OH MY NDUT

OH MY NDUT
Ep 34


__ADS_3

Malam hari di rumah Adelia.


Adelia sangat depresi, sampai ia tidak mau keluar kamar. Kedua orang tuanya sangat kebingungan melihat Adelia, sampai mereka menelepon Tristan.


"Nak, tolong bujuk Adel supaya mau keluar. Tidak tau kenapa dia terus mengurung diri dalam kamar. Tolong bicara sama dia" Dengan wajah panik, Ibu Adel meminta pemuda yang sedang dekat dengan putri untuk membujuk Adelia keluar. Kedua orang tua Adelia belum tau permasalahan di antara keduanya, jadi kedua orang tua Adelia hanya mengira kalau Adelia sedang dalam tekanan batin. Mungkin sebuah pembullyan lagi pikir mereka.


"Baik, saya akan coba bicara sama dia dulu" Tristan mendekati pintu kamar Adelia, sebelumnya ia menarik nafas dalam sembari memejamkan mata sejenak.


Tok tok...


"Adelia ini aku, Tristan. Buka pintunya kita bicara baik baik" Tristan masih menutupi sifat aslinya di depan kedua orang tua Adeli.


"Adelia kamu tidur kah?"


Masih tidak ada respon dari Adelia hingga membuat kedua orang tua Adelia semakin panik.


"Dobrak saja, nak. Saya takut Adelia kenapa kenapa" Ucap Ayah Adelia.


Melihat ketakutan di wajah kedua orang tua Adelia, Tristan pun menatap mereka berudua.


"Sebenarnya kami sedang ada masalah sedikit. Hanya kesalah pahamanan saja"


"Kalian bertengkar?" Tanya Ayah Adelia.


"Iya, Om. Itu pun Adelia hanya salah paham"


"Astaga, jadi dia sedang merajuk. Kalau begitu kalian harus selesaikan baik baik. Kami juga pernah muda kok" Menepuk pundak Tristan.


"Adelia, kamu keluarlah sebentar, Nak. Ibu tidak pernah mengajarkan kamu tidak sopan sama siapa pun. Tristan jquh jauh datang ke sini demi kamu, ayo sayang kamu keluar" Ucap Ibu Adel sambil memukul pintu pelan.


Tak lama setelah itu Adelia keluar, matanya memerah dan sembab.

__ADS_1


"Kalian selesaikan masalah kalian dulu baik baik jangan sampai masalah tumpul menjadi runcing." Jelas Ibu Adel.


"Maaf, kalau seandainya saya ajak Adelia keluar sebentar apakah saya di ijinkan?" Tanya Tristan.


Ibu Adel melempar pandang pada suaminya.


"Oh, iya silahkan. Tapi pulangnya jangan sampai larut malam ya. Ingat, jangan macam macam. Masa muda kalian adalah emas, jadi jangan kotori dengan hal tidak baik, mengerti?" tutur Ibu Adel memperingatkan mereka. Sebagai orang tua sudah kewajiban bagi mereka untuk selalu memantau gadis remaja mereka supaya tidak terlalu jauh dalam melangkah. Gadis remaja mereka bagaikan sebuah harta yang harus di jaga dengan hati hati, sebab jika anak gafis mereka memgambil langkah yang salah tentu tidak hanya merusak masa depan dirinya sendiri, melainkan juga nama baik kedua orang tuanya.


"Tante tenang saja, kami akan selalu menjaga kedekatan kami. Kalau begitu kami pamit dulu" sebelum mereka pergi, tak lupa mereka pamit dengan mencium tangan kedua orang tua di hadapannya itu.


Atas ijin kedua orang tua Adelia, Tristan pun membawa Adelia pergi ke sebuah taman di dekat rumah Adelia. Dalam perjalanan mereka saling diam tanpa kata.


"Del, kita duduk di sana saja" Menunjuk sebuah kursi panjang di bawah pohon.


Adelia tetap diam seribu bahasa. Ia segera berjalan menuju arah kursi tersebut lalu duduk melempar pandang di sisi lain.


"Adelia, kamu hanya salah paham. Dia itu sepupu ku. Kami tidak ada hubungan special, sungguh" Ucap Tristan sembari mengusap tangan Adelia.


"Kamu pikir aku bodoh, sebelum kejadian siang tadi aku sudah melihat kamu dengan dia di sekolah kita. Tidak usah kamu tutupi lagi karena aku sudah tau yang sebenarnya." Ucapnya sembari menepis tangan Tristan.


