Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 28


__ADS_3

..."Munafik kalau aku tidak iri kepada orang-orang yang masa depannya sudah tersusun dengan rapi oleh orang tuanya. Makan tinggal makan, kuliah tinggal kuliah, kerja tinggal kerja. Gak perlu mikir keras gimana caranya bagi-bagi uang biar cukup untuk kebutuhan diri sendiri dan kebutuhan keluarga."...


..._Simikaff...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


28. Hari yang Melelahkan Untuk Hellena


Seperti hari sebelumnya, selepas pulang sekolah Hellena langsung mengunjungi markas Inti The Black Dream untuk membahas masalah yang masih belum selesai semuanya. Tapi, setidaknya untuk kali ini masalah tersebut sudah menemukan titik terangnya.


Tentunya Hellena juga kembali mendapatkan begitu banyak sekali pertanyaan dari kedua temannya, oh atau sekarang 3 orang temannya.


Megan sebagai orang yang entah dianggap teman atau tidak, tapi yang pasti dia kini selalu mengikuti kemana Hellena dan kedua temannya pergi.


Selain itu, Megan sendiri memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi sehingga begitu banyak memberikan pertanyaan pada Hellena.


Dimana Hellena tinggal? Bagaimana cara berangkat sekolah? Pekerjaaan Hellena? Bahkan sampai pada pertanyaan tentang keluarga Hellena yang tentunya tidak bisa dijawab dengan mudah secara langsung.


Hal tersebut tentunya membuat energi Hellena terasa terkuras lebih, sepertinya mulai dari sekarang dia akan diganggu dan harus mengurus 3 orang yang membuat hidupnya ricuh.


Tapi, jika tidak bersama mereka Hellena sendiri tidak tahu bagaimana menjalankan sebagian dari hidupnya ini.


Anggaplah ini berkah sekaligus ujian di dalam hidup Hellena yang harus dijalani.


Seperti biasa Hellena akan pergi dengan tidak memakai penutup wajah dari rumahnya, baru setelah melewati beberapa jalan sepi dia akan mulai memakai mesker penutup wajahnya tanpa disadari oleh orang disekitarnya.


Berjalan dengan sedikit lambat, karena energi Hellena yang dirasa berkurang banyak untuk hari ini.


Ujian hidup Hellena bukan datang dari para temannya saja, tapi pagi tadi memang benar-benar ada ujian mata pelajaran yang harus Hellena lakukan.

__ADS_1


Energi otak, tubuh dan mungkin jiwanya berkuras sangat banyak hari ini.


Tentunya karena jalan Hellena yang tidak seperti biasanya, membuat waktu tempuh ke markas pun menjadi lebih lama. Dia yang begitu sampai langsung saja dapat melihat para anggota Inti yang sudah ada juga.


"Kamu lama sekali Eddyln," celetuk Keano begitu Hellena sampai dimarkas.


Namun Hellena tidak menanggapi perkataan Keano, dia malah terus berjalan menuju sopa panjang yang ada disana. Lalu tanpa ditunda lagi, dia langsung melemparkan tubuhnya keatas sopa panjang tersebut.


"Aku lelah Kak," gumam Hellena yang tentunya masih dapat didengar jelas oleh semuanya.


Dan semua orang pun hanya menggeleng pelan melihat kelakuan Hellena yang sangat berbeda sekali ketika sedang bertugas, atau bahkan bertemu dengan orang-orang yang memiliki urusan dengan dunia Mafia.


Menurut orang di dunia Mafia, Hellena atau Black Fire itu adalah orang yang benar-benar pintar dan hebat. Sehingga selalu bisa membuat rencana yang tidak terduga bagi The Black Dream, selain itu dia merupakan peretas yang selalu bisa meretas apapun itu.


Selain itu juga karena seorang peretas Black Fire sendiri selalu dapat menutupi identitas yang sebenarnya dari orang banyak, khususnya orang-orang yang sangat penasaran dengan identitasnya di dunia Mafia itu.


Tapi bagi para anggota Inti, Hellena atau Eddyln yang sering mereka panggil adalah tidak lebih dari seorang gadis yang sudah dianggap Anak bahkan Adik kecil yang harus mereka jaga dan disayang juga.


