
..."Jadilah dirimu sendiri dengan gayamu, kepribadianmu, dan pikiranmu. Don't change youself just to make someone loving you. Be yourself and left the right one fall for you. Kamu adalah orang yang istimewa, hiduplah dengan hati seorang anak dan pikiran yang bijak. Kalaupun harus membandingkan, bandingkan dirimu kemarin dan dirimu yang sekarang."...
..._Abouthify...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
29. Tawaran Pekerjaan Untuk Hellena
"Selesai," Dalbert pun menutup pembahasan kali ini. Dia tersenyum senang karena sudah dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi di geng Mafianya.
Tentunya karena bantuan para anggotanya juga, serta usaha keras yang telah mereka kerjakan selama ini.
"Woammm..sangat ngantuk sekali," suara menguap sangat terdengar dari mulut Miller. Dia yang kini bangkit dari duduknya dan sedang mencoba merenggangkan tubuhnya yang sedikit kaku akibat terlalu lama duduk.
Mata lelah dan juga menahan kantuk sangat terlihat jelas dibeberapa orang, termasuk Hellena juga. Dia bahkan sudah menahan wajahnya dengan kedua tangan yang berada dikedua sisi pipinya.
"Aku ingin pulang."
Sontak semua orang melihat kearah Hellena yang sedang berusaha menahan kantuknya, bahkan kedua mata Hellena sudah terlihat memerah dengan sedikit berair.
Mereka lupa, jika Hellena seorang yang masih berstatus pelajar dan untuk esok pun harus kembali masuk ke sekolah.
"Baiklah, semuanya sudah selesai dan boleh pulang kerumah masing-masing." Mereka pun mulai memberesakan barang milik masing-masing, termasuk Hellena yang secara langsung mulai membuka kedua matanya dengan lebar ketika mendengar perintah Dalbert.
Dengan sedikit terburu-buru Hellena ikut membereskan berkas-berkas yang ada, lalu dia hendak segera pergi dan ingin segera sampai dirumah.
Namun sebelum benar-benar pergi, Miller mencegah Hellena dengan memegang salah satu tangannya. "Tunggu," cegah Miller sambil menatap kearah Hellena yang tampak ingin memberikan protes.
"Apalagi Kak?"
"Ada sesuatu yang ingin aku katakan," Miller rasa harus sekarang mengatakan hal ini pada Hellena karena ada sangkut pautnya dengan orang lain, yang mungkin saja sedang menunggu kabar darinya juga.
"Ada apa?" Tanya Hellena dengan tidak sabarnya, dia benar-benar ingin segera pulang karena sudah tidak tahan dengan rasa kantuknya. Apalagi besok pagi dia harus kembali bersekolah seperti biasanya.
__ADS_1
"Ada yang ingin menggunakan jasa peretas mu," ungkap Miller secara langsung pada Hellena karena dia tahu Hellena tampak terburu-buru ingin pulang.
Perkataan Miller mengundang perhatian semua orang yang memang masih berada disana juga, mereka tentunya hendak protes dengan apa yang Miller tawarkan pada Hellena.
Mereka tahu, jika Hellena akan menggunakan kemampuan meretasnya hanya untuk The Black Fire saja.
"Apa yang kau katakan, Miller? Eddyln tidak mungkin akan melakukannya," bentak Keano yang menegur Miller pertama kalinya.
"Keano berkata benar, sudah dari dulu Eddyln hanya bekerja pada kita saja sebagai peretas." Alterio pun menambahi perkataan Keano.
"Kau tau juga bukan tentang hal ini?" Dalbert pun ikut bertanya pada Miller, dia takut jikalau Miller lupa dengan hal tersebut.
Miller pun menatap satu-persatu dari mereka, termasuk Hellena juga yang tidak bergemih apapun dan belum menjawab tawarannya itu. "Aku tahu, dan aku pun tidak lupa akan hal itu. Tapi, ada salah satu teman ku yang sedang berada dalam masalah dan sangat membutuhkan jasa peretas untuk membantunya."
"Kau bisa mencari peretas lainnya, tidak dengan Eddyln!" Tolak Dalbert yang tidak menyetujui jika Hellena harus bekerja dengan orang lain.
Bukan takut Hellena pergi dan memilih bekerja sama dengan orang lain, tapi mereka takut Hellena malah mendapatkan masalah besar karena bekerja dengan orang lain.
Mereka sudah tahu bagaimana awal dimana Hellena harus ikut bergabung dengan geng Mafia itu, padahal waktu itu Hellena hanya seorang gadis polos yang berusia 15 tahun.
