Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 46


__ADS_3

..."Keberanian adalah syarat mutlak untuk mulai menulis, tapi ketekunan adalah kunci untuk menyelesaikan sebuah karya."...


..._John Mason Brown...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


46. Tuhan Punya Rencana yang Lebih Baik


"Hai, i'm back." Seruan dari Hellena mampu menarik perhatian orang-orang yang ada di ruang keluarga tersebut.


Dimana ada Gracia dan kedua orang tuanya. Asti dan Delano.


"El! Kamu sudah sampai?" Tanya Gracia sambil berjalan menghampiri Hellena, lalu memeluk dengan erat temannya itu.


Hellena pun membalas pelukan Gracia, "jika aku belum sampai, lalu siapa yang ada didepan mu sekarang?"


"Hehehe, aku hanya bertanya saja." Kekeh Gracia sambil membawa Hellena mendekat kearah Asti dan Delano berada, namun ada yang aneh disana. Dimana sekarang Asti terlihat memasang wajah kesal, serta menatap Hellena dengan begitu lekat.


"Masih ingat jalan untuk berkunjung kesini?" Dengan nada yang tidak bersahabat Asti melontarkan pertanyaan tersebut pada Hellena.


"Hem sepertinya tadi sempat tersesat sebentar, tapi sekarang sudah ingat kembali dan sampai disini dengan selamat." Jawab Hellena disertai dengan sedikit lelucon didalamnya, tidak lupa dia yang tersenyum tanpa dosa.


"Ck, padalah lebih baik terus tersesat saja agar tidak sampai kesini." Asti kesal karena untuk kesekian kalinya Hellena baru berkunjung kembali kerumah nya itu, padahal sudah sering dia menyuruh Gracia agar membawa Hellena berkunjung.


"Jadi, apakah aku harus pulang saja da-"


"Diam! Jika kamu berani pulang sekarang, pintu rumah ini tidak akan terbuka lagi untuk mu!" Dengan penuh ancaman Asti mengatakan itu, dia tidak akan membiarkan Hellena keluar dari kediaman Jovanca semudah itu.


Sedangkan Gracia dan Delano hanya diam sambil melihat berdebatan tersebut, layakanya sebuah film yang seru. Bahkan mereka berdua sudah memeluk sebuah toples makanan dimasing-masing tangannya itu.


Tentunya Gracia dan Delano sedang merasa senang sekarang, karena bisa terhindar sementara waktu dari omelan Asti karena adanya Hellena.

__ADS_1


"Jadi, aku harus apa sekarang?"


"Menginaplah untuk malam ini!" Perintah Asti yang tidak mau ada bantahan sedikit pun.


"Tidak bisa Bunda, ak-"


"Tidak ada penolakan, pokoknya harus menginap. Kamu tidak diizinkan pulang!" Sela Asti dengan cepat memotong perkataan Hellena yang tentunya berisi penolakan.


"Ahk-aku merasa seperti tawanan sekarang," keluh Hellena dengan memasang wajah kesal. Padahal dia tidak apa-apa jika memang mengharus kan menginap di kediaman Jovanca, toh sebelumnya juga sudah sering dia menginap disana.


Setelah itu hening beberapa saat, hingga akhirnya Hellena dengan segera menghampiri Asti dan memeluk tubuh wanita yang sudah dia anggap sebagai Ibunya juga. "Aku sangat merindukan mu, Bunda." Lirih Hellena tepat didekat telinga Asti yang membuat Asti tanpa sadar menitihkan air matanya.


Asti malah terpikirkan pada almarhum Ibunya Hellena yang sekarang sudah tenang dialam sana, pasti Hellena sangat merindukan Ibunya itu sekarang.


Setelah cukup lama memeluk tubuh Asti, Hellena pun melepaskan pelukan tersebut dan melihat kearah Asti. "Loh, kenapa Bunda menangis? Apa aku terlihat senyedihkan sekarang?"


Tuk


Asti malah mengetuk pelan kepala Hellena, dia yang awalnya sedih kini malah jadi kesal dengan perkataan Hellena. "Kau ini! Selalu saja bercanda dan merusak suasana sedih Bunda. Bunda kan jadi ingin tertawa mendengar itu," kekeh Asri yang tidak dapat menahan tawanya.


