Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 21


__ADS_3

..."Terlalu salah berpijak membuatku tertusuk duri, rasa sakitnya sesaat, namun perihnya terasa saat diobati, dan geraknya terbatas pada masa penyembuhan."...


..._Putu Bagus Ade...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


21. Memungutnya Dijalan


Markas The Black Dream


Tentunya tidak hanya Hellena saja yang datang ke markas, tapi para anggota inti yang lainnya juga ikut menyusul dan berkumpul disana.


Dalbert, Alterio, Miller dan Keano datang secara bersamaan. Begitu sampai didalam markas, mereka disuguhi oleh pemandangan para anggotanya yang berkerumun.


"Apa mereka sedang mengadakan arisan?" Tanya Miller begitu melihat pemandangan tersebut, tentu saja Miller langsung mendapatkan pukulan dibahu kirinya.


Pelakunya adalah Keano. "Ini markas, bukan tempat arisan jika kau lupa." Kata Keano yang sebenarnya ikut penasaran apa yang terjadi.


Perlu sedikit diberitahukan, jika Miller dan Keano sebenarnya memiliki sedikit sifat konyol yang sudah terbawa sejak lahir. Berbeda dengan Alterio yang selalu terlihat datar dan formal, pada siapapun itu.


Mereka berempat mendekat kearah kerumunan tersebut, "apa yang sedang kalian lakukan?" Pertanyaan tiba-tiba  dari Miller membuat semua orang yang berkerumun itu kaget, dan menoleh secara bersamaan pada asal suara tersebut.


"Ahk- kami hanya sedang mengobrol saja," jawab salah satu dari mereka.


"Oh ya Bos, Black Fire berpesan agar langsung menuju ruang bawah tanah begitu anda sampai." Salah satu anggota tersebut menyampaikan pesan yang diberikan Hellena kepada Dalbert.


"Memangnya ada apa?" Dalbert heran dengan pesan yang diberikan oleh Hellena, karena ruang bawah tanah adalah tempat untuk persidangan dan juga pengeksekusian pada musuh mereka.


Namun seketika Dalbert langsung paham, "apa pelakunya sudah ketemu? Tanya Dalbert kembali, yang tentunya tidak bisa dijawab oleh siapapun karena para anggota sendiri masih menduga-duga apa yang terjadi sebenarnya.


"Kami semua tidak tahu dan tidak mengerti apa yang Bos tanyakan, tapi Black Fire hanya menitipkan pesan seperti itu saja pada kami."


Dalbert dan Para anggota inti pun mulai paham dengan situasi sekarang, tentunya rencana Hellena tidak akan  pernah diketahui banyak orang.


Hellena cenderung lebih banyak bertindak dibanding berbicara, apalagi harus menjelaskan rencananya pada banyak orang.

__ADS_1


"Apakah Black Fire juga sudah ada disana?"


"Tidak Bos, Black Fire ada diruang atas bersama Xander."


Dalbert kembali dibuat bingung dengan itu, apa yang sedang dilakukan Hellena dan Xander diruang atas sana? Sedangkan pelaku yang sebenarnya sudah ditemukan dan berada diruang bawah tanah.


Namun Dalbert tidak banyak bertanya lagi, dia dan ketiga anggota inti lainnya memilih untuk segera berjalan menuju ruang bawah tanah.


Sedangkan para anggota yang lainnya kembali menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi. Mereka bingung atas sebuah insiden kecil yang sepertinya tidak se-sederhana yang mereka pikirkan.


Hanya karena salah satu teman mereka tidak sengaja menghancurkan sebuah gucci kecil, kini nasib temannya malah berada dalam bahaya.


Mereka semua tahu, jika seorang yang sudah dibawa diruang bawah tanah tidak akan pernah kembali seperti semula. Hanya kemungkinan buruk yang akan terjadi, terluka, cacat, bahkan mungkin juga kematian.


Yang hanya ada dipikiran mereka sekarang adalah, apa sebegitu berharga kah gucci tersebut? Sehingga menimbulkan masalah yang begitu besar.


