OH MY NDUT

OH MY NDUT
Ep 17


__ADS_3

"Kalian sih..." Tristan melempar amarah pada kedua manusia yang ikut memeluk Adelia.


"Lagian kamu ngapain peluk peluk, bukan muhrim" Kesal Zaskia dengan memukul pelan pergelangan tangan Tristan yang masih memeluk Adelia dengan nyaman.


"Biarin. Dia adalah pacarku"


Ucapan Tristan membuat Adelia menatapnya "Apaan sih.." Ucap Adelia menyembunyikan rona pipi.


Doni mengerti ada sesuatu antara keduanya. Ia tak tau perasaan seperti apa yang di rasakan saat ini, dadanya terasa sesak dan perih. Aliran darah seolah mengalir cepat sampai ke ujung kepala. Melihat Tristan terus merayu Adelia membuatnya tidak betah berada di sana"Gua keluar dulu"


"Aku ikut. Mau beli makan di kantin, kalian mau di beliin apa?" Ucap Zaskia.


"Aku sedang tidak ingin makan" Ucap Adelia.


"Kalau kamu, tan?"

__ADS_1


"Nggak, makasih. Nanti aja gua keluar sendiri"


Keduanya segera keluar dari ruangan Adelia. Di dalam Adelia berusaha duduk tegak, namun badannya masih lemas "Kamu jangan banyak gerak" Segera Tristan membaringkan tubuh Adelia. "Tapi aku ingin duduk"


"Jangan nakal deh. Kamu itu baru sembuh, jangan banyak gaya."


Adelia tersenyum melihat perhatian Tristan yang begitu tulus. Wajah tampan laki laki itu membuat tekatnya menjadi lebih kuat. Ia ingin memantaskan diri supaya di pandang imbang oleh orang lain. Beberapa minggu ia telah menjalani diet ketat. Selama itu ia tidak makan nasi sama sekali, bahkan dia berhasil menghindari makanan berlemak serta menanamkan olah raga setiap sore hari terkadang sampai malam hari. Berat badannya saat ini sudah berkurang beberapa kilo, baginya itu sudah pencapaian yang bagus. Tapi setelah hasil pemeriksaan dokter, ia di sarankan menghentikan diet ketatnya atau kesehatannya akan terganggu. Dokter berkata pada keluarga Adelia bahwa diet ketat yang di jalani sangat berbahaya karena berpengaruh buruk bagi kesehatan. Adelia kala itu hanya bisa mendengar tapi belum bisa berkata kata. Sekarang melihat pengakuan Tristan di depan teman temannya, membuat Adelia kembali yakin diet yang di jalani adalah benar.


"Kamu mau apel? buar aku kupas untuk kamu" Di raihlah satu buah Apel di atas meja, lalu mengupasnya perlahan.


"Aku tidak mau, aku sudah kenyang" Tutur Adelia. Sebenarnya dia merasa sangat lapar karena beberap hari dia tidak makan apa pun. Adelia memegang perutnya, sesekali mencengkeram kuat menahan lapar.


Adelia membuang wajah, merasa malu "Tidak kok, aku hanya sedang tidak ingin saja"


"Jangan pernah diet karena aku sangat suka pipi cuby kamu ini, sayangku" Sangking gemasnya Tristan mencubit pipi Adelia.

__ADS_1


"Aku hanya memataskan diri untuk kamu, apa salahnya"


Ucapan Adelia menusuk telinganya "Kamu pikir kamu belum pantas untukku? tentu kamu sudah pantas. Kalau kamu tidak pantas untukku lalu kenapa aku mengejarmu dan menunggu balasan cinta darimu"


"Em...." Adelia tak bisa menjawab semua ucapan Tristan. Yang menjadi masalah bukan karena cintanya tapi dirinya merasa belum pantas menjadi kekasih Tristan.


"Ah, sudahlah. Kamu makan apel dulu..." Tristan hendak menyuapi Adelia, tiba tiba datanglah ibu Adel beserta ayahnya.


Tristan menarik kembali tangannya. "Om, Tante...."


Ibunda Adelia tersenyum "Tidak apa apa. Maaf kami mengganggu"


"Tidak tante, silahkan" Tristan sedikit menjauh dari Adelia.


"Kalian ini masih kecil sudah pacar pacaran, kalau besar tidak jodoh nyesel loh" Tegur Ayah Adelia spontan.

__ADS_1


"Bapak..." Ucap Adelia.


Kedua orang tua Adelia sangat senang melihat putrinya kembali tersipu malu, juga kembali berbicara. Mereka berdua langsung memeluk putri kesayangan mereka.


__ADS_2