OH MY NDUT

OH MY NDUT
Ep 09


__ADS_3

Adelia merasa tidak nyaman dekat dengan laki laki itu, adelia hendak bertukar tempat ddngan sebelahnya tapi Tristan menarik bajunya dari bawah meja. Adelia terlihat panik, takut ada yang melihatnya "Jangan coba coba pindah tempat, atau kamu tau sendiri akibatnya." Bisik Tristan.


Adelia hanya bisa diam. Sengingat semua mata tertuju padanya "Apan sih, lepas" Lirihnya sembari melepas tangan Tristan. Setalah Tristan melepas tangan, Adelia meletakkan tas punggungnya di belakang kursi. Ia tidak ingin tangan nakal Tristan membuatnya di tatap oleh semua siswi disana.


Setelah bel berbunyi, semua siswa siswi masuk kelas. Banyak siswi menoleh ke belakang, melihat ketampanan Tristan. Namun, Tristan bersembunyi di balik badan gemoy Adelia. "Del, minggir lo" Salah seorang melempar gumpalan kertas padanya.


"Mending lo geser, deh" Sambung salah seorang.


"Heh...kalian bisa diam tidak. Kelas sudah mau mulai" Ketus ketua kelas di sana.


"Apaan sih lo, ngiri ya?" sahut Merry.


Adelia menggelengkan kepala "Apa sih yang mereka rebutkan dari orang ini" Lirihnya seraya membungkuk menulis sesuatu di atas lembaran putih.


Ya, Adelia paling suka menulis. Hobinya sedari kecil adalah menjadi seorang penulis terkenal sampai manca negara. Setiap kata dan kaliamat yang masuk dalam telinganya di jadikan bahan untuk menulis. Setiap menemukan hal baru pasti ia langsung mencerminkan pada buku kesayangannya itu. Namun, tidak mudah menjadi seorang penulis. Adelia harus belajar banyak sampai ia benar benar berhasil menggapai impian.

__ADS_1


Tap tap...


Terdengar langkah kaki, dia adalah kepala sekolah di sana. "Saya mohon kalian semua berdiri" Tegasnya. Mata bapak kepala sekolah seolah mencari susuatu "Letakkan semua tas kalian di atas meja."


Sontak saja mereka bingung, apa yang akan di lakukan dengan tas mereka. "Adelia, maju kamu" Titah Bapak kepala sekolah.


"Saya pak?" seraya menunjuk dirinya sendiri.


"Kalau bukan kamu siapa lagi? memangnya ada murid yang bernama Adelia selain kamu."


Brak..."Sudah, cukup. Sekarang saya minta bantuan dari kalian yang bersedia membantu Adelia.."


"Saya pak" Tristan mengangkat tangan.


Semua siswi di buat melongo atas ketersediaan Tristan "Apan sih ,dia. Kenapa harus Adel kenapa tidak gua saja" Kesal Merry.

__ADS_1


"Heh, jangan pernah lo ngarep dia suka ama lo. Sebelum dia masuk sini, dia lebih dulu ketemu Adel." Bisik Nara. Kebetulan mereka duduk satu meja. Kedua wanita cantik itu terus bergosip, sampai Bapak kepala sekolah kembali menggebrak meja "Kalian bisa diam tidak?"


Seketika seisi ruangan menjadi hening "Kalian bawa semua tas mereka, tidak terkecuali satu pun."


Adelia dan Tristan segera melakukan perintah Bapak kepala sekolah. Setalah semua tas terkumpul, Bapak kepala sekolah meminta Tristan membuka satu persatu tas mereka "Keluarkan semua rokok, alat make up, dan ponsel dari dalam tas tersebut" Titahnya seraya melihat kedua murid itu membuka tas satu persatu.


"Kenapa mereka sedekat itu.." Kesal Doni. Di lihatnya sikap Tristan yang kala itu mencuri pandang terhadap Adelia.


"Kumpulkan setiap tas beserta isinya semula..."


Mereka berdua mendapatkan puluhan batang rokok di dalam tas para siswa, dan ada banyak make up dari dalam tas siswi "Kalian boleh duduk."


Segera Tristan dan Adelia kembali "Kamu tidak membawa make up, kan?" Lirih Tristan.


Adelia mengernyit "Buat apa aku bawa alat kaya gitu." Jawabnya seraya kembali duduk.

__ADS_1


__ADS_2