Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 45


__ADS_3

..."Lari dari apa yang menyakitimu akan semakin menyakitimu. Jangan lari, menderitalah, hingga kau sembuh."...


..._Deka Arensa...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


45. Mengunjungi Kediaman Jovanca


Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, kini Hellena benar-benar mendatangi kediaman keluarga Jovanca lebih lepatnya rumah Gracia.


Kini Hellena juga tidak bangun kesingan seperti kemarin, malahan dia mempunyai banyak waktu sebelum pergi ke rumah Gracia.


Dia bisa terlebih dahulu membersihakan seluruh penjuru rumahnya dan juga sarapan denga tenang tanpa terburu-buru.


Seperti ini lah awal pagi yang dirindukan oleh Hellena, dimana dia bisa menikmati apa yang dia lakukan tanpa harus terburu-buru.


Karena pada hari biasanya, Hellena akan selalu terburu-buru bersiap. Entah itu untuk pergi kesekolah, atau memang ada pekerjaan yang membuatnya harus pergi sepagi mungkin dari rumah.


Kegiatan tersebut juga mengingatkan Hellena akan beberapa tahun silam, dimana masih ada Ibunya yang tinggal bersamanya. Biasanya pada pagi hari ketika weekend Ibu Hellena akan sudah pergi pekerja, dan Hellena yang bertugas untuk membesihkan juga menjaga rumah.


Setelah dirasa semua pekerjaannya selesai, kini Hellena mulai mandi dan bersiap untuk pergi.


Tidak membutuhkan waktu lama untuk itu, karena nyatanya sekarang Hellena sudah siap dengan hoodie berwarna hitam senada dengan celana jeans yang dipakainya.


Sekarang tidak ada topi maupun masker yang menutupi wajah cantiknya itu, bahkan kini Hellena sedikit berias tipis untuk melengkapi wajah bersih nan cantiknya itu agar tidak terlihat pucat.


Sangat jarang sekali Hellena melakukan itu pada wajahnya, karena ketika sekolah dan bekerja di toko roti pun Hellena hanya akan memakai Sunscreen saja pada wajah cantiknya itu.


Atau mungkin saat menjadi Black Fire, sebagian besar wajah Hellena akan tertutupi masker sehingga tidak perlu untuk berias terlebih dahulu.


Selain itu bahkan rambut hitam panjang Hellena kini digerai dengan indah, tidak lupa diberi jepit agar rambutnya tetap rapi. Biasanya ketika sekolah, Hellena akan mengikat tinggi-tinggi rambut hitam panjangnya itu karena agar memudahkan dia dalam belajar.


Selain itu juga, bahkan ketika bekerja sebagai Black Fire Hellena akan mengikat dan menggulung rambutnya dengan asal karena akhirnya akan tertutupi oleh topi.

__ADS_1


Hellena tetap perempuan pada umumnya, yang merawat dirinya dengan baik karena dia juga ingin terlihat seperti gadis remaja yang lainnya. Yang mulai belajar merawat wajah dan tubuhnya.


Dalam keadaan seperti ini lah, Hellena merasa menjadi diri nya sendiri. Berpergian kesana-kesini tanpa menghawatirkan ada yang tau identitasnya. Selain itu, Hellena juga merasa bebas dalam mengeluarkan ekspresi dari wajahnya.


"Mari kita bersenang-senang sekarang," penuh dengan keceriaan Hellena mengatakan kalimat tersebut. Setelah mengunci rumahnya dengan benar, dia mulai melangkah menuju halte tempat bus berhenti.


Ini juga yang menjadi sebagian dari kesukaannya, dapat dengan bebas menaiki kendaraan umum dan menikmati perjalanan dengan tenang.


Hellena tampak bersenandung kecil sambil menunggu Bus tersebut tiba, selain itu terlihat salah satu tangannya yang memegang tas kecil yang dia bawa.


Hanya beberapa menit menunggu, Bus yang Hellena hendak naiki datang. Dengan segera dia baik dan duduk disalah satu tempat yang kosong. Dengan tenang Hellena begitu menikmati perjalan didalam Bus tersebut yang membawanya menuju rumah Gracia.


***


Hanya sekitar 30 menit lamanya perjalanan yang harua ditempuh oleh Hellena, hingga bisa sampai dirumah Gracia. Selain itu, dia juga harus sedikit berjalan kaki untuk masuk ke kawasan rumah Gracia karena tentunya rumah Gracia berasa pada jajaran rumah orang-orang kaya lainnya.