Seorang anak yang berusaha mencari uang untuk membantu kesembuhan Ibunya yang sedang sakit parah, meski melalukan pekerjaan yang diluar prediksinya.
"Memangnya, siapa teman mu itu?" Keano mulai mengingat siapa saja orang yang termasuk kedalam daftar teman seorang Miller.
"Dari keluarga Dalton di-"
"Kau gila!" Sentak Keano begitu Miller belum selesai berbicara, dia sangat tahu bagaimana keluarga yang disebutkan oleh Miller itu. "Keluarga Dalton tidak pernah mengunakan jasa peretas, apalagi dengan orang dari kalangan Mafia seperti kita. Mereka keluarga yang benar-benar bersih dari hal seperti itu," Keano sendiri merupakan orang yang sedikit tahu tentang keluarga Dalton.
Karena bagaimana pun juga Keluarga Dalton termasuk kedalam jajaran orang-orang penting dan terpandang di San Francisco ini.
Pasti banyak orang yang akan tau tentang keluarga Dalton, entah secara keseluruhan ataupun hanya sepintas tau tentang keluarga itu.
"Ya, aku pun tau. Tapi sekarang jaman semakin maju, dan mungkin permasalahn keluarga Dalton terdahulu tidak memerlukan hal seperti itu. Ini masalah yang berbeda, dan dia sangat membutuhkan hal ini sekarang." Kekeh Miller yang terus mencoba menjelaskan permasalahan yang terjadi, dia sudah berjanji akan berusaha untuk membujuk Hellena agar mau bekerja sama.
"Dia dari keluarga Dalton?" Hellena yang dari tadi diam saja melihat dan mendengar perdebatan tersebut, kini mulai tertarik dengan apa yang sedang dibahas begitu mendengar nama keluarga Dalton disebut.
Hellena malah langsung teringat pada Megan, entah mengapa ada rasa kasihan yang muncul di dalam hatinya.
__ADS_1
Apalagi ditambah dengan mengetahui fakta bahwa keluarga Dalton terdahulu tidak sampai melakukan hal ini, jadi bukan kah sekarang mereka begitu terdesak dan kesulitan?
Setiap orang akan selalu melakukan hal yang diluar kendali mereka atau mungkin diluar kemampuan mereka, jika berada dalam kondisi mendesak.
Hellena pun pernah ada di posisi itu, dimana tanpa berpikir banyak dia menyetujui ajakan Dalbert untuk bergabung bersama Geng Mafianya. Untuk segera mendapatkan uang yang banyak dan tentunya dalam waktu cepat.
"Ya, dia berasal dari keluarga Dalton." Ada setitik harapan dari diri Miller ketika melihat Hellena yang tampak mulai tertarik dengan tawarannya itu.
"Baiklah, aku akan menbantunya."
"Eddyln!!" Dalbert, Alterio dan Keano berseru bersamaan. Mereka bertiga tampak tidak setuju dengan keputusan yang Hellena ambil, dengan meneriman tawaran pekerjaan dari Miller.
"Untuk kali ini saja, biarkan aku membantunya." Kata Hellena dengan penuh keseriusan dan tidak mau dibantah. Dia sudah bertekad untuk membantu orang itu, pertama dan terakhir untuknya.
"Tapi, bagaimana jika terjadi sesuatu nantinya?"
"Tidak akan, aku akan berhati-hati. Percayalah padaku," ucap Hellena mencoba untuk menyakinkan semunya bahwa dia akan baik-baik saja.
"Kali ini saja," kata Dalbert penuh penekanan. Dengan berat hati dia mengizinkan Hellena untuk bekerja sama dengan teman Miller, yang berasal dari keluarga Dalton itu.
"Ya, kali ini saja."
Hellena pun tidak ada niatan untuk kembali bekerja selain dengan The Black Dream, jadi dia pikir ini akan menjadi pertama dan terakhir kalinya dia bekerja sama dengan orang lain.
Tapi bagaimana dengan takdir dan juga Author yang menciptakan alur dalam cerita ini?
Ini baru awal dari perjalanan hidup Hellena, yang tanpa sadar malah membuat susunan dan tatanan hidupnya berubah.
Akan banyak hal yang melelahkan dan juga kejadian yang tidak terduga kedepannya.
Awal dari Hellena dan Matheo yang terikat secara tidak sadar dan secara tidak langsung.
To Be Continue
Haiiii👋👋👋
Author yang baik ini kembali menyapa.
__ADS_1
Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!
Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.