OH MY NDUT

OH MY NDUT
Ep 41


__ADS_3

"Kok cuma sendiri, kemana asisten lo itu?" Tanya Tristan. Melihat sahabat baiknya datang seorang diri.


Abraham masuk dalam mobil dengan wajah kesal "Masih di dalam. Hari ini sial banget sih, pas di momen paling gue tunggu malah ada aja hal di luar dugaan"


Menoleh ke belakang "Maksud lo?"


"Tadinya gue mau nyatain perasan gue sama dia, tapi gara gara gelas pecah gua nggak jadi nembak dia. Kesel Gue...." Memukul kosong sembari memperlihatkan raut kekecewaan. Sejak pertama kali melihat Adelia, ia sudah jatuh hati, di tambah sifat dingin Adelia membuatnya semakin penasaran. Satu satunya wanita yang menolak saat di dekati hanyalah Adelia seorang. Sikap itu memancing ketertarikan lebih untuk mendapatkan hati si wanita.


Laki laki akan lebih penasaran dengan seorang wanita jual mahal. Semakin sulit di dapatkan akan semakin besar rasa ketertarikan. Yang mahal itu justru sulit di dapatkan tapi yang murah gampang di genggam.


"Itu artinya semesta tidak mengijinkan kalian bersama....." Tristan tersenyum bahagia. Dalam hati ia merasa lega akhirnya yang di takutkan tidak terjadi juga (Masih aman. Gue yakin Adelia tidak akan mau sama Abraham. Karena gue yakin dia masih mencintai gue)


"Sialan....gue bete malah lo senyum senyum kek gitu. Ngeselin lo"


"Hehehe....sorry bro, gue itu bukan ngetawain elo, tapi ngetawain gelas pake pecah di waktu yang salah. Harusnya tuh gelas tau situasi dan kondisi sekitar dong, jangan main pecah gitu aja. Bikin hati seseorang ambyar mak pyar.....ahahahaha" Gelak tawa Tristan semakin kencang. Membuat Abraham kesal di tartawai.


"Gue yakin dia pasti bisa gue dapatin. Sekelas artis saja tunduk sama gue, masa dia nggak. Wanita itu sedikit di buai pasti melayang"

__ADS_1


"Jangam pikir Adelia itu wanita gampangan. Dia nggak akan terpengarah seperti wanita lain. Dia tidak akan melihat fisik apa lagi harta, karena dia itu beda dari wanita kebanyakan" bayangan masa lalu kembali terlintas di pikiran Tristan. Senyum mengambang di bibir Adelia semasa dulu masih dapat ia rasakan. Seolah masa itu bisa di sentuhnya kembali.


"Kenapa ucapan lo seolah kaya udah kenal Adelia lama. Padahal kalian baru ketemu, tapi seolah lo kenal banget sama dia" Abraham sedikit curiga pada sahabatnya itu. Bagaimana bisa dua orang baru bertemu bisa langsung mengenal sifat dsn perilaku.


Ucapan Abraham membuat Tristan terdiam sesaat. Bingung harus berkata apa.


"Eh dia datang" Tristan kembali ke posisi semula saat ia melihat Adelia keluar dari cafe.


"Ini pak...." Mengembalikan kartu hitam milik Abraham. Tadi ia berikan kepada Adelia untuk membayar tagihan cafe.


"Sudah selesai semua?"


"Ini kita lanjut kemana bro? mau langsung balik atau mampir ke pantai dulu yuk. Di sekitar sini ada pantai pasir putih, pamandangannya bagus banget cocok buat refres otak" Ujar Tristan.


"Mantai dulu kali ya, sekalian refresing. Udah lama juga kita nggak main ke pantai, jadi ingat pas jaman sekolah kita dulu"


Adelia melirik ke arah Tristan "Tidak bisa. Sebentar lagi kita ada meeting, pak."

__ADS_1


Menghela nafas panjang "Huf....biarlah sekali kali kita kesampingkan masalah kerjaan. Kepala saya hampir pecah, setiap hari berhadapan dengan pekerjaan. Membosankan sekali. Nggak ada salahnya kita mantai sebentar, toh nggak setiap hari ini. Udah lama juga nggak nikmatin hidup"


"Oke, gas tipis tipis" Mereka pun melaju ke tempat wisata pantai pasir putih di sekitar sana. Jarak tempuh memakan waktu kurang lebih sekitar satu setengah jam. Jalanan berliku dan tanjanjakan tajam juga turunan mengerikan membuat isi perut bergoyong. Hampir hampir Adelia muntah.


"Kamu kenapa? sampai berkeringat dingin begitu?" Tanya Abraham.


"Tolong menepi sejenak...." Pinta Adelia.


Tristan pun langsung menepikan mobik. Segera Adelia turun mobil "Huekkkk....."


"Eh kamu kenapa?" Abraham baru saja melepas sabuk pengaman. Ia panik takut trrjadi sesuatu pada wanita tercinta.


"Dia mabuk kendaraan" Ujar Tristan santai.


"Apa? mana mungkin di mabuk kendaraan. Sedari tadi dia baik baik saja"


"Jalan menuju pantai terlalu tajam dan berliku, pasti dia merasa mual "

__ADS_1


Tristan beserta Abraham langsung turun dari mobil.


__ADS_2