OH MY NDUT

OH MY NDUT
Ep 30


__ADS_3

"Adelia, sayang. Buka pintunya, nak. Ibu mau bicara sebentar" Di ketuk beberapa kali pintu kamar Adelia.


Adelia menangis sambil memeluk guling, hatiya hancur tak berdaya.


"Adelia, sayang. Buka, nak"


Adelia pun membuka pintu kamar, sebelumnya ia sudah mengusap air matanya "Ada apa buk?"


Melihat wajah merah, mata sembab, membuat beliau tau jika dalam hubungan putrinya sedang ada masalah. Sorot matanya menjerit kesakitan.


"Ibu tidak melarang kamu pacaran dengan siapa pun, tapi ibu minta kalau lagi marahan jangan ngurung diri, mending kalian bicarakan masalahnya. Tristan itu anak yang baik banget." Tutur ibu Adel sambil mengingat ketulusan Tristan mendekati Adelia, sampai Bapak Adelia menyukai Tristan, dan setuju jika Adelia pacaran dengan putrinya.


"Kami nggak apa apa bu. Hanya masalah kecil saja, Adelia juga pengen berpikir jernih biar nggak keliru jalan" Ucap Adelia sambil mengusap lengan ibunya.


"Oh...ya sudah kalau begitu, kalian selesaikan dengan baik. Ibu mau nyuci baju dulu" Ibu Adel beranjak pergi.


Adelia pun kembali ke dalam kamar.


"Sok manja banger tu anak" Sambil mengendarai motor, Tristan mengedumal kesal atas perilaku Adelia.

__ADS_1


"Selangkah lagi kamu akan hancur dan gue akan tepuk tangan"


Drtttt..


"Siapa sih?" Tristan menepikan motor, meraih ponselnya lalu melihat sang kekasih telepon.


"Kania? mau ngapain lagi dia" Sembari mengangkat telepon.


"Halo, beb. Kenapa?" Tristan mendengar keluh kesah kekasihnya, dia ingin pergi ke suatu tempat bersama Tristan. Hari ini sekolah mengadakan acara reuni smp, jadi dia minta Tristan ikut dengannya sebagai pacar.


"Iya, iya. Kamu tunggu sepuluh menit. Love you Baby" Segera memutus panggilan, kembali mengendarai motor menuju rumah Kania. Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirya Tristan sampai di depan rumah Kania, segera ia turun. "Sore kak..." Sapa Tristan pada kakak Kania, Bima. Bima senditi saat itu sedang mencuci motor di depan teras rumah di temani anak sulungnya.


"Belum, kak. Ini mau mandi hujan, kakak mau mandi sama aku tidak?" Dengan polosnya putri kecil Bima mengarahkan pipa air hendak menyemprotnya.


"Eits...jangan dong, kakak sudah mandi. Adek aja yang mandi, ya. Nanti kalau udah mandi kakak beliin mainan, Gimana?"


"Jangan di maja terus nama Beb, takutnya dia malah keenakan" Ucap Kania sambil berjalan menuju arah mereka.


"Mau kemana kalian?" Tanya Bima.

__ADS_1


"Biasa kak mau malam mingguan. Pinjem adeknya bentar ya..."


Bima mengernyitkan dahi "Lu pikir adek gue motor, di pinjem saat butuh di kembalikan pas udah kelar. Awas aja lu sampe ngapa nagapain adek gue, abis lu sama gue" Pada dasarnya Bima terbilang kakak terbaik, selalu menjaga adiknya meski dia telah mempunyai keluarga sendiri. Kebetulan hari ini Bima libur dan berkunjung ke rumah orang tuanya. Di karenakan kedua orang tuanya tengah berziarah ke makam nenek buyut, Bika dan putri sulungnya menunggu kedatangan mereka sambil mencuci motor.


"Kakak, apaan sih" Kania memukul lengan kakaknya pelan.


"Tenang, kak. Adek kakak akan pulang utuh sepeeti sedia kala, pakingan cuma di colek dikit"


"Cari mati ni anak" Meraih sebuah batu bata yabg ada di samping motor.


"Eh, eh, bercanda kali kak. Mana berani saya nyolek adek kak Bima ini, pasti saya jaga dengan baik dong" Tristan menyeringai melihat wajah serius Bima.


"Ih....kakak apa sih, malu maluin aja. Kita berangkat aja yuk Beb..." Kania meraih lengan Tristan, membawanya menjauh dari kakaknya.


"Pamit dulu, kak" Teriak Tristan.


"Ingat jangan macam macam" Lantang Bima.


"Siap, Bos"

__ADS_1


Tak berapa lama mereka pun pergi dari pekarangan rumah keluarga Tristan.


__ADS_2