
Faizah pun mengerjap-ngerjapkan matanya untuk beradaptasi dengan cahaya sekitar,awalnya ia biasa saja tetapi setelah melihat Tian disampingnya,lebih tepatnya tidur di kursi kecil yang sudah disediakan oleh UKS dan memegang tangannya,seolah-oleh dia sedang memberi semangat untukku agar cepat sadar,Faizah pun dibuatnya deg-degan ditambah lagi wajahnya yang imut saat tidur,wajar saja Faizah tahu wajah imut sang marga Alfred,soalnya dia sendiri yang tidur dengan menghadapku.
"gak-gak boleh aku jatuh cinta padanya,dia membenciku dan aku juga membencinya,tak seharusnya aku mencintaibya dengan tulus"ambisi Faizah.Faizah pun sengaja menggerakkan tangan agar sang empunya bangun.
"ma...bisa bentaran gak sih banguninnya"ngingau Tian dengan sedikit emosi.
"owh ternyata dia mami gue baru percaya kalau anak yang bermarga Alfred yang disegani oleh dunia ternyata anak manja yang masih bergantung dengan orang tuanya"kekeh Faizah tak lupa dia membicarakan aib Tian didalam hati.
Tian pun bangun setelah mendengar suara Faizah yang masih terkekeh,"ngapain lo ketawa?"tanya Tian dengan to the point, seolah-olah tak terjadi apa-apa antara Faizah dan Tian.
"tidak apa-apa kok"jawab Faizah,Tian pun bergegas berdiri menuju pintu untuk balik kekelas ia pun kembali membalikkan badannya,ia hampir lupa dengan pesan sang bu Rika sang dokter pribadi disekolah SMA gunung kidul.
"oh iya kata bu Rika,kamu kena penyakit maag gara-gara banyak pikiran dan telat makan, terus bu Rika buatkan bubur diatas nakas yang sudah dicampur dengan obat maag,dan satu lagi jangan soudzoon gue gak ngasih obat apapun dibubur itu"perintah Tian.
"iya-iya nanti gue kerjain,dah sono nanti ada yang cemburu lagi"usir Faizah sambil mengayunkan tangannya seakan-akan Tian diusir dengan tak layak,apa yang dibilang Faizah itu benar,nanti ada yang cemburu tentang kesalahpahaman antara Faizah dan dengannya.Tian pun berbalik dan mengayunkan tangannya keatas sebagai tanda sampai jumpa bagi sebagian orang.
Tian pun keluar dengan perasaan yang agak kecewa,soalnya kata temen-temennya nih ada sebuah pintu rahasia yang disamar-samar menjadi tembok,dan jika tembok itu dipegang oleh marga Alfred,maka pintu tersebut akan mengeluarkan cahaya yang agak bersinar,disaat temannya bercerita Tian pun dihantui dengan aura penasaran.
dan tentang Tian menolong Faizah itu hanya modus,Tian ingin menguak mitos yang dikatakan oleh temannya,jika pintu itu terbuka hidup Tian akan bahagia dan setia terhadap pasangannya,bukan hanya itu saja didalam ruang itu ada sebuah benda yang dapat meramal jodoh dimarga Alfred,hingga saat ini gak ada yang tahu kenapa diruangan itu terdapat alat yang menurutnya unfaedah.
setelah Tian pergi aku pun terlelap tidur diatas kasur yang sama,entah kenapa kasur ini sangatlah keras. perbandingannya sangat jauh jika dibandingkan dengan kasurku dirumah,hampir seumur hidupnya dipenuhi dengan kehidupan kebonya,pulang sekolah kekasur tiduran,habis mandi tiduran,habis makan tiduran,habis belajar tiduran,dan mau tidur tiduran lagi.jika suaminya tahu tentang aibnya saat dirumah pasti suaminya hingga saat ini akan memarahinya,sebelum ia terlelap tidur ia melaksanakan tugas apa yang diberikan oleh bu Rika,ia tak mau sakit maagnya berkepanjangan.
🐾skip🐾
baru terlelap beberapa menit suara gedoran pintu membangunkan ia dari tidurnya,Faizah pun cepat-cepat menjawabnya tapi ia merasa was-was jika Tian datang lagi dan meminta ganti rugi atas sengaja memegang tangannya,Faizah tarik nafas panjang-panjang dan membuangnya secara perlahan seperti ibu-ibu yang mau akan melahirkan.
