OH MY NDUT

OH MY NDUT
Ep 19


__ADS_3

Kepulangan Adelia di sambut dua lelaki tampan dengan senyum melebar.


"Selamat datang Adelia" Dengan sederhana Tristan membawa sebuah kue "Sebelum masuk sampaikan harapan kamu dulu"


Adelia tersenyum "Aku ini belum ulang tahun kenapa harus minta satu permohonan?"


"Siapa bilang kue dan permohonan hanya ada waktu ulang tahun? kalau permohonan cuma ada paa ulang tahun, berarti dalam satu tahun kita hanya boleh memohon satu kali, dong"


Zaskia terkikik melihat wajah sok imut Tristan. Kedua ayah dan ibu Adel sangat senang melihat putrinya mendapatkan teman seperti mereka. Setelah sekian lama mereka baru melihat putrinya menemukan teman, bahkan dapat berinteraksi dengan baik.


"Oke, deh kalau gitu" Tanpa berpikir panjang Adelia meniup lilin lalu memejamkan mata.


TUHAN, aku ingin kurus. Aku ingin di cintai banyak orang, bisa bebas berteman dengan siapa pun. Kurus itu cantik, kurus itu pasti menyenangkan.


Setelah selesai tiup lilin dan satu permohonan, Adelia pun masuk ke dalam rumah "Waw....indah sekali" Kedua mata Adelia merasa takjub melihat dekorasi warna warni dengan beberapa pita dan balon layaknya pesata ulang tahun.


"Nak, ibu sama bapak mau belanja dulu ya nanti kita makan bareng" Ucap Sang ibu.


Adelia mengangguk.


Di saat kedua orang tua Adel pergi, Tristan memberi kode pada Doni. Doni segera mendekati Adelia yang kala itu tengaj berbincang dengan Zaskia. Keduanya saling meminta maaf perihal masalah yang lalu.

__ADS_1


"Del, ada yang mau aku bicarain sama kamu"


"Ada apa katakanlah?" Ucap Adelia sambil memandang wajahnya.


"Kita bicara empat mata, bisa?"


Adelia melihat Tristan dan Zaskia. Mereka berdua pun tau harus berbuat apa. "Oke, kita keluar dulu aja" Tristan mengajak Zaskia keluar sebentar, membiarkan keduanya saling duduk dan berbicara.


"Ada apa?" Adelia merasa heran apa yang akan Doni katakan padanya. Kedekatan mereka dalam bebarapa hari ini membuat Adelia menganggapnya layaknya teman.


Doni duduk di samping Adelia. Wajahnya menunduk dan kedua tangannya saling mengatup, seolah tengah memohon "Sebelumnya aku minta maaf atas kesalahanku di masa lalu. Dan saat ini aki berniat memperbaiki semua kesalahn itu. Aku ingin memutuskan hubungan yang selama ini aku gentung."


Seketika dada Adelia terasa sesak, entah apa yang di rasakan. Yang pasti hatinya terasa sesak.


"Hubungan kita telah kandas saat kamu meninggalkan aku. Jadi selama itu pula hubungan kita tidak ada artinya lagi. Jadi, kamu tidak perlu repot repot mengakhirinya. Hubungan kita memang sudah berakhir" Ucap Adelia seraya menoleh ke samping, menyembuntikan rasa sakitnya. Entah mengapa air matanya menetes sesekali, dan sebelum Doni melihat air mata itu segera ia menghapus air matanya.


"Jika sebuah hubungan di bangun dari awal yang baik kenapa tidak di akhiri dengan baik pula."


Ucapan Doni membuatnya semakin mengingat betapa kejamnya Doni kala meninggalkan dirinya sendiri "Apa kamu bilang? kamu sadar tidak jika kamu telah melakukan hal yang tidak baik saat pergi tanpa kabar dan menggangtung hubungan kita." Adelia tersulut emosi hingga reflek ia berdiri. Tatapan matanya berkaca kaca. Air mata yang betusaha ia bendung, meluap dengan indah.


Doni juga ikut berdiri "Sungguh, bukan niatku melakukan hal itu. Tapi..."

__ADS_1


"Tapi apa?" Adelia berteriak sampai Tristan dan Zaskia mengintip di balik jendela.


"Mereka sedang apa? kenapa Adelia nampak marah" Tanya Zaskia pada Tristan.


"Biarkan mereka selesaikan urusan mereka" Singkat Tristan. Zaskia tidak tau tentang hubungan mereka sampai ia baru tau dari Tristan tentang hubungan Adelia dengan Doni.


"Kamu tidak tau bagaimana sulitnya aku melewati semua itu. Dan dengan mudahnya kamu bilang awal yang baik di akhiri dengan baik pula. Busyit, kamu" Di doronglah dada Doni sampai tubuhnya hikang keseimbangan. Untungnya Doni tidak terjatuh.


Melihat sikap Adelia yang seperti itu, membuat Doni segera memeluknya "Maaf, maaf, maafkan aku. Ada hal yang tidak kamu ketahui tentang kepergianku. Aku malu, sangat malu" Dekapan tangan Doni membuat Adelia tidak bisa bergerak. Yang ia lakukan hanya manangis dengan mengingat masa lalu itu.


"Kamu jahat (Ucapnya di dada bidang Doni) aku sangat membencimu" Adelia menumpahkan segala rasa sakitnya yang tertahan bertahun lamanya.


"Dengarkan aku.. " Doni mencengkeram kedua bahu Adeli, keduanya saling bertatap muka "Sekarang aku sadar jika aku tidak pantas di cintai wanita sebaik kamu. Jadi, kamu berhak bahagia bersama Tristan. Aku yakin bersamanya kamu bisa bahagia. Tolong jangan menangis seperti ini (Di usaplah air mata Adelia) Kalau kamu seperti ini aku akan mengira jika kamu tidak mau lepas dariku dan masih mencintai aku"


Entah rasa apa yang Adelia miliki untuk Doni, tapi semua ucapan Doni membuatnya sesmgera memeluk Doni.


Tanpa di sadari ada Triatan tengah mengintip keduanya di balik jendela. Tristan geram atas adegan dramatis keduanya sampai ia pun tak kuat lagi.


"Tunggu, kamu mau kemana?" Zaskia hendak menghe tikan Tristan yang membuka pintu dan langsung saja menghampiri mereka. Tristan tajut jika keduanya kembali bersama.


"Jangan peluk kaya gini dong, bro." Dengan segera Tristan melepas pelukan Doni seraya membawa Adelia ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Aku janji jika kamu bersamaku, tidak akan aku biarkan air matamu tumpah sedikit pun." Wahah Adelia tenggelam di dada Tristan. Isak tangisnya terdengar jelas. Kesakitan masa lalunya terluap di saat itu juga.


"Sttt...jangan nangis. Sebentar lagi Om dan Tante pulang. Nanti di kiranya kita ngapa ngapain kamu" Tristan mengusap air mata Adelia.


__ADS_2