OH MY NDUT

OH MY NDUT
Ep 31


__ADS_3

"Kita duduk sini aja" Ucap salah seorang teman wanita Doni. Dia adalah Danira, sahabat kecil Doni. Danira meminta doni menemaninya dalam acara reaunian smp, di mana Tristan dan Kania juga menghadiri acara tersebut.


Banyaknya muda mudi berpasangan tengah duduk menunggu acara di mulai begitu pila dengan Kania dan Doni.


Beberapa kali Doni mendegus kesal melihat sekeliling ruangan di penuhi orang pamer pacar dan memperlihatkan kemesraan mereka.


"Duh acara macam apa sih, ini?" Ucap Doni.


Danira mengetuk pelan kening Doni "Dasar kuper. Mending lo jangan malu maluin gue deh. Senyum dong"


"Gue kira acaranya cuma makan makan gitu, nggak taunya pake penyambutan segala. Mana banyak banget orangnya." Melihat sekeliling ruangan.


Mereka mengadakan reuni di sebuah cafe. Meski tidak terlalu mewah tapi lumayan bisa menampung banyak orang. Harganya terjangkau di kalangan anak muda dan pastinya bisa kumpul bareng yang lain. Reuni sendiri bertujuan untuk kembali mempererat tali persahabatan semasa di sekolah, dan bertemu setelah berpisah. Lebih tepatnya mengobari kerinduan. Reunu di hadiri para alumni dan ada beberapa gutmru yang ikut serta menyapa para muridnya yang telah berhasil mengenyam pendidikan lebih tinggi lagi.


"Don, pokoknya kamu harus berakting jadi cowok gue, ya. Kalau nggak awas aja lo..." Bisik Danira sambil melihat teman lain berpasangan dan terlihat mesra.


"Jadi gue harus sok mesra gitu sama lo, Ogah." Menjulurkan lidah, berniat menggoda Danira.


"Gue kalo nggak terpaksa juga ogah nyewa lo. Tau sendiri selera gue jauh di atas lo. Tapi, mau gimana lagi gue kan baru aja putus sama cowok gue. Lo bantuin gue ya, please"


"Siap, tenang aja. Tapi nanti lo kudu bayar waktu berharga gue ini"Ucap Doni sambil mengacak rambut Danira.


"Ah...apaan sih. Rusak kan rambut gue" Sambil menata rambutnya kembali.


"Alah...cantik juga nggak ngapain sok dandan segala. Mana rambut udah kaya indomi gitu."Ejek Doni.


"Ih apa sih, ini rambut kekinian tau"


"Hahaha...serah lo aja lah, Ra. Penting nanti inget bayar waktu gue"


"Dasar Lo mata duitan (Sambil mengacak rambut Doni).Oke, lah. Tenang aja, gue itu nggak pernah ingkar janji ama lo" Ucap Danira sambil mencari sosok yang di tunggu.


Sesudah pertemuannya dengan Adelia siang itu, dia di minta untuk menemani Danira sore hari ke acara reuni sekolah dengan imbalan game terbaru


"Kania...."


"Danira?" Kania menghampiri Danira. "Hay, apa kabar kamu? udah lama kita nggak ketemu makin cantik aja" Kania menjabat tangan Danira sambil cipika cipiki.


"Kamu dateng sendiri?" Melihat sekeliling Kania dan tidak ada sosok kekasih atau pun teman.


Kania melihat pintu masuk, Tristan tak kunjung masuk sebab tadi harus menerima telepon dari seseorang.


"Gue dateng sama cowok gue, lagi di parkiran. Biasa lah cowok gue super ribet orangnya. Kalau kamu datang sama..." Mata Kania tertuju pada Doni yang tengah asik bermain ponsel "Pacar?"


Danira segera meraih lengan Doni "Iya, dong. Kenalin cowok gue, Doni ardinata"


Doni memicingkan mata melihat kelakuan Danira.


"Sayang, kenalin dia sahabat aku."

__ADS_1


"Doni" Doni terpaksa mengikuti alur cerita Dania, ia mengulurkan tangan tanda perkenalan.


Kania tersenyum sambil menjabat tangan Doni "Kania. Ganteng juga cowok kamu" Tatapan mata Kania menuu pada Danira.


"Jelas, dong. Mana mau gue sama sad boy."