"Masuk aja gak dikunci kok"jawab Faizah, dan tak disangka seorang temannya pertamanya disaat sma yang datang untuk menjenguknya,Faizah langsung berdiri ketika melihat Sarah memasuki kamar UKS yang berukuran kecil.
"Iza dicari-in tuh sama supir ganteng"ucap Sarah yang sedang membawa tasnya ,dengan mata yang membinar.menurutnya Sarah sangatlah menjijikan jika bermuka sepeti itu,tapi ia tak mau mengucapkannya takut dia sakit hati mendengar ucapannya.Faizah pun langsung merampas tas Adidasnya dengan kasar hingga sang pembawa tasnya mengaduh kesakitan.
"aduhh,lo ngambil tas gak pake perasaan sih?"sinis Sarah dan Faizah pun hanya menjawab dengan tertawa ,gara-gara Faizah tangannya menjadi biru.
"Ya maaf,siapa suruh ngambil tas gue?emang lo kenal dengan supir ganteng pribadi gue darimana?"tanya Faizah dengan berderet,soalnya hingga saat ini tak ada yang tahu kalau Faizah punya supir pribadi, yang mempunyai muka seperti idol Korea.kedua orang tuanya sengaja memilih supir pribadi dengan,muka yang menarik agar ia mau berubah atas sifat yang ia miliki dahulu.
"Lo punya barang bagus gak dikeluarin sih,kan rugi kalo gak dikeluarin"bukannya menjawab pertanyaan yang Faizah berikan malahan menjawab pertanyaan yang tak ia sebutkan.
"Gue nanya apa malahan dijawab apa,"gumam Faizah dengan nada tinggi dan dengan tangan bersidikap di dada.
"Iya-iya maaf lho,begini ceritanya"
__ADS_1
*Flashback on
"adek kenal Faizah gk?atau lo lihat Faizah gitu?"tanya seorang laki-laki berparas tampan yang sedang memegang segelas boba dan secarik kertas sebagai petunjuk dimana Faizah bersekolah*.
*Sarah pun mimisan setelah melihat pria berwajah tamvan,bak artis Korea.Pria itupun tahu kalau wanita yang ia berikan pertanyaan itu sedang menatap wajahnya.ia pun segera mempetikkan jarinya agar sang gadis bangun dalam lamunannya,tapi tak kunjung bangun.ia pun mengguncangkan bahunya agar segera sadar,tapi apa daya wanita mungil ini terjebak dalam kehaluannya.ia pun mendekatkan wajahnya dan memegang dagu sang wanita itu dan benar saja wanita itu langsung bangun dari lamunannya,untung ia belum kebablasan kalau udah kebablasan pasti ia akan dituntut untuk menjadi pacar gadis ini.
"O-ouh i-itu Faizah la-lagi di-Uks"jawabnya ia sebenarnya malu atas kehadiran darah di hidungnya,ia pun segera menghapus darah itu keseragamn-nya,tapi dihadang oleh pria ganteng didepannya dan memberikan sebuah sapu tangan,Sarah pun bersemu merah dibuatnya.
"Boleh dipanggilkan Faizahnya?"tanah pria itu.
"Boleh aja kak,oh iya kak sapu tangannya aku kembalikan besok bisa gak kak?,"tanya balik Sarah.
"Gak usah dibalikin buat kamu aja"senyum manis pria itu dan membuat Sarah makin banyak mengeluarkan darah di hidungnya.
"Makasih kak,kak tunggu disini dulu ya.aku akan memanggilkan Faizah"peritah Sarah dan pria itu hanya mengangguk kepalanya sebagai jawaban 'iya'
Flashback off*
"Oh gitu ceritanya"angguk Faizah.
Dikoridor Faizah dan Sarah membicarakan tentang supir ganteng itu,orang yang sedang ia ghibah-kan sedari tadi bersin tidak jelas.
"Ehh Faizah daritadikan kita sudah menjadi kebiasaan supir ganteng itu,nah sekarang tinggal biodatanya"bujuk Sarah.
