
Beberapa hari kemudian, Adelia sudah boleh pulang. Keluarganya dan ketiga temannya ikut menyambut kepulangan Adelia. Tristan dan Doni bertugas mendekorasi rumah seindah mungkin, sedangkan Zaskia beserta kedua orang tua Adelia berada di rumah sakit mengurus segala sesuatu.
"Tan, kalau lo bener mencintai dia tolong jaga dia, jangan pernah lo sakiti dia" Sambil membersihkan kursi kayu di ruang tamu, Doni mengucapkan hal yang membuat Tristan terkejut.
Tristan duduk di kursi dengan menatap wajah Doni "Kenapa tiba tiba lo ngomong kaya gitu?"
"Gua cukup sadar jika lo lebih pantas sama dia. Selama ini dia terluka karena gua, sekarang saatnya gua lepasin dia demi kebahagiaannya."
"Jadi lo nyerah buat cintanya?"
__ADS_1
Doni terdiam sesaat. Sebenarnya dia sendiri ragu tentang isi hatinya. Di satu sisi ingin kembali mendapatkan Adelia, namun di sisi lain ia sadar jika selama ini sudah banyak luka yang ia beri padanya. Beberapa lahun yang lalu Doni dan Adelia saling mencintai, dan hubungan mereka berjalan dengan baik. Namun, di saat itu keluarga Doni mengalami hal buruk, Ayahnya di penjara karena kasus korupsi. Karena malu, semua anggota keluarga pindah dari kota di mana dia dan Adalia tinggal. Sebenarnya Doni tidak meninggalkan Adelia begitu saja. Setiap saat ia meminta salah seorang sahabatnya merekam aktivitas Adelia di sekolah, bahkan foto foto Adelia di terima setiap harinya. Perlahan Doni melihat perubahan fisik Adelia yang membuatnya terkejut. Wanita yang cantik dan murah senyum, berubah menjadi sosok wanita gemuk, pendiam, dan jarang berinteraksi dengan teman sekelas. Doni sebenarnya sangat ingin menghubung Adelia kembali, tapi ia takut jika Adelia malu mempunyai pacar anak seorang koruptor. Sebab itu Doni memutuskan kontak dengannya. Hubungan antara keduanya maaih terjadin sebab tidak ada kata putus dari kedua belak pihak.
"Kalau gitu, gua minta lo buat omong baik baik sama dan putusin dia. Jangan lo gantung hubungan yang sudah lama tidak terjalin. Gua nggak mau menjalin hubungan di atas hubungan yang lainnya."
Doni menundukkan kepala, hatinya seraya di remas. Mungkin ini adalah akhir dari sebuah hubungan. Kisah mereka yang lama telah usai akan segera di akhiri selama lamanya "Gua cuma minta sama lo, tolong lindungi dia dari para membully itu. Terlihat matanya berkaca kaca.
Mendengar ucapan Tristan sontak membuat Doni terkejut "Maksud lo, Adelia dengar ucapan gua waktu itu?"
"Iya. Adelia mendengar semuanya. Dia bilang sama gua sebelum hubungan kalian ada kejelasan, maka dia tidak akan menjalin hubungan sama gua" Tristan melihat wajah Doni berubah menjadi pucah.
__ADS_1
"Sekarang waktunya lo tinggalin dia buat gua. Karena kisah kalian udah cukup sampai di sini" Tristan terus membuat Doni terpojok.
Doni mengambil nafas dalam sebelum ia menyatakan kata yang nantinya melukai hati "Oke, gua akan segera akhiri semuanya. Gua titip dia, cintai dan sayangi dia. Jangan pernah lukai hatinya seperti gua nyakitin dia."
"Apaan sih, Don. Kaya lo mau mati besok aja deh."
Keduanya mulai saling melempar kata candaan, sampai akhirnya mereka dapat pesan kalau Adelia sudah dalam perjalanan pulang.
"Woy, jangan sedih mulu. Nih Adel udah dalam perjalanan, kita lanjutin dulu baru deh nanti lo nangis lagi....hahaha" Gelak tawa Tristan membuat Doni ikut tertawa.
__ADS_1