"Hahaha....iya, deh iya. Percaya gue ma"


Danira dan Kania berbincang bincang. Doni merasa di kacangin akhirnya dia duduk di samping kedua wanita yang asik mengenang masa lalu mereka itu.


"Dasar para cewek kalau udah ketemu satu sama lain bawaannya gibah terus" Doni menggelang kepala sambil bermain ponsel, ia memilih bermain game yang lagi tren di kalangan remaja.


"Baby...." Seorang laki laki menghampiri Kania.


"Kok lama banget sih, beb." Kania segera berdiri, menggelendot di lengan kekasihnya.


"Maaf, Beb. Tadi mama telpon tanya kunci rumah"


"Emmmm, gitu. Oh iya kenalin dia sahabat lama ku."


"Hay, Danira." Kania bangkit lalu menjabat tangan Tristan.


"Tristan..."


Doni terkejut mendengar nama Tristan, ia pun beralih pandang "Tristan...."


Sontak Tristan pun terkejut melihat sosok Doni ada di sana.


"Iya, kami ini satu sekolah." Tatapan mata Doni tertuju pada Tristan "Benar, kan Tristan?"


Tentu saja Tristan merasa canggung "Em....iya, kami satu sekolah."


"Tidak hanya itu dia juga keka...."


"Oh iya, sayang. Aku mau minum dulu haus." Mengalihkan pembicaraan.


"Aku ambilin ya"


"Nggak usah, aku ambil sendiri saja." Trustan pun melepaskan diri lalu beranjak pergi.


"Cowok gue nggak kalah ganteng dari cowok kamu, kan?" Kania menyombongkan keyampanan Tristan.


"Iya, dia cool banget" Danira tidak menampik ketampanan Tristan.


Doni masih melihat Tristan.


Ternyata dia selingkuh sama cewek ini...


"Gue ke sana dulu, ya. Takut cowok gue di ambil orang"

__ADS_1


"Iya, deh iya. Yang cowoknya genteng takut banget." Goda Kania sambil tersenyum.


"Pasti gue takut lah, tau sendiri di sekolah kita banyak kutu loncatnya...."


Kedua wanita itu terbahak sebelum Kania meninggalkan keduanya.


"Eh Don dia ganteng banger ya, anak mana dia?" Tanya Danira.


Pandangan Doni tidak lepas dari Tristan. Dia melihat Tristan mulai berbaur dengan yang lainnya, tidak lupa Kania memamerkan pacar gantengnya. Kilit putih, tinggi gagah, dan juga tampan. Siapa tidak bangga memiliki pacar sempurna seperti ini.


"Doni...." Danira menghuyung lengan Doni, membuyarkan pandamgannya.


"Apa sih?"


"Gue tanya malah lo diem aja. Kesel deh" Wajah Danira berubah cemberut sambil melipat kedua tangan.


Doni tersenyum tipis "Kalau lagi cemberut gini Lo cantik, Ra"


"Eh, gila. Masa iya gue suruh cemberut terus biar kelihatan cantik. Mata lo buta kali" Memukul pelan lengan Doni, si pacar sewaannya itu.


"Hahaha....lagian siapa suruh tu bibir monyong kek gitu" Menepuk pelan bibir Danira.


"Ish....nggak sopan banget sih"


"Eh kalau di sekolah lo masih nyisan cowok ganteng kek Tristan, boleh dong gue di call. Lagi jomblo nih"


"Dasar mata keranjang. Ada yang bening dikit aja udah kepingin. Untung lo bukan pacar beneran gue" celetuk Doni sambil mencibir Danira.


"Sttt....jangan keras keras" Membekap mulut Doni.


" Kenapa, Ra?" Tanya seorang di dekatnya kebetukan dia baru saja datang.


"Eh, nggak ada apa apa kok. Cuma mau bersihin sisa roti di mulut cowok gue"


"Oh, kirain apa. Ya udah gue ke sana dulu"


"Kamu sih..." Kesal Danira.


"Ra, gue mau kasih tau sesuatu sama lo"


Danira melihat raut wajah Doni, sepertinya Doni ingin mengatakan hal penting.


"Apa?"


"Gue kebelet mau ke wc" Seketika Doni menyeringai.


Plak...


Danira memukul bahu Doni dengan keras.

__ADS_1


"Dasar jorok..."


__ADS_2