OH MY NDUT

OH MY NDUT
Ep 33


__ADS_3

Jika waktu bisa bicara maka saat ini waktulah yang menjadi saksi atas ketidak adilan yang telah menimpa Adelia. Perjuangan penuh duri telah ia lalui dengan baik. Tapi, masih saja ada serpihan kerikil yang membuatnya sakit.


Tuhan. Kenapa aku tidak bisa hidup seperti yang lainnya...


Di bawah puing puing derita, Adelia mencurahkan sakit dalam hatinya.


Kini Adelia berada di sebuah taman dekat rumahnya, ia menangis di bawah pohon. Hatinya hancur.


Tiba tiba saja ada sebuah tangan menyentuh pundaknya "Sabar, Del...."


Adelia menoleh melihat sosok Doni tengah berdiri di belakang kursi panjang yang ia duduki. Adelia pun segera mengusap air matanya.


"Nggak usah bersembunyi di balik wajah polos kamu itu(Duduk di samping Adelia) aku mengenal kamu jauh sebelum dia datang." Menatap wajah Adelia. Di lihatnya air mata tertahan di pelupuk mata. Tatapan matanya terasa hampa.

__ADS_1


"Ngapain kamu kesini" ucap Adelia.


"Akan ku pinjamkan bahu untuk kamu. Jangan kamu tahan lagi sakit itu, luapkanlah...." Sembari menepuk pundaknya sendiri.


Adelia menatap Doni sejenak.


"Kenapa wanita gemuk seperti aku selalu saja gagal dalam mencinta, apa salah jika wanita gemuk seperti aku ingin di cintai dengan tulus" Rasa sakit tengah mengalir di setiap aliran darah, hingga tanpa di sadari Kepala Adelia bersandar pada bahu Doni. Air mata pun tak dapat di bendung lagi. Semua meluap begutu saja.


"Bukan seperti itu. Bagaimana pun kamu saat ini, akan menjadi ratu di tangan orang yang tepat. Jika saja aku masih di beri kesempatan maka aku mau mengambil kesempatan itu" Ucap Doni sembari mengusap kepala Adelia.


"Please, kita bersama kembali. Aku akan menerimamu apa adanya. Sungguh, tidak akan ku sia siakan kamu lagi" Mencoba meyakinkan Adelia tenyang rasa yang ia miliki.


Air mata Adelia kembali meluap "Tolong jangan bicara omong kosong lagi. Apakah kalian semua belum puas melihat ku sesakit ini." Tatapan mata Adelia penuh penderitaan. Air matanya terus mengalir tanpa henti. Bayangan penuh luka terus terbayang di otaknya.

__ADS_1


"Maaf, del. Maksudku bukan seperti itu. Aku hanya..."Ucap Doni.


"Hanya apa? hanya akan menambah luka ini semakin dalam. Aku benci kalian semua..." Menghempas tangan Doni yang ada di lengannya lalu berlari menjauh darinya.


"Del, Adelia..." Doni bangkit dari duduknya lalu berlari kecil setelah berhasil melapaskan tangan Doni, kemudian berlari sekuat tenaga. Hati Doni merasa bersalah karena menyatakan isi hati di waktu yang salah. Ia mengira dengan menyatakan isi hatinya Adelia bisa melupakan rasa sakit itu lalu berpindah padanya, nyatanya Adelia malah semakin terluka.


"Astaga, aku ini kenapa sih nggak bisa kontrol diri" Doni menggerutu kesal sambil memukul mututnya sendiri.


Ketika Adelia berlari semakin menjauh Doni pun mempercepat langkah.


"Adelia, tunggu..." Teriak Doni saat Adelia berlari semakin jauh.


"Aarghh..." Kesal Doni.

__ADS_1


Di balik luka yang baru saja menimpa terselip ribuah luka kembali terbuka. Rasa sakit yang belum usai kembali terlukai olah masa lalu. Dalam dunia cinta pasti akan ada pihak yang melukai atau terlukai, jadi jangan pernah bermain cinta kalau tidak ingin terluka.


Cinta itu adalah pilihan, yang mana pilihan itu sangat sulit. Menggenggam bawa ke pelaminan atau melapaskan jodoh orang.


__ADS_2