
Sepanjang perjalan mereka bertiga saling diam. Namun, tanpa di sadari ada sepasang mata yang diam diam melihat ke arah Adelia. Benar, Tristan mencuri pandang dari kaca depan mobil. Saat ini Abraham sudah tertidur pulas karena jarak tempuh lumayan lama sehingga membuatnya tertidur. Sedangkan Adelia masih terjaga sembari mengotak atik ponselnya. Terkadang guratan di dahi Adelia terlihat jelas seperti sedang melihat sesuatu yang tidak dia sukai.
"Ehem....bagaimana kabar kamu?" Tristan mencoba memecah keheningan di antara mereka. Adelia melempar pandang kurang mengenakan "Seperti yang anda lihat" Kembali terfokus pada ponsel.
"Oh iya, apa kabar sama bapak dan ibu? mereka baik baik saja, kan? sudah lama aku nggak lihat mereka. Memang selama ini kalian tinggal di mana?"
Adelia kesal atas serbuan pertanyaan dari Tristan "Bisa diam nggak sih. Nggak perlu tanya masalah pribadi saya. Kalau anda banyak bicara kapan sampainya. Saya tidak mau mebahas hal tidak penting dengan anda" Ketus Adelia.
__ADS_1
Sikap Adelia saat sangatlah berbanding terbalik dari sifat Adelia si gendut yang dulu. Adelia yang dulu sangat ramah, penuh kasih sayang, tutur kata lembut, tidak sombong, dan mencintainya. Kini berubah menjadi wanita pemarah dan angkuh. Senyuman manis di bibirnya pun sekarang tidak ada lagi.
"Maaf, aku nggak bermaksud banyak tanya. Tapi...."
"Stttttt....Diam" Adelia menyuruh Tristan diam.
(Kenapa sih setelah sekian lama kini dia kembali lagi. Hidup ku sudah bahagia tanpa adanya dia, kini terusik atas kehadirannya) Kesal Adelia dalam hati. Tak mau menyia nyiakan waktu. Akhirnya Adelia merangkai kisah mereka menjadi sebuah cerita masa lalu. Sejak lama Adelia telah menggeluti dunia novelis. Setiap apa saja yang di lihat akan dia tuangkan menjadi sebuah maha karya. Bahkan novelnya sudah di sukai banyak orang. Kisah perjalan hidup dan asmara menjadi daya tarik yang luar biasa. Adelia yang dulu banyak di bully kini banyak mendapat pujian. Seekor beruang burung rupa menjelma menjadi angsa berbulu putih. Tidak hanya menawan hati tapi juga sangat elok rupanya.
__ADS_1
Tak berapa lama sampailah mereka di sebuah cafe mewah "Bro gue tinggal bentar ya." Ucap Abraham.
"Oke, santai aja bro. Itung itung gue jadi supir lo deh" Canda Tristan.
"Lo bisa aja bro. Ya udah gue masuk dulu ya" Abrahan beserta Adelia pun keluar dari mobil kemudian masuk ke dala cafe.
"Gue nggak nyangka dia bisa berubah secantik itu....ck ck ck" Berdecak kagum kala melihat Adelia berjalan bagaikkan model papan atas. Tidak hanya badan bagus tapi wajahnya sangat cantik. Bersantai sejenak sembari menikmati alunan musik. Tiba tiba saja Tristan teringat masa sekolah dulu, di mana dia dan Adelia tengah bergandeng tangan sepulang sekolah. "Kenapa dulu gue bodoj banget udah buat dia sakit hati sih" Kalau pun ada penyeslaan terbesarnya saat ini adalah ketika mencampakkan Adelia bagaikan sampah. Beberepa tahun lalu Tristan mendapat perlakuan yang sama dari pacarnya. Dia juga di campakkan sama halnya dia mencampakkan Adelia dulu. Ketika duduk di bangku kuliah, Tristan tidak lagi menjadi lelaki incaran para wanita. Sebab banyak jago kampus yang lebih gagah dan tampan darinya. Suatu hari dia menjalin cinta dengan seorang wanita cantik, bisa di bilang bunga kampus, awalnya hubungan mereka berjalan baik baik saja. Namun, ketika Tristan sudah begitu menaruh cinta pada wanita itu, datanglah seorang lelaki jauh lebih tampan darinya. Akhirnya hampir selama dua bulan dia di duakan oleh sang kekasih. Betapa sakit hati Tristan kala ia tau bahwa sang kekasih tega menduakan cintanya. Dari sejak itu Tristan sadar bahwa apa yang terjadi adalah karma dari kesalahan di masa lalu.
__ADS_1