OH MY NDUT

OH MY NDUT
Ep 26


__ADS_3

Setelah jam pelajaran usai, semua murid bersiap pulang. Kecuali beberapa mutid yang di hukum oleh kepala sekolah. Dari kejauhan Adelia melihat kekasihnya hujan pekyh sampai ia tidak tega. Ingin sekali ia menghampirinya sekedar memberikan minum, tapi mereka dalam pemgawasan para guru.


"Udah lah kita pulang aja..." Zaskia menarik tangan Adelia.


"Tapi..."


"Sudahlah, Del. Kalau kamu ikut keserat kan bahaya. Lihat saja bapak kepala sekolah terus mengawasi mereka, bisa bisa kamu ikut kena hukuman. Kita pulang aja yuk..." Zaskia memaksa Adelia pulang.


Dengan sangat terpaksa Adelia mengikuti kemauan Zaskia. Mereka pilabg bersama.


"Sampai jumpa besok..." Zaskia melambaikan tangan saat mereka sampai di persimpangan jalan. Tiga jalan bercabang memisahlan jarak keduanya.


"Oke, dah..." Adelai membalas lambaian tangan Zaskia lalu kembali berjalan menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah, Adelia segera menuju kamar, melihat boneka pemberian Tristan membuatnya mengingat sosok kekasihnya itu.


"Kok aku nggak tenang ya, kalau gitu nanti aku susul Tristan deh" Di lemparlah tas punggung miliknya ke ataa ranjang lalu menuju kamar mandi.


"Nak, kamu sudah pulang..." Tanya ibu Adel.

__ADS_1


"Sudah, Bu. Adel mau mandi dulu" Lantang Adelia dari dalam kamar mandi.


"Oh, ya sudah. Kalau begiti ibu mau antar kopi buat bapak dulu, nanti kamu langsung makan terus istirahat ya"


"Iya"


Setelah beberapa saat, Adel selesai mandi lalu menuju dapur.


"Aku sangat lapar sekali (Sambil menguspa perut) tapi aku masih diet" Awalnya ia hendak makan nasi tapi setelah ingat diet, segera dia menuju kulkas dan mengambil sisa salat dan ubi rebus.


"Ternyata kurus itu butuh perjuangan berat" Sambil menggigit satu ubi rebus lalu menuju ruang tamu.


"Masih lapar..." Matanya masih terbayabg betapa nikmatnya nasi putih tadi.


"Adelia, kamu harus kuat. Demi Tristan" Dengan teepaksa Adelia menahan rasa laparnya.


Tak berapa lama ia keluar rumah hendak melihat Trsitan di sekolahan.


"Mending aku belikan minum dulu..." Adelia mampir si sebuah warung pinggir jalan mwmbeli dua minuman, satu minuman dingin dan satu air mineral biasa.

__ADS_1


Adelia beejalan sampai ke sekolah. Sesampainya di sana, Adelia melihat pintu gerbang sudah teetutp sebagian. "Pasti sudah pada pulang..." Pikirnya.


Tiba tiba terdengar suara keributan dari sebuah ruangan. Karena penasaran Adelia pun mencari asal suara tersebut.


"Pokoknya aku mau kita putus" Ucap wanita tengah bersama dengan kekasihnya.


Si lelaki terlihat menggapai tangan wanitanya "Kamu jangan marah, sayang. Aku sangat mencintai kamu"


"Kalau gitu kamu harus pilih aku atau si gendut itu?"


"Tentu aku pilih kamu. Karena yang aku cintai hanya kamu seorang, masalah si gendut itu kamu tau sendiri. Aku hanya ingin membalaskan sendamku padanya, setelah itu aju akan mencampakkan dia begitu saja"


Songak Adelia terkejut mendengar ucapan laki laki itu. Setalah di lihat lebih dekat, ternyata dia adalah Tristan dan seorang gadis cantik berseragam sekolah. Sepertinya si gadis tidak berasal dari sekolah itu melainkan dari sekolah lain.


"Tapi waktu kamu habia buat dia. Kamu nggak lagi perduli sama aku, setiap kali di ajak jalan alasannya sedang sama dia. Di suruh anter sekolah alesannya dia. Kan aku jadi ngerasa tersisih" rengek gadis itu sambil menggelendot di bahu Tristan.


"Maafkan aku, sayang. Ini semu aku lakuin demi mambalaskan sakit hatiku ini. Cintaku cuma kamu seorang, nggak ada yang lain. Sumpah." Tristan menyentuh kening gadis itu lalu mengecupnya.


Adelia sangat terluka kala cintanya di permainkan, segera ia berlari dari tempat itu. Air matanya mengalir deras "Aku kita kamu tukus mencintaiku, nyatanya kamu hanya berpura pura" Adelia berlari sekuat tenaga.

__ADS_1


__ADS_2