Terus berjalan, hingga akhinrnya gerbang rumah Gracia sudah mulai terlihat dan masuk kedalam penglihatannya.


Begitu dekat, dapat Hellena lihat penjaga rumah Gracia yang tampak sedang duduk santai mungkin sambil sarapan.


Suara Hellena sedikit mengagetkan penjaga tersebut, namun dengan segera menjaga tersebut mendekati Hellena. "Non El?" Penjaga tersebut tampak tidak percaya dengan kehadiran Hellena yang sekarang tepat ada didepannya ini.


"Iya Pak, ini aku Hellena."


Dengan segera penjaga tersebut membuka pintu gerbang kediaman Jovanca, dia tidak butuh izin terlebih dahulu pada majikannya karena sudah sangat mengenal Hellena yang notabennya adalah teman dekat dari Gracia.


"Silahkan masuk, Non." Dengan sopan penjaga gerbang tersebut mempersilahkan Hellena masuk, "rasanya sudah sangat lama sekali tidak melihat Non El berkunjung kesini." Ungkap penjaga tersebut setelah membuka pintu gerbang dan membiarkan Hellena masuk.


Sedangkan Hellena hanya tersenyum saja mendengar perkataan tersebut, memang benar dia sudah sangat lama tidak mengunjungi rumah salah satu temannya ini. "Aku terlalu sibuk Pak, jadi sekarang baru ada waktu untuk berkunjung kesini."


Penjaga tersebut mengangguk paham, tidak banyak bertanya lagi pada Hellena. "Kalau begitu, silahkan masuk Non. Mungkin Non Grac sudah menunggu didalam."


"Iya Pak, aku masuk dulu ya." Pamit Hellena sebelum benar-benar meninggalkan penjaga tersebut.


Setelah kepergian Hellena, penjaga itu pun kembali menutup rapat pintu gerbang kediaman Jovanca dan kembali pada pos tempat dirinya bekerja.


Sedangkan Hellena terus berjalan, dan sampai pada pintu umata kediaman Jovanca itu. Dengan segera dia menekan beberapa kali bel yang berada tepat di samping pintu tersebut, yang dimana akan tersambung pada orang didalam rumah sana.

__ADS_1


Ting tung ting tung


Kurang lebih seperti itulah bunyi bel tersebut, sampai akhirnya pintu besar itu terbuka dan terlihat salah satu Maid yang sangat dikenal Hellena.


"Hai, Bi Jum." Sapaan Hellena mampu membuat Maid tersebut membulatkan matanya dengan sempurna.


Tanpa aba-aba Maid yang disapa Bi Jum itu langsung saja memeluk tubuh Hellena dengan erat. Tentunya Hellena juga membalas pelukan wanita baruh baya itu.


Bi Jum sendiri merupakan salah satu Maid yang secara khusus diperkerjakan dikediaman Jovanca. Dia sendiri merupakan orang asli Indonesia, sama seperti Bundanya Gracia.


Bi Jum dengan segaja dibawa Asti untuk ikut tinggal bersamanya di San Francisco ini. Yang pada dasarnya Bi Jum tidak mempunyai keluarga dan kerabat, dia tentunya mau ketika diajak pindah.


Bi Jum awalnya bekerja untuk keluarga Asti, dan sekarang pun sama. Bedanya mungkin sekarang keluarga kecil yang Asti punya. Bahkan Bi Jum merupakan pengasuh Gracia dari kecil, mungkin sampai saat ini juga.


"Non El kemana saja? Kenapa baru datang lagi kesini?" Cerocoh Bi Jum setelah melepaskan pelukannya pada Hellena.


"Aku ada banyak pekerjaan Bi, jadi baru sempat berkunjung kesini. Apakah Bibi sangat merindukan ku, sehingga memeluk ku begitu erat tadi?"


"Tentu saja Bibi sangat merindukan mu berkunjung kemari, Nyonya tidak ada teman bertengkar selain dengan Non Grac jika tidak ada kamu." Bi Jum sedikit memelankan perkataannya diakhir kalimatnya, seolah takut ada orang lain yang mendengar perkataannya itu.


"Aku adukan Bunda, ya Bi Jum!" Ancam Hellena yang tentunya hanya sebuah candaan semata, lagian yang dikatakan oleh Bi Jum itu benar adanya.


"Jangan dong, ish kamu itu. Sudah ayo masuk, orang rumah akan senang melihat kedatangan mu."


Bi Jum pun membawa Hellena masuk, keduanya berjalan menuju para pemilik rumah berada.


"Hai, i'm back!"


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.

__ADS_1


__ADS_2