OH MY NDUT

OH MY NDUT
Ep 43


__ADS_3

Sepulang dari pantai semua orang terlihat hening. Adelia terdiam sembari mengingat ucapan Tristan padanya. Setiap kata masih terdengar jelas di telinga. Setelah bertahun tahun masih bisa dia menyatakan perasaan cinta, padahal dulu dia telah menghancurkan hati Adelia sampai berkeping keping.


Abraham menoleh ke arah Adelia "Apa kamu merasa pusing?"


Tristan berada di kursi mengemudi langsung melihat dari kaca depan. Perhatian Abraham membuatnya terbakar api cemburu (Sial, kenapa dia harus sok perhatian segala) Dalam hati Tristan ngedumal atas perlakuan Abraham.


"Tidak, saya hanya lelah saja, pak." Ujar Adelia sembari melempar senyum.


"Kalau begitu istirahatlah. Saya akan pinjamkan bahu untuk mu" Menepuk pundak, berharap Adelia mau bersandar di bahunya.


Tanpa sengaja Adelia melihat Tristan memperhatikan dirinya. Sontak saja Adelia memikirkan sesuatu "Terima kasih banyak, pak" Menyandarkan kepada di bahu Abraham. Sengaja ia melakukan semua itu demi membuat Tristan sadar bahwa tidak ada lagi ruang untuknya kembali.


Benar saja Tristan kesal, sampai ia memukul stir kemudi berberapa kali. Adelia melihat raut kemarahan di wajah Tristan.

__ADS_1


"Pejamkan mata mu, tidurlah di pundak saya" Detak jantung Abraham bergrmuruh sampai Adelia bisa melihat dada bidang lelaki tampan itu naik turun tak beraturan.


(Maafkan saya, pak. Bukan maksud ingin mempermainkan anda, tapi saya pinjam hati anda sejenak untuk membuat seseorang sadar bahwa tidak ada kesempatan lagi untuknya. Daun gugur tidak akan pernah kembali pada pohonnya)


Abraham tersenyum bahagia (Meski harapan gue kerap di hancurkan, tetap saja setiap kali dekat dengannya jantung tidak bisa berbohong) Saking cintanya Abraham rela menjadi tumpuan hidup Adelia. Sejak bertemu dengan Adelia, dia baru mengenal arti cinta. Cinta berdasarkan rasa bukan hanya kata apa lagi materi. Berbeda dengan wanita wanita cantik di sekelilingnya, siap menawarkan cinta bahkan rela malakukan apa pun. Setelah mengenal Adelia dengan sikap dingin dan acuh, membuatnya tertarik dan ingin menjadikannya ratu dalam hidup. Uang pernah ia tawarkan, tetap saja Adelia tidak tertarik. Seperti itulah wanita idaman Abraham selama ini. Hidup bergelimang harta tentu banyak wanita mendekat demi mengincar harta semata.


Ketika sedang asik hanyur dalam angan, tiba tiba saja Tristan memijam rem. Sontak kedua orang tersebut langsung panik "Ada apa, tan? Kenapa ngerem mendadak?" Tanya Abraham sambil melihat kiri kanan, takut terjadi sesuatu.


"Sorry, kayanya gue haus banget. Gue beli minum bentar ya" Tristan segera keluar mobil lalu berjalan ke arah sebuah toko.


"Lho kamu ngapain? nggak apa apa nyandar sini aja" Menepuk pundak.


Adelia melihat ke arah Tristan "Tidak pak terim kasih. Kepala saya sudah gak mendingan"

__ADS_1


"Oh....ya sudah kalau begitu" sedikit kecewa sih melihat Adelia tidak lagi bersadar di bahunya. Tapi tak apa lah, sebentar saja sudah membuatnya senang.


Ting....


Tak lama ponsel Adelia menerima sebuah pesan. Segera ia membuka pesan itu. Ternyata pesan dari Tristan (Aku nggak suka kamu sok mesr sama dia depan aku) Isi pesan Trisatn membuat Adelia mengerurkan dahi "Kok dia bisa punya nomer ku"


"Apa? noner siapa?" Abraham mendengar ucapan Adelia.


"Tidak, pak. Itu ada orang tidak di kenal salah kirim pesan"


Ting...


(Kalau kamu masih berani mesra di dengan dia, aku bakal bilang sama dia kalau kita dulu saling kenal) lagi lagi pesan singkat itu membuat Adelia kesal.

__ADS_1


"Salah kirim tapi kok kirim pesan terus sih" Ujar Abraham sambil melihat ke arah ponsel.


"Tidak penting, pak"


__ADS_2