
Doni berdiri tepat di belakang Adelia, ia mendengar isak tangis dan keluh kesahnya.
"Kenapa kamu melakukan semua ini jika hanya untuk membalas dendam. Apakah aku ini tidak pantas di cintai..." Adelia terus berbicara pada hamparan laut biru bak permadani.
"Ada apa?"
Seketika Adelia menoleh, mendapati sosok Doni di sana membuatnya segera menyeka air mata "Ngapain kamu di sini?"
Doni melipat kedua tangannya "Ini tempat umum jadi siapa pun boleh ada di sini"
Adelia kembali menghadap hamparan lautan sambil menyembunyikan luka.
"Untuk apa kamu sok kuat di depanku. Aku lebih mengenal kamu dari siapa pun..." Doni melangkah berdiri di samping Adelia. Tatapannya pun tidak lepas dari wajah pucat Adelia. Mata sembab itu membuat Doni yakin telah terjadi hal buruk antara Adelia dan Tristan.
"Ada masalah sama pacar baru kamu?"
Adelia menatap wajah Doni, matanya berkaca kaca seolah mengiyakan ucapan Doni.
"Yah....kalau kamu nggak mau cerita juga nggak apa apa" Beralih pandang kembali menuju hamparan laut biru.
__ADS_1
"Dia tidak mencintaiku."
Doni terkejut lalu menoleh ke samping "Maksudnya..."
Adelia pun menceritakan semua masalahnya sampai detail tanpa di kurangi dan tanpa di tambahi. Doni yang telah mengenal Adelia pasti tau bagaimana hancurnya hati Adelia saat ini.
"Maksud dia itu dendam seperti apa? bukankah dia baru aja pindah ke kota ini, mana mungkin dia menyimpan dendam sama kamu"
Adelia duduk di bebatuan karang "Aku juga tidak tau dendam apa yang dia maksud. Tapi hatiku benar benar sakit" Adelia menangis sejadinya.
Apakah dulu kamu juga menangisi aku seperti ini...
Sesungguhnya aku iri pada dia karena bisa mendapatkan kamu, sedangkan aku hanya bisa menjagamu dalam doa. Tapi kenapa dia tega membuang air matamu.
"Astaga, ombaknya kencang sekali" Sambil mengibaskan tangan.
Dari kejauhan para teman Doni melihatnya.
"Si Doni lagi sama siapa tuh..."
__ADS_1
"Mana, mana"
"Cewek gendut itu seperti si Adel" Tutur salah satu dari mereka.
"Kita samperin aja yuk.."
Salah seorang temannya menghentikan mereka "Jangan. Lebih baik kita pura pura nggak tau aja, karena menurut pengamatan gue selama ini si Doni diem diem ada hubungan sama tuh cewek. Kalau nggak salah sih mereka dulunya pernah deket" Cakap Alan sembari membenarkan kail di pancingnya.
"Sok tau Lu..."
"Bukan sok tau, tapi gue emang tau. Pas di rumah dia nggak sengaja gue jetohin buku di meja belajar dia, eh setelah gue lihat ada foto Adelia nongol dari buku itu."
"Ah masa sih, terus..." Mereka semua kepo dengan masa lalu Doni.
"Tapi di foto itu Adelia nggak segemuk sekarang ini, dia cantik, senyumnya manis dan wajahnya terawat. Nggak kaya sekarang Gendut, jerawatan, jelek, kumel lagi" Jelas Alan.
"Jadi pengen liat foto Adelia pas masih kurus, penasaran deh gue"
"Nanti deh gue kasih tunjuk"
__ADS_1
Di sisi lain Doni melihat air mata sang mantan kekasih, membuatnya iba lalu reflek memeluknya. "Kamu harus kuat menghadapi semua ini. Aku akan bantu kamu mencari tau siapa dia sebenarnya, kamu tenang ya" Doni mengusap punggung lebarnya.
Setalah beberapa menit mereka saling berbicara, Akhirnya Doni kembali ke tempatya semula. Dia meminta Adel agar cepat pulang karena hari mulai sore takut di cari kedua orang tuanya.