Adelia semakin geram "Kamu itu hanya menjadikan aku alat balas dendam kamu, kan? lebih baik kamu jujur saja pada ku. Dendam apa yang kamu miliki pada ku?" Tatapan Adelia penuh kebencian.


"Tidak, aku tidak pernah mempunyai dendam apa pun padamu. Kamu itu hanya salah paham"


"Jangan sok tulus. Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri kalau kamu dsn sia sedang memadu kasih" Setelah Adelia menjelaskan hal itu, sontak Tristan terkejut.


"Nggaj gitu, Del. Kamu hanya...."


"Hanya apa?" Bentak Adelia karena ia sudah tidak sanggup lagi menahan emosi.


"Oke, sekarang aku akan jujur sama kamu. Sebenarnya memang aku tidak pernah tulus mencintai kamu, karena dulu kamu telah menolak cinta ku"

__ADS_1


Adelia tersentak kala mendengar ucapan tersebut "Maksud kamu apa?"


Tristan bangkit seraya menatap ke depan "Kamu ingat dengan laki laki gendut, hitam dan jelek waktu smp..."


"Siapa? Bondan?"


"Iya, aku adalah Bondan. Kamu tau kenapa selama ini aku menaruh dendam padamu?Karena sehari setelah itu semua orang membully ku. Mereka bilang seorang bunga sekolah seperti kamu tidak pantas pacaran sama orang buruk pura seperti aku. Bahkan mereka menyakiti ku dari segi mental dan fisik, aku sungguh terluka. Hari hari ku hancur karena kamu." beralih pandang menatap wajah Adelia.


"Jadi kamu pergi waktu itu karena...."


"Ya. Penyebab aku pergi dari sekolah adalah kamu. Dan sekarang dendam ku sudah terbalaskan. Sakit yang tidak seberapa ini belum sebanding dengan sakit ku dulu."


Adelia segera bangkit dari duduknya "Maafkan atas salah ku dulu, aku..."


Tristan menepis tangan Adelia yang hendak memeluknya "Cukup! untuk saat ini aku tidak mau lagi pura pura tulus sama kamu. Di tempat ini dan hari ini juga kita tidak ada hubungan apa pun"


Bagai duri menancap, sakitnya sungguh luar biasa. Hati Adelia hancur berkeping, juga air matanya tumpah ruah.


"Maksud kamu apa, Tan? aku nggak mau kita putus. Aku sangat mencintai kamu, tolong kasih aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ku" Pinta Adelia sambil memegang lengan Tristan.


"Cih....gue nggak sudi lagi deket sama lo. Lebih baik sekarang lo anggep gue nggak pernah ada di hidup lo." Begitulah cara Tristan mencampakan Adelia sampai air mata pun tak bisa menghapus luka.


Sebagian orang tidak menyadari kesalahan di masa lalu sampai membuat masa depannya tergadai selama pembalasan belum tercapai. Setelah luka lama kembali terbuka tidak akan mudah menutupnya kembali.


"Kamu jahat sekali sama aku...." Adelia bersimpuh di hadapan Tristan sambil memegang kedua lutut Tristan.


"Lepas..... mulai saat ini detik ini kita tidak ada hubungan apa pun lagi, dan jangan lagi deketin gue, ngerti kamu!" Mengjempaskan tubuh Adelia lalu segera meninggalkan tempat tersebut.


"Aaaaaaaaaaa...." Adelia berteriak sekencang mungkin untuk melepaskan sakit dalam hatinya.


Kini hidupnya telah di hancurkan dendam masa lalu dari seseorang hingga berimbas buruk di kehidupannya sekarang. Tidak hanya itu, Adelia juga merasakan sakitnya di bully sama seperti Tristan di waktu buruk rupa dulu.

__ADS_1


"Sudah usai balas dendam ku, dan waktunya mengakhiri kisah ini." Selepas kepergiannya, Tristan memutuskan menjauh dari kehidupan Adelia, bahkan ia memilih kembali ke kota lama demi menghilang tanpa bayang bayang siapa pun.


Beberapa hari kemudian, Adelia kembali menjadi gadis pemurung, tapi di sampaing Adelia kini ada banyak teman sehingga perlahan ia bisa melupakan sakit hatinya, begitu juga kisah tentang Tristan.


__ADS_2