Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 25


__ADS_3

..."**Introvert itu sangat suka sendirian, karena saat sendirian dia merasa sangat nyaman dan dia juga bisa menjadi Ekstrovert saat dia bersama orang-orang yang membarikan kenyamanan dan kebahagiaan kepadanya**."...


..._Introvert...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


25. Hal Tidak Terduga


Masih ditempat dan juga suasana yang sama. Dimana pembahasan mereka belum selesai semuanya, masih banyak yang mau ditanyakan dan jawabannya.


"Lalu, kapan kamu menyimpan alat perekam dan alarm itu?" Tanya Alterio setelah mendengar perkataan Hellena karena tidak mungkin jika Hellena melakukan secara langsung pada hari itu juga.


"Sudah sangat lama," bahkan Hellena sendiri sudah tidak ingat kapan tepatnya dia memasang benda tersebut. Sudah sangat lama, sehingga dia sendiri sudah tidak ingat lagi.


"Jadi, kamu membuat rencana ini dari jauh hari?"


Ya, kemungkinan alat itu memang dipasang jauh-jauh hari sehingga Hellena sudah tidak mengingatnya. Itu adalah hal yang ada dipikiran semua orang, kecuali Dalbert.


"Tidak juga, sudah ku katakan bukan jika hari kemarin aku melakukannya."


"Lalu, alat itu?" Miller sendiri merasa aneh dan tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Hellena, jika baru kemarin rencananya dibuat lalu kenapa Hellena sudah tidak ingat kapan alat itu dipasang.


"Mereka tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan Eddyln," tiba-tiba Dalbert berkata. Dia sudah tau apa maksud perkataan Hellena karena dia juga orang yang ikut memasang benda tersebut.


"Maksudnya?"


"Apa kalian tidak tau? Bahwa setiap dinding bahkan benda-benda yang ada dimarkas ini memiliki telinga?"


"Apa?"


"Bagaimana bisa?"


Alterio, Miller dan juga Keano terkejut dengan perkataan tersebut.


"Eddyln dan aku sudah memasang alat itu dari jauh hari, disetiap penjuru juga benda-benda yang ada disini." Jelas Dalbert pada semuanya, yang tentunya membuat orang kaget dengan hal itu.


Hal yang tidak terduga dan juga sebuah hal yang baru mereka ketahui.


"Jadi, secara tidak langsung kamu mengetahui perkataan setiap orang?"


"Ya, tentu saja."

__ADS_1


Mereka semua dibuat takjub akan hal itu, mereka benar-benar tidak menduga hal itu ada dan terjadi didalam markas.


Mereka semua diam untuk beberapa saat merasa tidak ada topik pembicaraan atau mungkin sedang ingin mencari hal yang bisa dibahas dan dibicarakan.


"Ouh ya, bagaimana keadaan Kakak disana?" Celetuk Hellena yang teringat akan Kakaknya yang sedang jauh disana, sudah sangat lama sekali tidak berkomunikasi dengannya.


"Dia baik," jawab Dalbert singkat. Memang kabar itu yang terakhir kali dia ketahui bahwa Putranya baik-baik saja disana. Tidak ada yang perlu dicemaskan.


Namun dengan segera Miller menimpali hal itu, "Hei! Dia tidak baik-baik saja, kau tau? Dia sering sekali merengek ingin segera pulang karena sudah sangat tidak tahan dengan prilaku Kakeknya itu. Hahaha," tawa Miller terdengar diakhir kalimatnya.


Tentunya semua orang tertawa pelan mendengar itu karena yang dikatakan oleh Miller benar adanya.


"Kakak pasti sangat tertekan dengan sifat Kakek, kasihan." Hellena pun ikut menyetujui hal itu, dia juga sudah mengira hal itu akan terjadi pada Kakaknya.


Semuanya kembali tertawa mendengar perkataan Hellena, tak urung Hellena pun ikut tertawa ketika mengatakan hal tersebut.


"Tapi, dia juga sangat merindukan mu Eddyln."


Seketika senyum Hellena hilang, "aku tau."


***


Sedangkan ditempat lain, lebih tepatnya perusahaan keluarga Dalton. Dalton Colection juga sedang mengalami suatu masalah, dimana masalah tersebut sangatlah menggembarkan hampir seisi perusahaan.


Dimana produk parfum baru yang hendak mereka luncurkan bulan depan malah sudah luncur sekarang, tapi masalahnya perusahaan orang lain yang meluncurkan produk tersebut.


