OH MY NDUT

OH MY NDUT
Ep 06


__ADS_3

Adelia terus berlari sekuat tenaga, tidak perduli orang memandangnya seperti apa. Sakit hatinya begitu mendalam. Isak tangisnya menyertai setiap langkah kaki "Apakah orang seperti aku tidak pantas mendapat cinta, atau mereka menganggap aku ini tidak layak di cintai. Aku benci diri ku sendiri, benci, benci....." mengutuk diri sendiri atas kegagalan dalam percintaannya.


Masa lalu Adelia tidak seburuk kehidupannya saat ini. Dahulu tubuhnya tidak segemuk sekarang, karena depresi akhirnya Adelia lepas kontrol dan melampiaskan amarahnya pada makanan. Setiap malam di temani sebungkus coklat dan semangkuk mi instan. Dulu berat badan Adelia hanya 45 kg, namun saat ini menjadi 70 kg. Kepergian Doni kala itu membuatnya prustasi, sampai hampir setiap malam air matanya mengalir deras.


Doni pindah sekolah , tanpa kabar dan memutuskan komunikasi. Tidak ada kejelasan tentang hubungan mereka, di situlah Adelia menyimpulkan bahwa Doni telah memutuskan kisah kasih antara mereka.


Saat itu mereka duduk di bangku Smp Kelas 9, semester terakhir Doni menghilangan tanpa kabar. Keluarganya juga pinsah dari kota tersebut. Namun, setelah menginjak Sma, Doni kembali muncul dengan nama, dan orang yang sama. Tapi, dengan hubuungan dan rasa yang berbeda. Mereka bersekolah di sekolah yang sama, kelas yang sama, tapi mereka bagaikan orang asing. Sejak melihat Doni sekolah di tempat yang sama ia memutuskan untuk tidak membuka luka lama dan memilih pura pura tidak saling kenal.


Adelia seolah tidak melihatnya ada. Bagi Adelia Doni yang dulu ia cintai telah tutup usia. Meski begitu, tidak menutup hatinya yang terluka. Setiap keduanya tidak sengaja berpapasan atau saling memandang, hati Adelia hancur.


Di sekolah itu tidak ada orang yang tau tentang hubungan mereka berua dulunya, bahkan Zaski selaku sahabat dekat Adelia tidak tau menahu.


Doni pun mengalami sebuah tekanan dari sahabatnya, sampai mengharuskan dia untuk pura pura tidak mengenal Adelia.


Kelukaan Adelia tidak berhenti di situ, kakak satu satunya juga pergi meninggalkan dirinya. Kakak yang selalu menghibur dan membuatnya nyaman pergi merantau ke negri orang. Semua hal itu menyebabkan dia jauh dari kehidupan normal. Adelia menutup diri hampir dua tahun lamanya. Tidak pernah berinteraksi dengan teman temannya atau pun keluar sekedar jalan jalan.


Bruk....


Karena tidak hati hati, Adelia menabrak sesuatu di depannya.


Adelia menabrak seseorang sampai keduanya terjatuh "Maaf, saya tidak...." Adelia tertegun ketika melihat lelaki yang ia tabrak adalah lelaki yang menolongnya saat di bully Nara waktu itu.

__ADS_1


"Kamu?"


Dengan wajah di penuhi keringat, lelaki tersebut bangkit "Kalau jalan jangan cuma kaki yang di pake tapi juga mata si pake"


Adelia menyeka sisa air matanya "Maaf, saya tidak memperhatikan jalan. Sekali lagi saya minta maaf."Segera Adelia bangkit lalu hendak meninggalkan lelaki tersebut.


"Tunggu..."Ucap Tristan(Nama lelaki itu)


"Kamu harus tanggung jawab atas apa yang telah kamu perbuat" Seraya meraih tangan Adelia.


(Tanggung jawab macam apa yang dia inginkan. Bukankah hanya tertejaruh, bahkan tidak ada satu pun luka di badannya) Pikir Adelia sembari melihat Tristan dari ujung kaki sampai ujung kepala


"Ah, tidak, tidak ada apa apa"


"Kamu harus tanggung jawab" Tristan mendekatkan wajahnya.


Jantung Adelia berdegup dengan kencang. Suara nafas lelaki itu menyapu lehernya menambah kesan tersendiri baginya "Ikut dengan saya" Tristan menarik tangan Adelia menuju parkiran, di mana mobilnya terparkir.


Tristan membawa Adelia masuk. Mereka saling bertatap muka. Wajah Adelia memerah.


"Mana yang sakit biar saya bantu obati" Tutur Adelia memecah rasa canggungnya.

__ADS_1


Tristan terus menatap wajah polos Adelia. Meski dia gadis gemuk, tapi terlihat manis. Senyumnya juga menawan. Lesung pipinya menambah kemanisan dalam dirinya.


"Jangan bengong. Awas nanti jatuh cinta"Ucap Trisatan dengan senyum menggoda.


Di lihatnya keringat Adelia bercucuran, wajahnya pun memerah. Tristan mendekatkan wajahnya pada Adelia "Sekarang, tutup dulu mata kamu biar saya tunjukkan di bagian mana yang sakit"


Adelia mengernyit, menduga hal buruk tentang Tristan


"Tenang saja, saya tidak akan menyakiti kamu" Tutur Tristan.


"Kenapa saya harus menutup mata?"Protesnya.


"Lakukan saja"


Terpaksa Adelia pun memejamkan mata perlahan.


Cup...


Seketika Adelia membuka mata, tak menyangka seorang lelaki mencium bibirnya. Sontak Adelia mendorong tubuh lelaki itu "Apa apaan sih..." Adelia merasa di lecehkan, ia pun keluar dari mobil berwarna abu abu tersebut. Adelia berlari sekuat tenaga.


"Semua lelaki hanya bisa mempermainkan aku. mereka keterlaluan" Seraya mengusap bibir.

__ADS_1


__ADS_2