"Bagus dong Bunda jadi tertawa, lagian kenapa Bunda harus bersedih?"


"Sudahlah jangan bahas itu. Ouh ya, apa benar kamu merindukan Bunda?"


"Tentu saja," bela Hellena yang melihat wajah ketidak percaya Asti pada perkataan yang sebelumnya.


"Lalu kenapa tidak pernah kemari?"


"Aku sibuk, tau sendiri bukan apa saja kegiatan yang aku lakukan."


Tentu mereka tau, jika Hellena harus bekerja setelah pulang sekolah. Ditambah dengan pekerjaan yang Hellena miliki tidak hanya satu saja, mungkin ada banyak pekerjaan sampingan yang Hellena ambil untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


"Jangan bekerja terlalu banyak El! Bekerja sesuai kemampuan ku saja, jangan sampai terlalu memaksakan diri!" Delano yang tadi diam saja menyimak perkataan Hellena dan Asti kini mulai ikut bicara.


Dia ikut khawatir dengan kegiatan Hellena yang terlalu banyak, lagian seharusnya Hellena menikmati masa remajanya.

__ADS_1


"Benar apa yang dikatakan Daddy, selalu ingat kesehatan mu juga." Gracia pun ikut mendukung perkatan Daddynya itu, dia khawatir dengan kegiatan Hellena yang selalu padat setiap harinya. Takut Hellena malah drop, lalu jatuh sakit.


"Ingat! Kamu bisa meminta tolong apapun pada kami jika ada apa-apa, jangan sungkan untuk itu!" Tentu yang Delano maksud adalah tentang biaya hidup Hellena, dia sangat sanggup untuk membiayai hidup Hellena karena Hellena sudah dianggap seperti anak sendiri.


Apalagi dengan kondisi Hellena yang hidup sebatang kara saat ini, tidak ada saudara bahkan kerabat yang dipunya.


"Tidak perlu khawatir Dad, Grac. Aku akan selalu menjaga kesehatan dan keselamatan diri ku sendiri. Dan terimakasih atas tawaran Daddy, aku benar-benar tidak akan sungkan untuk meminta tolong pada Daddy nantinya." Jelas Hellena mencoba menenangkan mereka semua agar tidak terlalu khawatir pada keadannya.


Lagian dia baik-baik saja, atau mungkin sedikit stres saja.


"Jaga dirimu dengan baik!" Ucap Delano yang kembali berpesan pada Hellena.


"Pasti." Jawab Hellena dengan menganggukan kepalanya singkat.


Inilah yang Hellena dapatkan dalam hidupnya, mungkin dia tidak beruntung dalam keluarga inti. Dimana tidak tahu keberadaan bahkan wajah Ayahnya sendiri, lalu setelah itu malah Ibu satu-satunya yang dia punya malah sudah kembali berpulang pada Tuhan.


Tapi Tuhan malah mengirim begitu banyak orang baik disekitar hidup Hellena, yang tentunya menyayangi dan menganggap Hellena sebagai anak mereka sendiri.


Bahkan sekarang pun Hellena memiliki banyak Ayah dan juga Ibu. Serta teman, sekaligus saudara bagi dirinya.


Rencana yang ditetapkan oleh Tuhan lebih baik dari pada yang kita kira.


Dalbert, yang dimana merupakan Bos nya di dunia Mafia malah menganggap Hellena sebagai Putrinya sendiri. Atas keinginan Dalbert sendiri juga, Hellena menanggil Dalbert sebagai Daddy.


Selain itu, Maminya Lucas yang tidak jauh berbeda dari Dalbert. Dimana selain sebagai Bos Hellena di toko roti, Aurel juga sudah menganggap Hellena Putrinya juga. Selain itu mereka juga sudah saling bertetanggaan cukup lama, dimana Hellena dan Lucas yang sama-sama masih dalam kandungan.


Dan mungkin yang terakhir adalah pasangan Jovanca, Asti dan Delano. Mereka juga menganggap Hellena sebagai Putrinya juga, sama halnya dengan Gracia. Bahkan sampai sekarang mereka masih merasa berhutang budi pada Hellena karena sudah menyelamatkan nyawa Putri kandung mereka satu-satunya.


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!

__ADS_1


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.


__ADS_2