
Beberapa tahun berlalu....
Adelia sudah melupakan kisah pahit di masa sekolah. Kini hidupnya sudah berubah total. Dari seorang gadis gemuk buruk rupa menjadi sosok idola. Tekat yang begitu kuat merubah pemikiran Adelia sampai mendapatkan apa yang di impikan. Setelah akhir kisah cinta putih abu abu, membuatnya menutup hati sampai saat ini. Kini Adelia bekerja di sebuah perusahaan ternama.
"Malam nanti kamu ada acara apa?" Tanya seorang laki laki. Mereka tengah duduk di meja kerja mereka sambil membolak balikkan lembaran file. Adelia nampak sibuk dengan pekerjaannya jadi dia tidak mengindahkan ucapan si laki laki itu.
"Adelia saya bicara sama kamu"
Sontak Adelia langsung menatapnya "Maaf pak saya tidak tertarik membahas hal selain pekerjaan kantor"
"Ini juga mengenai kantor lho. Saya ini atasan kamu kenapa dingin sekali sama saya" Tutur si lelaki seraya menghampiri meja kerja Adelia.
Sejak kejadian pahit cinta semasa sekolah membuat Adelia menutup hati bagi para kaum adam yang mendekatinya. Bukan tanpa alasan, rasa trauma itu membuatnya hilang kepercayaan terhadap kaum adam.
"Membahas tentang kantor ada di jam kerja bukan di lain waktu. Saya tidak ada waktu untuk hal tidak pinting." Tuturnya Adelia.
Laki laki akan semakin tertarik jika ada sesuatu yang sulit tuk di dapatkan.
(Sebenarnya dia itu wanita seperti apa? mungkinkan wanita sedingin es ini tisak bisa mencair dengan laki laki tampan juga mapan seperti saya) Gumamnya.
__ADS_1
Tak berapa lama Adelia bangkit dengan membawa sejumlah file "Mohon tanda tangannya, pak" menyodorkan beberapa file tadi.
"Oke, letakkan saja di atas meja"
"Baik, pak." Adeli kembali ke meja kerja kemudian langsung mengerjakan tugas lain.
Melihat asistennya tekun mengerjakan semua tugas dengan gesit, menambah ketertarikan tersendiri. Sejak pertama kali sang Ayah memilih Adelia sebagai asistennya sejak saat itu pula dia jatuh hati pada wanita cantik itu.
Abraham adijaya, putra tungga dari pengusaha ternama di kota besar. Semenjak lulus dari universitas luar negri, Abraham memilih duduk di bangku CEO. Tidak hanya pandai dalam bisnis tapi dia juga mahir dalam dunia percintaan. Meski Abraham benyak di kelilingi wanita tidak lantas membuatnya menjadikan wanita iru hak milik. Baginya semua wanita di dekatnya bukan menyukainya dari segi fisik mau pun jati melainkan dari uang. Setiap hari banyak wanita cantik nan seksi bersolek di sampingnya tapi tidak satu pun mampu membuatnya jatuh hati. Berbeda dengan Adelia, baru pertama kali melihat Abraham langsung jatuh hati. Wajah cantik kulit putih dan kaki jenjangnya membuat jantung Abraham berdetak kencang. Tiap kali melihat wajah itu membuat darah seolah mengalir cepat. Tapi ada satu tantangan bagi Abraham, sebab Adelia bukan wnaita sembarangan. Dia sangat sulit di dekati, bahkan di ajak biacara saja wajah wanita iti nampak datar tanpa expresi sedikit pun. Entah apa yang kurang dari Abraham sehingga membuatnya tidak di pandang sedikit pun.
(Wanita ini semakin membuatku gemas....)Sambil tersenyum badan bersandar di kursi dan kedua tangan bermain jemari.
"Astaga laki laki ini membuat ku tidak nayaman saja...." Lirihnya sembari kembali pada layar lap top.
Tok...tok....tok...
"Permisi pak ada seseorang ingin bertemu dengan anda" Tutur seorang wnaita yang baru saja masuk.
Abraham terus memandang wajah Adelia "Saya sedang sibuk. Surih dia pergi...."
__ADS_1
"Tapi, pak...."
"Nggak usah tapi, tapi, Usir dia...." seketika saja amarah Abraham meledak.
"Santai bro...." tiba tiba saja masuk seorang laki laki memakai setelan kemeja biru tua berpadu dengan kemeja putih bersih.
"Sahabat ku, benarkah itu kamu...." Dengan wajah penuh senyum Abraham menghampiro laki laki itu.
"Kamu masih sama pemarah seperti dulu" keduanya berpelukan.
Adelia bangkit dari tempatnya hendak keluar bersama wanita tadi. Tanpa sengaja ia melihat sekilaswajah laki laki itu.
Deg.....
"Wajah itu....." Adelia mengingat wajah itu tidak lain adalah Tristan, laki laki yang paling di benci.
"Duduk, silahkan duduk" senang hati Abraham mempersilahkan sahabatnya itu duduk.
Tristan belum menyadari bahwa wanita yang baru saja keluar itu adalah Adelia. Bukan tidak mengenali tapi dia belum sempat melihat wajahnya.
__ADS_1