"Emang lo,mau nanya bagian yang mana?"tanya Faizah.
"Namanya dunks"jawab semangat Sarah sehingga membuat koridor bergema.
"Nanti Lo tahu sendiri"buaknnga jawab pertanyaan yang Sarah berikan malahan menjawab yang lain.
"Lo mau pulang bareng gue gak,?"tanya sekali lagi Faizah dan Sarah mengangguk.
"Emang rumah lo dimana?biar lo gak turun digerbang,dan juga aku penasaran dengan rumah kamu,siapa tahu kalau aku bosen dirumah,aku main kerumahhmu"tanya lagi Faizah.
"Di perumahan bumi lestari komplek C nomer 12"jawab detail Sarah yang sedang kesal dengan jawaban Faizah tadi.
"Kamu ngapa sihh?"tanah Faizah,dan Sarah hanya mendengus-kan nafasnya.
__ADS_1
"ouh kamu kesel toh,nama supir itu namanya Alex"jawab Faizah.
"beneran itu namanya,bagus banget namanya.kalau nama IG?, Facebook?,id WeChat?,"tanya berderat Sarah.tadi Faizah yang menanyakan hal itu berderet sekarang Sarah yang tanah berderet.
"besok aku jawab"jawab to the point Faizah, sebenarnya ia jengah jika Sarah menggunakan topik itu,tapi apa daya keingin tahu-an bocah ini snagt melampaui batas.
"janji ya"
"insya Allah"
tak berapa lama mereka telah sampai di pintu gerbang,dan benar saja supirnya sedang menunggu.supir itu pun segera memberikan boba yang ia beli,itu pun disuruh oleh majikannya.dan Faizah pun menerimanya bukannya meminumnya,ini malahan memberikan kepada Sarah,dan Sarah menerimanya dengan senang hati.
Faizah pun langsung menaiki mobil Alphard Vellfire dan tak lupa untuk menutupnya,sebelum itu ia mengajak Sarah untuk bersamanya.Sarah pun kagum dengan mobil yang Faizah miliki,Sarah kira Faizah adalah anak yang sederhana dan memiliki kekayaan dirata-rata,ternyata dugaannya salah besar.
"apakah ini mobil pribadimu?"tanya Sarah dengan ekspresi kagum.
"ya, begitulah"jawab Faizah yang masih memfokuskan diri pada iPhone-nya.jiwa missqueen Sarah bergetar setelah melihat iPhone keluaran terbaru,saat ini ia hanya memiliki iPhone X.tetapi ia hanya sabar menghadapi kekayaan Faizha yang ia miliki,saat ini keluarga Sarah sangatlah sederhana.
"nyonya!"panggil supir itu.
"iya ada apa kak Alex"tanya Faizah.
"apa kak?bagaimana mungkin jika supir pribadinya sendiri adalah kakaknya?"tanah selama batin Sarah dan Sarah menghiraukan-nya,karena suatu saat akan terkuak masalah supir pribadinya ini.
"temen nyonya akan diantarkan dimana?tanya Alex dengan anggun,membuat Sarah mimisan lagi.
"perumahan bumi lestari komplek C nomer 12"jawab Faizah yang mengedarkan pandangannya ke jendela, supirnya pun hanya mengangguk kepalanya.
🐾skip🐾
Sarah pun telah sampai dirumahnya,berapa terkejutnya Faizah jika rumah sang sahabatnya.sangatlah sederhana dan didepan teras terdapat keluarga yang sedang berkumpul,sungguh beruntung Sarah yang bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya,ia pun menatap miris dengan masa lalunya,ia pun tetap tegar walaupun hatinya senang terenyuh dengan kebersamaan kaluarga Sarah.
"Faizah makasih ya,atas tumpangannya"juara Sarah
"iya sama-sama" jawab Faizah dengan air mata yang sedikit diujung matanya
mobil Faizah pun meninggalkan pekarangan rumah Sarah dan sekarang menuju rumah besarnya yang hanya diisi olehnya dan dan pembantu,tak berapa lama ia sampai dipekarangan masion.
silahkan komen ya..
__ADS_1
jika ada kesalahan dalam penulisan, terimakasih atas dukungan kalian😄