***


Diwaktu yang sama, namun tempat yang berbeda. Diruang atas tepatnya, sebuah ruangan yang benda-bendanya tertata rapi.


Terdapat Hellena dan juga Xander ditempat tersebut. Kedua terlihat duduk saling berhadapan dengan sebuah meja yang berada diantara mereka.


"Kau menemukan dia dimana?" Tanya Hellena setelah sekian lama terdiam cukup lama dan hanya menatap Xander yang terus menunduk.


"Aku memungutnya dijalan," cicit Xander dengan pelan, namun terdengar jelas karena keadaan ruangan yang memang sepi dan hening. "Eh-maksud ku, aku menemukannya dijalan lalu ku ajak bergabung dengan kita." Ralat Xander dengan cepat, bisa-bisanya dia salah bicara saat keadaan genting seperti ini.


"Dia mengatakan apa saja, sehingga kau dengan mudah mengajaknya bergabung?"


"Hmm..waktu itu dia bilang, dia sedang butuh pekerjaan untuk membiayai Ibunya yang sedang sakit. Dia juga bilang bahwa sudah terbiasa dengan pekerjaan yang berat-berat, jadi aku ajak saja dia bergabung."


"Lalu, dia langsung bergabung begitu saja?"


"Ya, ku jelaskan jika pekerjaan yang akan ku berikan sangatlah berbahaya dan tanpa ku tutupi bahwa aku bekerja untuk The Black Dream."


"Bodoh," umpat Hellena yang ditujukan pada Xander.


Tentunya Xander kembali takut dan dia rasa salah berbicara lagi, tapi jujur bukanlah sangat baik.


"Maaf, aku salah dengan mengatakan itu. Mungkin waktu itu aku terbawa suasana dengan melihat kondisi Ibunya yang sangat memprihatinkan, sehingga aku malah mengungkapkan identitas."

__ADS_1


Apa yang dikatakan dan mungkin yang diperbuat oleh Xander pun semuanya benar, berniat membantu orang yang sedang kesusahan.


Tapi terkadang hal itu malah bisa membuat suatu masalah baru yang tidak pernah terduga.


"Dan tanpa kau selidiki dulu latar belakang nya?"


"Tentu saja ku selidiki dulu, terbukti dengan aku yang diajak langsung untuk menemui Ibunya yang sedang sakit." Bela Xander dan menjawab dengan sejujur-jujurnya pertanyaan Hellena.


Kini Hellena menyenderkan tubuhnya dan menghela napas lelah. "Aku tahu ini sepenuhnya bukan salah mu, tapi lebih berhati-hatilah mulai sekarang!"


"Apa kamu tahu, jika kamu sudah memasukkan seorang penyusup kedalam markas kita?" Tanya Hellena yang membuat Xander terkejut seketika.


"Jadi, apa dia sebenarnya seorang penyusup?"


"Ya, dan dia juga yang telah menjual informasi tentang kita sehingga membuat masalah diperbatasan."


"Aku sungguh minta maaf, aku benar-benar tidak tahu tentang itu. Lain kali aku akan lebih hati-hati lagi dalam merekrut orang." Kata Xander dengan bersungguh-sungguh dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.


Tentunya Hellena akan memberikan kesempatan itu untuk Xander, karena bagaimana pun juga Xander adalah salah satu anggota yang sangat dapat dipercaya dan tentunya setia dengan The Black Dream.


Oleh karena itu juga, Hellena dan Xander tidak berbicara begitu formal karena keduanya sering berkomunikasi untuk membahas setiap anggota baru yang ikut bergabung.


"Ya, lakukan tugas mu dengan benar!"


"Baik, akan ku lakukan."


"Tapi, hukumannya masih tetap berlaku baik untuk mu dan yang lainnya. Ingat?" Hellena juga tidak akan begitu baik dengan mengabaikan hukuman untuk setiap orang yang berbuat kesalahan, walah kesalahan sekecil apapun


"I-ingat," gugup Xander yang sekarang sedang membayangkan hukuman apa yang sedang memantinya.


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.

__ADS_1


__ADS_2