
Sepulangnya dari pantai, Adelia melihat sosok Tristan tengah berbincang bincang bersama ibunya. Terlihat tawa di wajah Tristan sampai Adelia tak habis pikir, ternyata di balik senyum palsu itu terdapat banyak kebencian, meski Adelia sendiri sadar hatiya telah di permainkan sikap sok tulus Tristan.
"Makasih ya, bang. Ini ongkosnya" Adelai turun dari motor sambil memberikan uang kepada ojek online.
"Kamu dari mana,Del?" Tanya Tristan sambil bangkit dari duduknya.
Adelia hanya diam tanpa melihat Tristan sedikit pun.
"Adelia, sayang. Di tanya Tristan kok malah diem aja, sih" Sambung Ibu Ani, Ibunda Adelia. Beliau merasa keduanya sedang berselisih paham.
"Kamu duduk dulu, ibu mau masak" Adelia di paksa duduk oleh ibunya.
"Adelia capek, buk. Mau mandi dan istirahat"
Ibu Ani menggelengkan kepala, memberi kode kepada sang anak.
"Tapi, Buk..."
"Sudahlah, kalian ngobrol dulu, ibu masuk dulu" Ibu Ani pun meninggalkan mereka.
Menghembuskan nafas panjang kemudian duduk. Amarahnya semakin meningkat melihat Tristan tersenyum palsu padanya.
"Kenapa kamu tidak balas pesan ku, bahkan saat di telepon malah kamu tolak. Memangnya kamu sedang bersama siapa? jangan bilang kamu sama mantan pacar kamu itu. Aku sangat cemburu" Tristan menyentuh tangan Adelia.
__ADS_1
Adelia menahan sakit hatinya, seperti yang Doni rencanakan, Mereka harus bisa mengubur kebusukan Tristan di lobang yang di gali olehnya sendiri.
"Apa sih..." Melepaskan tangan tristan.
"Kamu kenapa sih?" Tristan mulai curiga dengan sikap cutek Adelia hari ini, bahkan Adelia tidak menatapnya sama sekali.
"Aku nggak apa apa cuma capek aja..."
Tanpa sengaja Tristan melihat baju depan Adelia sedikit basah dan terdapat pasir menempel di sana, menimbulkan kecurigaan.
"Kamu dari pantai?"
Sontak Adelia terkejut "Kok kamu bisa tau..."
"Sendiri. Mau sama siapa lagi mana mungkin aku punya selingkuhan"
Tiba tiba wajah Tristan seperti orang ketakutan, sesungguhnya ia takut jika Adelia mengetahui yang sebenarnya.
*Tidak. Dia pasti hanya asal bicara saja.
Mana mungkin dia tau tentang hubunganku*...
"Ngelamunin selingkuhannya, ya" Celetuk Adelia, sengaja membuat Tristan kelabakan. Ingin sekali Adelia menampar Ttistan saat itu juga, tapi ia masih mempertimbangkan semuanya demi mengetahui motif di balik balas dendam Tristan saat ini.
__ADS_1
"Bicara apa kamu ini, Del. Jangan ngawur. Aku hanya milik kamu seorang." Segera Tristan bangkit, berjongkok di depan Adelia yang tengah duduk di kursi.
Adelia merasa jengah melihat kepura puraan Tristan "Apaan sih, malu di lihat tetangga..."
Tristan menggenggam kedua tangan Adelia tanpa perduli siapa pun.
"Kecil kecil udah cinta cintaan, nggak tau malu banget ya anak jaman sekarang" Ucap tetangga Adelia yang kebetulan lewat depan rumahnya.
"Iya, pada nggak tau malu banget." Sambung tetangga yang satunya.
"Lepas, malu di liat tetangga." Adelia melepas dengan paksa tangan Tristan, mendengar dirinya di gunjing para tetangga.
"Biar saja, mereka pun pernah muda kenapa kita harus malu, lagian kita pacaran nggak neko neko, kita pacaran di ruang terbuka, kan" Tristan kembali meraih kedua tangan Adelia.
"Abaikan mereka, sayangku" Ketika Tristan hendak mencium tangan Adelia, segera ia mendorong Tristan hingga tersungkur. Adelia berlari ke dalam rumah, air matanya pecah mengingat Tristan punya wanita lain.
"Loh, Del kamu kenapa? Adelia" Tristan masuk dan mengejar Adelia namun, Adelia masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.
"Adelia, kamu kenapa sih? buka pintunya kita bicara baik baik" Beberapa kali Tristan menepuk nepuk pintu kamar Adelia.
Mendengar ketibutan keduanya, Ibu Ani keluar daro dapur menghampiri Tristan. "Ada apa,Nak? kalau kalian sedang bertengkar lebih baik kamu pulang dulu, biar tante bicara sama Adel. Adelia itu tidak akan marah dalam waktu yang lama, nanti malam pasti sudah baikan, percaya deh sama tante" Ibu Ani meyakinkan Tristan.
"Baik, Bu. kalau begitu saya pamit pulang dulu" Tristan pun segera meninggalkan rumah Adelia.
__ADS_1