
..."Dunia terlalu keras untuk kita yang terlalu lembek kayak yupi. Sering gak enakan, gampang overthinking dan gampang nangis."...
..._Ahquote...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
Sebagian Kecil Kejadian Masa Lalu
Dan mungkin yang terakhir adalah pasangan Jovanca, Asti dan Delano. Mereka juga menganggap Hellena sebagai Putrinya juga, sama halnya dengan Gracia. Bahkan sampai sekarang mereka masih merasa berhutang budi pada Hellena karena sudah menyelamatkan nyawa Putri kandung mereka satu-satunya.
Flashback On
Hari dimana Hellena harus kehilangan Ibunya, berbarengan juga dengan Gracia yang mengalami kecelakaan.
Gracia yang selepas pulang sekolah selalu dijemput oleh sopir keluarganya, tiba-tiba tepat pada hari itu mengalami kecelakaan tunggal. Karena secara tidak tahu, bahwa mobil yang ditumpangi Gracia dan sopirnya itu mengalami rem blong.
Dalam kecelakaan tersebut Gracia mengalami pendarahan yang begitu banyak, sehingga membutuhkan donor darah dengan segera agar dapat menyelamatkan hidupnya.
Secara sama juga, Rumah sakit tempat Ibunya Hellena dirawat sampai akhirnya meninggal itu sama dengan Rumah sakit yang menangani kecelakaan yang dialami Gracia.
Hellena yang waktu itu tidak sengaja bertemu dengan Asti dan juga Delano yang tampak berlarian dengan raut wajah khawatir mencari dimana letak Gracia berada.
"El? Kenapa kamu ada disini? Bersama siapa kamu disini?" Tanya Asti secara beruntun, menyimpan rasa khawatir pada Putrinya begitu melihat Hellena yang masih memakai seragam sekolah tampak dengan keadaan yang kacau, dimana mata dan hidung Hellena yang tampak memerah sehabis menangis.
"Aku bersama Mom, tapi sekarang Mom sudah tidak ada lagi Tante." Tangis Hellena kembali pecah setelah mengatakan itu.
Dia yang baru saja pulang sekolah langsung mendapatkan kabar dari Rumah sakit dimana Ibunya menjalani mengobatan. Ibunya gagal menjalani operasi jantung dan dinyatakan meninggal.
Itu berita yang sangat mengejutkan untuk nya, sehingga tanpa berganti pakaian terlebih dahulu dia langsung pergi menuju Rumah sakit.
Asti yang melihat Hellena menangis dengan segera membawa Hellena kedalam pelukannya, juga mengusap pelan pungguh Hellena yang bergetar mencoba untuk menenangkan.
Dia tahu bahwa Ibunya Hellena sedang sakit dan sedang menjalani perawatan, tapi dia tidak menyangka akan seperti ini akhir dari perjuangan Ibu dan juga Hellena.
Malah perpisahan yang mereka dapati, sontak dia juga langsung teringat pada Purtinya. Dia tidak mau hal yang sama terjadi padanya juga," ikut Tante dulu ya El!"
__ADS_1
Asti dengan segera menarik tangan Hellena agar mengikuti langkahnya dan Suaminya itu.
"Kita akan kemana, Tante?" Heran Hellena begitu Asti membawanya pada arah belawanan dimana Ibu nya berada.
"Kita sedang mencari Grac, El jangan banyak bertanya dulu ya!"
Hellena pun mengurungkan pertayaan yang hendak keluar dari mulutnya begitu mendengar kalimat yang Delano katakan, akhirnya dia diam saja menurut pada Asti yang sakarang memegang tangannya membawa dia entah akan kemana.
Setelah cukup lama berjalan dengan terges-gesa, akhirnya mereka bertiga sampai di depan UGD. Yang dimana tentunya ada Gracia didalam sana.
"Bagaimana keadaan Putri saya, Dok?" Tanya Delano pada Dokter yang bertepatan keluar dari ruangan tersebut setelah menangani Gracia.
"Kalian siapanya?" Dokter tersebut malah kembali bertanya pada Delano untuk memastikan sesuatu.
"Kami orang tuanya Dok," jawab Delani dengan singkat. Sedangkan Asti dan Hellena hanya diam saja dengan pikiran yang kemana-mana.
"Putri kalian kehilangan banyak darah, dan harus segera mendapatkan pendonornya. Golongan darah pasien A-, dan kebetulan stok golongah darah tersebut sedang tidak ada disini. Mungkin salah satu dari kalian ada yang cocok, sehingga bisa menjadi pendonor untuk pasien agar bisa segera ditangani dan terselamatkan."
Penjelasan dari Dokter tersebut didengar kan dengan seksama oleh Delano maupun Asti. Bahkan Hellena pun ikut paham dengan apa yang dikatakan oleh Dokter tersebut karena dalam sekolah pun hal itu ada dalam pelajarannya.
"Jadi, Grac sedang dalam bahaya sekarang? Apa yang sebenarnya terjadi padanya?" Batin Hellena cemas sekaligus bingung dengan keadaan yang sedang menimpa Gracia, setaunya sepulang sekolah Gracia terlihat baik-baik saja. Bahkan Gracia masih bisa bercanda, serta bertengkar dengan Lucas.
