Our World Is Different

Our World Is Different
menjadi murid baru


__ADS_3

anak-anakku yang comel hari ini kita kedatangan calon warga baru dikelas IPS1"seru Bu Fera dengan wajah yang meriah lebih meriah dari pasar malam.


Mereka pun langsung melihat keasal suara tersebut.


"Cantik gak bu anaknya?apa ganteng?"


"Pinter gak bu anaknya,apa idiot?"


"Siapa bu namanya?"


"Ibu punya no WA-nya enggak bu?kalau ibu punya kasih kesaya bu"


"Jomblo apa udah ada pegangan bu?"


"Boleh gw tikung nggak bu pacarnya?"


Pertanyaan dengan seribu kata itupun,meluncur dengan mulus di lidah mereka yang tajam seperti pedang,bagaimana tidak hanya dalam semenit mereka,bisa membuat pertanyaan yang tidak berfaedah,hingga sekolah menga-cap mereka sebagai kelas paling cerewet di SMA Gunung kidul.


"Tenang-tenang pertanyaan kalian langsung bisa dijawab,apabila kalian mendengar suara anak baru kita"jawab Bu Fera.


"Kami kesini!"panggil bu Fera.


Murid baru itupun langsung memasuki kelas yang akan ia hinggapi sampai di kenaikan kelas.


"Hai teman-teman perkenalan nama saya Siti Nurfaizah Saputri,biasa dipanggil Faizah,saya pindahan dari pondok pesantren Az-Zahra,mohon kerjasamanya"senyum Faizah.


"Ok,untuk perkenalan kali ini apa ada yang mau bertanya dengan Faizah?"tanya bu Fera.

__ADS_1


"Bu"


Tanya salah satu murid yang bernama Alfred Cristians,biasa dipanggil Tian, dia adalah pemecah rekor di SMA Gunung kidul sebagai pemilik mantan terbanyak.


"Ada apa Tian?"tanya bu Fera.


"Kenapa lo keluar pondok pesantren?"tanya Tian dengan dingin lebih dingin dari es batu yang biasa dijual di pelelangan ikan.


"Eee,sebelum itu aku enggak mau menjawab pertanyaan yang engkau berikan"jawab Faizah dengan gugup.


Tian pun mengangkat salah satu alisnya,mengapa perempuan satu ini berani dengannya?apa dia tidak tahu siapa sebenarnya aku? Sungguh luar biasa polos?


"Kenapa kau tidak mau menjawab?"tanya Tian.Tian pun langsung berdiri dan berjalan perlahan mendekati Faizah,Faizah pun langsung mundur sampai pada dinding yang membatasi antara kelas IPS 1 dan IPS 2, setelah tak bisa Faizah mentok dan tak bisa mundur,Tian pun langsung mengukungnya agar Faizah tak bisa kemana-mana.


"I-itu urusan pribadi yang tak boleh kuberi tahukan"gugup Faizah


"aduh gusti! bulu matanya lentik,alisnya tebal,hidung yang mancung,mata yang berwarna biru,bibir yang sempurna,dan rambut yang berwarna hitam legam seperti malam yang tenang.faizah kami baru keluar dari pesantren jangan mikir yang aneh-aneh,sadar Faizah sadar!"batin Faizah


"Benar tuanku"


Tuan?apa yang dipikirkan mereka sampai-sampai mereka memanggil cowok burik ini dengan sebutan tuan? SUMPAH! aku enggak betah jika 6 bulan aku disini!


"Tian...jangan seperti itu dengan anak baru, sekarang ibu mau tanya emang kamu mau kalau kamu ditanyai dengan itu, enggak mau kan? sekarang kamu duduk"perintah Bu fera.bu Fera adalah pahlawan kecil-kecilan bagi Faizah,karena ia telah menyelamatkan dari tatapan loser.Tian pun langsung balik ketempat asalnya dengan wajah geram.


"Tunggu balas dendam ku untuk kali ini"geram dalam batin Tian


"Faizah untuk kali ini kamu duduk dengan Tian ya"terang bu Fera

__ADS_1


"Um...gak ada kursi lain bu?"bantah Faizah,ia tak mau duduk dengan Tian sebab ia tak mau mendengarkan ocehannya yang tak berfaedah.


"Kalau disuruh nurut aja kalau dibantah dosa-lho,anak pondokkan"jawab Tian sekaligus pertanyaan.


"Yaudah ibu tinggal dulu ya Faizah?"


"Ya bu"


Faizah pun berjalan tanpa semangat, menurutnya hari ini adalah hari yang tersial,mulai dari ia ketinggalan bis, terlambat masuk,bekal yang mau ia bawa ketinggalan,uang jajan bulanannya ketinggalan untung tadi ada ibu-ibu yang mau membayarnya,kalau tidak pasti ia sudah ada dikantor polisi untuk saat ini,plus pertanyaan konyol yang diberikan oleh Alfred Cristians,sudah-sudah urat malunya putus dihadapan orang-orang.


setelah bu Fera pergi kelas pun menjadi ramai,mereka banyak yang memperkenalkan diri hingga status sosial.


baru saja aku ingin menaruh bokongku dan tas ranselku sudah dihadang oleh Tian.


"eits,siapa suruh lo duduk disitu?"tanya Tian.


aku pun mengangkat alisku,heran tadi dia ngomong suruh nurut sekarang dia suruh aku pindah,apa sih maunya?


"serah lo deh,gw pusing ngomong sama lo"nyerah Faizah,baru satu langkah untuk mencari kursi lain yang masih kosong,aku pun dihadang lagi, ngapa sih dunia ini harus sempit dimana-mana aku dihadang kayak dunia ini miliknya.


"hai nama gw Sarah Az-Zahra biasa dipanggil Sarah"Sarah pun mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenallan dan Faizah pun menerimanya dengan baik.


kring kring kring


"mau temenin gw kekantin gak?siapa tahu lo mau beli makanan atau minuman?"tanya Sarah dengan senyuman hangat.


"boleh"setuju Faizah,entah kenapa tiba-tiba kepalanya pusing dan perutnya mual dan sepertinya maagnya kambuh,aku langsung pingsan ditempat,Tian pun langsung sigap menangkapnya dan membawaku ke UKS.

__ADS_1


__ADS_2