Interaksi tersebut sangat terlihat seperti seorang Ayah yang sedang menghawatirkan kondisi Putrinya, tapi pada kenyataannya Dalbert dan Hellena tidak ada ikatan darah apapun.


Sedangkan Hellena yang mendapatkan perlakuan seperti itu, kini mulai bangkit dari tidurnya lalu mulai mencari posiai duduk yang benar. "Tidak juga Dad, tapi interaksi dengan orang lain yang begitu banyak membuat ku sangat lelah." Kata Hellena sambil menatap kearah Dalbert dan kini yang juga telah membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya.


"Kedua teman mu membuat ulah lagi?" Ya, Dalbert juga tahu tentang kedua teman Hellena. Lucas dan Gracia yang dimana keduanya memiliki sifat yang bertolak belakang dengan Hellena.


Yang terkadang membuat Hellena kerepotan mengurus keduanya, tidak jarang juga Hellena kadang membahas keduanya pada anggota Inti dibeberapa waktu. Sehingga mereka juga tahu tentang kehidupan Hellena selain di dunia Mafia.


Terdengar helaan napas yang begitu panjang dari Hellena, "tidak. Mereka hanya terlalu banyak bertanya kemana aku akan pergi setelah pulang sekolah, karena biasanya aku akan langsung pergi ke toko roti untuk bekerja. Tapi, ini kedua kalinya aku langsung pergi ke sini setelah pulang sekolah. Itu membuat mereka mulai curiga," jelas Hellena dengan keadaan yang sedang dia hadapi.


Dalbet dan para anggota lain yang sejak dari tadi menyimak saja, tentunya sangat menyetujui perkataan Hellena karena sangat masuk akal sekali.


Memang tidak biasanya Hellena datang ke markas pada jam setelah pulang sekolah, karena biasanya Hellena akan mengunjungi markas pada malam hari selepas bekerja di toko roti milik Ibunya Lucas.


Atau bahkan tepat pada tengah malam, setelah semua orang benar-benar tidak ada yang begitu banyak berlalu lalang dijalanan.

__ADS_1


"Bisakah, kita langsung membahas pada intinya?" Tanya Alterio begitu Hellena selesai berbicara dan tidak ada pertanyaan yang lainnya.


"Ya, kita mulai saja." Mendadak wajah Hellena kini berubah serius, itulah wajah yang selalu dapat berubah hanya dengan itungan detik saja.


Ekspresi dan suasana hati dari Hellena sangat susah ditebak juga karena perubahan raut wajah tersebut. Namun para angggota inti sudah pahan dengan ekpresi Hellena yang satu ini, dimana Hellena sudah dengan siap dengan membahasan kali ini.


Dunia Mafia yang banyak sekali dihindari banyak orang, tapi ada beberapa orang yang harus secara terpaksa bahkan dengan suka rela masuk kedalam sana.


Mereka semua pun mulai membahas persoalan yang memang menjadi alasan mereka berkumpul kali ini, raut wajah serius sangat tercetak jelas diwajah semua orang yang ada disana.


Membahas sana-sini, sehingga pada akhirnya mereka menemukan penyelesaian masalah yang mereka inginkan.


Bukan waktu yang sedikit untuk bisa mendapatkan hal tersebut, nyatanya kini waktu sudah menunjukan tengah malam. Dimana pembahasan mereka dimulai dari sore, selepas kepulangan Hellena dari sekolah.


"Selesai," Dalbert pun menutup pembahasan kali ini. Dia tersenyum senang karena sudah dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di geng Mafianya.


Tentunya karena bantuan para anggotanya juga, serta usaha keras yang telah mereka kerjakan selama ini.


"Woammm..sangat ngantuk sekali," suara menguap sangat terdengar dari mulut Miller. Dia yang kini bangkit dari duduknya dan sedang mencoba merenggangkan tubuhnya yang sedikit kaku akibat terlalu lama duduk.


Mata lelah dan juga menahan kantuk sangat terlihat jelas dibeberapa orang, termasuk Hellena juga. Dia bahkan sudah menahan wajahnya dengan kedua tangan yang berada dikedua sisi pipinya.


"Aku ingin pulang."


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.

__ADS_1


__ADS_2