan. Sudah saatnya anda mencari wanita yang jauh lebih pantas bersanding dengan anda. Saya yakin di luar sana ada banyak wanita siap menerima cinta anda"


Tersenyum kecut "Di luar sana memang banyak wanita, tapi yang tulus jarang."

__ADS_1


"Sudahlah, bro. Kisah kita sudah berakhir sampai di sini. Kita kembali pada hidup kita masing masing. Biarkan Takdir membawa kita pada kehidupan baru" Tristan merangkul Abraham lalu mereka turun dari pelaminan. Adelia dan Doni saling bertetap muka saling mengembangkan senyum.


__ADS_2