Hal tersebut terbukti karena dari segi semple sampai desain, serta varian dari parfum tersebut sangat-sangat sama dengan yang dipunya oleh Dalton Colection.


Tentunya hal itu sangat merugikan perusahaan karena tidak mudah untuk bisa membuat dan meluncurkan produk baru. Usaha dan kerja keras mereka sudah dilakukan, tapi malah orang lain yang mendapatkan hasil dan keuntungannya.


Sangat merugikan dan tidak adil.


Meeting darurat pun diadakan, dimana pemilik perusahaan dan tentunya para pemilik saham di Dalton Colection turut ikut menghadiri.


Semua dengan tergesa-gesa menuju ruang meeting untuk membahas hal tersebut, dan tentunya mereka juga sudah harus siap menerima kemarahan dari Matheo nantinya.


Hampir semua orang sudah menempati tempat duduknya masih-masing, hanya tersisa tempat untuk Matheo dan juga Asisten pribadi sekaligus Sekretarisnya, Orion.


Semuanya menunggu sambil berbincang membahas masalah tersebut, dan mencoba mencari jawaban yang tepat jikalau nantinya Matheo memberikan pertanyaan.


Suasana sangat ricuh dan juga berisik karena itu. Tidak apa, toh ruangan itu kedap suara sehingga tidak akan mengganggu orang lain dengan pembicaraan mereka.


Ceklek


Seketika ruangan tersebut langsung senyap dan tidak ada suara sedikitpun ketika suara pintu dibukan terdengar.

__ADS_1


Dan benar saja, Matheo yang diikuti oleh Orion memasuki ruang meeting tersebut tanpa mengatakan apapun.


Dengan wajah yang setia setiap saat datar, kini malah semakin menyeramkan karena kemaraan yang sedang ada dalam diri Matheo. Selain itu, raut wajah Orion lebih menikmati keseriusannya.


Keduanya terlihat menyeramkan, namun sekaligus sangat tampan.


Keduanya mulai menduduki kursi masing-masing, dimana Matheo berada ditengah-tengah semuanya dan Orion yang berada disebelah kanan Matheo.


"Kita mulai meetingnya," kata Matheo membuka acara meeting tersebut.


Tapi beberapa menit tidak ada orang yang berani bersuara lagi, mereka semua menunduk seolah sedang fokus pada masalah sekarang dan tentunya menghindari tatapan tajam dari Matheo.


Brakk


Gebrakan meja yang cukup keras mengkagetkan semuanya, hampir semuanya terperenjat dan menatap kearah asal suara.


Satu orang yang mereka tuju, Matheo. Matheo yang melakukan hal tersebut, terlihat dari sebelah tangan Matheo yang masih berada diatas meja tersebut.


Dengan tatapan marah, terlihat dari otot rahangnya yang mengetat serta tangan yang mengepal kuat, cukup untuk menggambarkan kemarahan seorang Matheo Mark Dalton.


"Kenapa kalian diam saja?! Apakah kalian mendadak bisu sekarang, sehingga tidak bisa menjelaskam kesalahan yang terjadi!!" Suaran serta teriakan Matheo memenuhi ruangan tersebut, semakin membuat orang lain ketar-ketir dibuatnya.


"M-maafkan kami Pak, ka-"


"Aku tidak butuh kata maaf mu, si*lan! Yang kubutuhkan adalah penjelasan kenapa hal ini bisa terjadi." Matheo memotong perkataan dalah satu karyawannya, dia benar-benar tidak butuh basi-basi.


Yang dia butuhkan adalah pertanggung jawaban dan juga alasan kenapa kebocoran data tersebut bisa terjadi.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Memilih mengabaikan kemaran Matheo, kini Orion yang mulai mengambil alih.


Kepribadian Orion yang tenang dan cenderung ramah dapat sedikit mencairkan suasana tegang tersebut, namun tentunya mereka semua tidak pernah lepas dari tatapan tajam Matheo.


Para karyawanpun satu-persatu mulai menjelaskan permasalan tersebut dengan hati-hati dan tentunya harus jelas serta rinci.


Dan tentunya meeting kali ini berjalan cukup memakan waktu yang lama, hingga akhirnya sedikit menemukan titik terang dari masalah tersebut.


Meskipun meeting itu telah selesai, tapi beban yang mereka tanggung malah semakin banyak. Mereka semua harus mulai memperbaiki masalah tersebut, dan itu sangatlah menambah banyak pekerjaan.


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!

__ADS_1


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.


__ADS_2