"Golongan darah saya sama seperti Putri saya, Dok. Saya siap untuk menjadi pendonor," Asti yang memang memiliki golongan darah yang sama dengan Gracia tentunya langsung mengajukan dirinya.
"Paman, sebenarnya apa yang terjadi pada Grac?" Setelah Dokter dan Asti masuk, Hellena benar-benar tidak bisa lagi menahah rasa cemas dan penasarannya itu.
"Grac mengalami kecelakaan saat pulang sekolah tadi, El."
Deg
"Kecelakaan?" Tanya Hellena mamastikan apa yang dia dengar dari Delano.
Delano pun dengan segera menceritakan kecelakaan yang dialami oleh Gracia secara menyeluruh pada Hellena. Yang membuat Hellena tidak bisa berkata-kata lagi, hal tersebut benar-benar tidak terduga sama dengan yang terjadi pada Ibunya.
Tidak membutuhkan waktu lama, teryata Dokter dan Asti kembali keluar dari ruangan tersebut yang membuat Delano dan Hellena yang awalnya duduk kembali berdiri.
"Ada apa?" Tanya Delano pada Dokter tersebut apalagi begitu melihat Asti yang sekarang sedang menangis.
"Istri anda tidak bisa menjadi pendonor karena tenakan darahnya yang sedang tinggi. Akan memakan waktu lama untuk menunggu tekanan daranya kembali stabil, kita tidak punya waktu untuk itu. Kita harus mencari orang lain yang menjadi pendonor," saran Dokter tersebut yang malah membuat bingung kembali karen kemana harus mencari pendonor dengan waktu singkat.
Namun tiba-tiba perkataan Hellena mengambil alih perhatian semuanya. "Golongan darah ku sama, ambil punya ku saja."
"El?"
__ADS_1
Meskipun Delano dan Asti sangat bersyukur dengan apa yang dikatakan oleh Hellena, tapi mereka juga tidak bisa memanfaat kan Hellena yang sedang dalam keadaan berduka sekarang.
"Biarkan aku mendonorkan darah ku untuk Grac, aku tidak mau dia menyusul Mom untuk untuk pulang pada Tuhan." Perkataan Hellena mampu membungkam semua orang yang ada disana, mereka terharu dan juga prihatin dengan apa yang Hellena katakan. "Boleh kan, Dok?"
Dokter tersebut mengagguk, "tentu. Mari kita cek dulu keadaan mu!"
Setelah di cek, Hellena bisa mendonorkan darahnya untuk Gracia dan tentunya menyelamatkan hidup Gracia juga. Dari situ Asti dan Delano mulai menganggap Hellena sebagai Putrinya juga karena sudah menyelamatkan hidup Putri kandung mereka satu-satunya.
Selain itu mereka berdua salut pada Hellena, meskipun dalam keadaan berduka Hellena masih mau dan mampu membantu orang lain yang membutuhkan.
Flashback Off
"Bagaimana kalau sekarang kita melakukan hal yang menyenangkan?"
"Tentu, ayo kita acak-acak dapur Bunda!"
Tampak Gracia dan Hellena yang bertos ria sambil tertawa lepas setelah mendapatkan rencana yang menurut mereka bagus.
"Kalian berdua ini, awas ya!" Asti terlihat ingin menghampiri Gracia dan Hellena berada, namun kalah cepat dengan mereka berdua yang sudah pergi menjauh.
Aksi kejar-kejaran pun terjadi, kediaman Jovanca jadi ramai sekarang karena kedatangan Hellena. Mereka semua tertawa lepas, dan juga terkadang saling mengejek. Selain itu para pekerja yang ada disana ikut merasakan kebahagian orang rumah, serta perubahaan suasana saat Hellena datang.
Inilah diri Hellena yang sebenarnya, di juga membutuhkan kehangatan keluarga untuk memancing sifat aslinya keluar.
Nyatanya dari lahir Hellena tetap seorang yang tumbuh dengan begitu banyak kasih sayang dari Ibunya, sehingga membentuk karakter humoris dan sedikit bar-bar pada diri Hellena.
Tapi, apakah kalian pernah dengar? Bahwa wajah yang awalnya mengemaskan perlahan berubah menjadi menyeramkan karena sebuah beban pikiran.
Mungkin itu juga yang terjadi dan berubah Hellena tanpa sadar. Semua yang terjadi pada Hellena secara tidak sadar mengubah dan menyembunyikan sifat aslinya.
Sifat Hellena yang sekarang sangat membingunkan banyak orang, Hellena yang akan humoris dan juga kadang bar-bar pada orang yang sudah dekat dengannya. Orang yang sudah mengenalnya sejak lama.
Hellena yang akan bersikap dingin saat bekerja di dunia Mafia, dan juga orang yang baru dikenalnya. Selalu berbicara datar dan menatap tajam orang lain, itulah yang sering Hellena tampilkan di publik.
To Be Continue
Haiiii👋👋👋
Author yang baik ini kembali menyapa.
Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!
Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.
__ADS_1