
Doni menuju kamar mandi, ia menghubungi seseorang setelah masuk ke bilik kamar mandi "Aku udah tau siapa wanita itu. Dia sekarang sedang bersama selingkuhannya di acara reuni sekolah xx. Kalau kamu mau datang saja ke sini" Doni mendengar suara ramai di telpon itu, pikirnya Adelia sedang berada di tempat umum.
"Kalau begitu sudah dulu ya, suaranya berisik sekali" Doni menutup telepon, ia tidak tega melihat Adelia kembali tersakiti. Rasa dalam diri Doni masih meninggalkan cinta untuk Adelia.Tapi, mau bagaimana pun Doni telah melepaskan Adelia untuk Tristan.
"Hah....semua ini salahku sudah melepas dia demi laki laki seperti itu" Kesalnya sembari menbuka pintu kamar mandi.
"Tristan...." Ketika Doni membuka pintu tiba tiba saja Tristan sudah berdiri di depan bilik kamar mandi "Ngapain lo, jangan bilang lo ngintip gue?"
"Nggak usah sok bercanda. Gue mau ngomong sama lo"
"Ngomong apa?"
"Ikut gue" Tristan mengajak Doni ke tempat perkir.
"Tolong lo jangan salah faham, dia itu cuma teman gue. Jadi, tolong jangan bilang apa pun sama Adelia." Tristan masih mencoba menyembunyikan kebenaran demi mencapai tujuannya.
Doni mengeratkan rahang, ia benar benar muak melihat wajah Tristan tanpa rasa bersalah itu. Doni mengepalkan kedua tangnnya, menahan emosinya.
"Lo pikir gue itu bodoh, terus lo bisa bohongin gue gitu...." Doni pun tersulut emosi sampai bogem tangan mengenai wajah Tristan.
__ADS_1
"Satu pukulan itu untuk Adelia dan ini..." Satu pukulan lagi Doni layangkan di wajah Tristan "Itu mewakili rasa kesal gue sama lo. Kalau dari awal lo cuma mau nyakitin dia kenapa lo harus deketin dia, ha?" Doni hendak melayangkan pukulan namun tiba tiba ada seseorang dari belakang menangkisnya.
"Adelia..." Sontak saja Doni berbalik mendengar Tristan menyebut nama Adelia.
"Adel, kenapa kamu bisa secepat itu sampai di sini?" Tanya Doni sambil memegang bahu Adelia.
Adeli sendiri hanya diam sambil menatap wajah Tristan. Mata sembabnya terlihat jelas, juga sisa air matanya masih membekas di pipi. Hati Adelia hancur. Ia sengaja datang ke tempat ini karena ada seseorang mengirim pesan via whatsapp tentang keberadaan Trisatan, tapi dia tidak tau siapa pengirimnya. Adelia hanya mendapatkan pesan jika pacarnya sedang ada di acara reuni dan bersama seorang wanita. Sebelum Doni menghubunginya sebenarnya dia sudah ada di sana tengah melihat pergerakan Tristan. Adelia menyamar menjadi seorang waitress di cafe itu dengan menggunakan seragam cafe serta memakai kerudung dan masker. jadi tidak ada yang mengenalnya di tempat itu. Kebetulan Adelia bertemu seorang wanita di depan parkiran tengah terburu buru hingga menabrak Adelia yang tengah berdiri di sana. Ketika Adelia membantu wanita itu ternyata dia telat sebab ibunya mengalami kecelakaan, jadi Adelia menawarkan diri untuk menggantikannya. Kebelutan wanita itu juga berbadan gemuk seperti Adelia hingga seragam miliknya pas di tubuh Adelia.
"Kamu pergi dulu, Don. Aku mau bicara sama orang ini" Ucap Adelia.
"Kamu yakin, Del?" Doni mencoba meyakinkan Adelia.
"Ya, aku yakin. Kamu tenang saja" Adeli menatap Doni seraya memejamkan mata sekejab.
Setelah kepergian Doni, Adelia menatap tajam wajah Tristan.
"Del, aku bisa jelasin. Kania itu cuma teman saja nggak lebih. Tadi dia minta buat teminin ke acara reuni sekolahnya, itu aja nggak lebih. Kamu harus percaya sama aku" Meraih kedua tangan Adelia, mencoba memberi penjelasan palsu.
Adelia maaih diam. Tapi, air matanya tidak bisa terbendung.
__ADS_1
"Sayang jangan nangis" Trustan hendak menyeka air matanya.
Plak...
Dengan keras Adelia menamparnya.
"Kamu pikir aku ini nggak punya mata? aku sudah tau semua kebusukan kamu"
"Del, tolong percaya sama aku, dia itu bukan siapa siapa ku. Cuma kamu yang aku cintai, tolong percaya sama aku" Tristan memeluk tubuh Adelia, mengharap dia akan mendapatkan kembali hati Adelia.
"Lepas...." Dengan sekuat tenaga Adelia melepaskan diri darinya.
"Mulai sekarang kita putus" Tegasnya lalu berlari meninggalak Tristan.
"Adel, tunggu del, adelia" Mencoba untuk menghentikan Adelia, namun Adelia langaung naik ojek online yangbtelah menunggunya dari tadi.
"Jalan bang"
"Del, aku bisa jelasin. Tunggu dulu..."
__ADS_1
"Bang buruan jalan..."
Adelia pun pergi meninggalkan Tristan.