OH MY NDUT

OH MY NDUT
Ep 40


__ADS_3

"Selamat siang, maaf kami sedikit terlambat" Abraham menyapa para klien yang sudah lebih dulu menunggu di dalam ruang Vip. Total ada enam petinggi perusahaan menghadiri rapat tersebut.


"Tidak masalah. Kami juga bru saja sampai. Kalau begitu kita mulai saja meeting hari ini" Ujar salah satu klien dari kantor pusat. Meeting pun segera berlangsung.


"Gabut juga ya di sini sendirian, mending nunggu mereka sambil ngopi enak kali ya" Baru saja hendak membuka pintu, tiba tiba saja ia mendengar suara nada telepon "Ponsel siapa itu?" Mencari asal suara hingga akhirnya maraih tas di bangku belakang "Tas milik Adelia" Meraih ponsel di dalam tas kemudian meraih ponsel genggam berwarna ungu dari dalam tas"Dasar wanita ceroboh. Dari dulu sampai sekarang di bilangin kalau ponsel itu kudu pake pola, jadi orang luar nggak bisa lihat privasi dia. Tapi, boleh juga sih gue kepoin ponsel dia" Melihat ponsel di tangan Membuat Tristan iseng membuka ponsel Adelia. Ia mencacat nomor ponsel Adelia "Dengan begini gue bisa hubungin dia" Tersenyum senang telah mendapatkan nomor telepon sang mantan kekasih. Ia pun iseng membuka galeri ponsel Adelia, banyak foto dirinya bersolek di depan layar. Wajah cantik Adelia menarik senyum di bibir Tristan "Lucu sekali foto ini" Tanpa tunggu lama ia mencuri foto Adelia itu.


"Setelah kurus dia jauh lebih menarik. Andai dulu dia secantik ini pasti gue nggak bakal tinggalin dia. Tapi, semua salah gue. Gue udah jahat sama dia sampai membalaskan dendam sekejam itu padanya. Andai waktu bisa berputar kembali, maka gue mau memperbaiki kesalahan gue dulu" Sambil terus melihat semua foto di dalamnya. "Foto ini....." Tanpa sengaja tristan menemukan sebuah fota masa lalu. di mana foto itu dirinya tengah duduk sambil merangkul Adelia di parkiran sekolah saat mereka masih sekolah dulu.


"Dia masih menyimpannya, itu artinya dia masih menyisakan cinta untuk ku." Tristan terus tersenyum senang kala melihat foto dirinya masih tersimpan di galeri ponsel Adelia.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, rapat telah usai. para klien satu persatu keluar dari privat room. Kini tinggal mereka berdua. Adelia fokus membereskan berkas di atas meja sedangkan Abraham menatap kagum ke arah Adelia "Ehem....saya mau bicara sesuatu sama kamu, penting."


Tatapan Adelia sontak mengarah kepadanya "Bicara saja pak"


"Saya.....saya sebenarnya men...."


Adelia tau apa yang hendak Abraham ucapkan. Segera ia mencari cara untuk mengalihkan pembicaraan. Melihat gelas di samping tangan membuatnya memikirkan sesuatu (Aku harus cari akal supaya kata kata itu tidak lolos dari mukut lelaki ini).


Sebuah gelas jatuh kelantai sebab tersenggol tangan Adelia"Astaga, maaf pak. Saya tidak sengaja menjatuhkan gelas" hendak berjongkak memungut serpihan gelas, namn tiba tiba Abraham menghentikannya.

__ADS_1


(Oh tidak, kenapa setiap kali mau ngungkapin perasaan sama dia, ada saja kendala. Bikin bad mood) Kesal Abraham.


"Ya sudah lupakan saja. Biarkan mereka membereskan serpihan gelas ini, jangan lukai tangan manis kamu dengan benda tajam. Terlalu sayang tangan seindah ini untuk di lukai" Membawa Adelia bengkit.


"Kalau begitu saya tinggu kamu di mobil..."Sangkin kesal Abraham pun meninggalakn Adelia sendiri di dalam.


Adelia menghela nafas lega "Hampir saja...." Sejak awal Adelia sudah tau tentang perasan Abraham padanya. Tapi, dia tidak ada sedikit pun perasaan untuknya. Percuma jika menerima cinta seseorang tapi hati kita tidak menerima orang tersebut. Cinta itu berasal dari dua orang saling menyukai bukan dari keterpaksaan. Cinta itu ibaran sebuah sampan yang mendayung di lautan lepas. Kedua sisi harus seimbang, kalau tidak perahu akan terbalik dan tenggelam.


"Semoga saja dia tidak mengatakan hal itu lagi. Aku cuma nggak mau lihat dia terluka. Karena luka di hati ini belum sepenuhnya sembuh" Mengingat betapa kejam kehidupannya di masa lalu. Banyak di sakiti laki laki dan di jadikan bawah bercandaan, meski cintanya begitu tulus.

__ADS_1


"Ah...sudahlah, ngapain mikirin yang sudah berlalu. Bikin pusing saja" Ia pun segera keluar dari ruangan.


__ADS_2