OH MY NDUT

OH MY NDUT
Ep 44


__ADS_3

"Sial, dia tidak mau membalas pesan gue" Kesal Tristan sambil menenggak sebotol minuman kaleng. Tatapan mengarah ke arah mobil di mana Adelia dan Abraham berada saat ini. Melihat mereka seolah darah mendidih seketika. Jika terus di tahan akan menimbulkan hal kurang baik. Akhirnya ia putuskan menepi sejenak untuk meredam emosi.


"Kenada dia lama sekali..." Ucap Abraham sembari membuka kaca mobil. Di lihatnya Tristan tengah duduk depan toko sambil menikmati minuman "Eh dasar anak itu malah enak enakan nyantai depan toko.


Abraham melepas sabuk pengaman.


"Bapak mau kemana?" Tanya Adelia.


Abraham menatapnya tajam "Sudah saya bilang di luar kantor panggil saya Mas atau panggil nama saja. Tidak usah terlalu formal begitu"


"Tidak bisa begitu dong, pak. Bagaimana pun anda adalah atasan saya"


Abraham geleng kepala melihat sikap teguh Adelia "Hem...ya sudahlah. Terserah kamu saja. Emang kamu sulit di mengerti, tapi memuat saya semakin penasaran" Hendak mencoel dagu Adelia, tapi Adelia menghendar lebih dulu. Sontak saja ada kecanggungan antara mereka "Maaf, reflek saja. Kamu mau ikut turun atau di sini"


"Saya tunggu di sini saja, pak"


Setelah itu Abraham keluar. Berjalan menghampiri Tristan. "Woy....malah enak enakan lo di sini" Tegur Abraham.

__ADS_1


Tristan menyeringai getir "Sorry, soalnya lihat kalian berdua jadi pengap udara"


Abraham duduk di samping Tristan "Namanya usaha bro. Ada kesempatan ya di manfaatin" Meraih botol minuman Tristan lalu meminumnya. Mereka sudah biasa berbagi makan dan minum.


"Tapi jangan anggap gue nyamuk juga kali, bro. Bikin bad mood tau"


Abraham tersenyum simpul sambil berkata "Duh kasihan babang jomblo kita ini. Makanya cepet cari pacar biar nggak kelamaan ngejomblo" menepuk pundak sahabat baiknya.


"Mereka ngapain sih lama benget" Adelia mulai bosan barda di dalam sendirian. Ia pun segera mengirim pesan kepada Tristan "Gue mau pulang" Membaca pesan dari Adelia membuat Tristan kembali ceria. "Ya udah yuk kita pulang, kasiahan Adelia nunggu lama" Ujarnya kembali bersemangat.


"Tadi katanya bad mood, giliran dapet chat dari seseorang langsung good mood. Emang siapa yabg chat elo?" Tanya Abraham penasaran.


"Sejak kapan lo punya hati? bukannya lo selalu mainin cewek..."


"Kali ini gue tobat jadi buaya. Buaya akan jinak di tangan pawang yang tepat"


Abraham bangkit "Paling cewek lo nggak setara sama cewek incaran gue"

__ADS_1


Tristan melebarkan senyum (Cewek yang gue maksud ya cewek incaran lo itu, bodoh)


"Ya udah yuk balik" Ajak Tristan.


mereka pun kembali ke mobil.


"Sorry, udah nunggu lama" Ucap Tristan sambil menoleh ke belakang. Adelia terlihat biasa saja. Ia masih sibuk dengan ponselnya. Berulang kali nada pesan terdengar.


"Dari tadi sibuk amat sih, emwng siapa yang chat?" Tanya Abraham sambil mencuri pandang pada layar ponsel Adelia.


"Bukan siapa siapa" Sambil meletakkan kembali ponsel ke dalam tas miliknya.


Tristan terus menatap Adelia dari kaca depan mobil. Sejak menerima pesan itu, membuat Tristan happy.


Tak berapa lama mobik melaju kembali ke jalan raya.


"Kenapa dia belum juga sampai..." Seorang lelaki tampan tengah duduk depan rumah sendirian. Sepertinya dia tengah menunggu seseorang. Saking lama menunggu, akhirnya dia melepas jas yang di kenakan "Panas banget hari ini"

__ADS_1


Berulang kali melihat jam tangan, membuat dahi si lelaki mengerut "Ini sudah hampir satu jam tapi belum pulang juga. Mending pulang dulu kali ya, nanti kalau Adel pulang langsung jemput dia aja" Si lelaki tadi langsung meninggalkan pekarangan rumah Adelia.


__ADS_2