Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 50


__ADS_3

..."Untuk bisa dapat pekerjaan, harus punya pengalaman. Tapi, kau tau? Untuk bisa punya pengalaman, kita harus bekerja. Orang miskin dan pengangguran seperti ku tak punya harapan."...


..._IDK...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


50. Imbalan Atas Kerja Sama


Kedua Adik-Kakak itu kembali diam setelah saling mengobrol singkat itu. Mereka berdua fokus pada kegiatan masing-masing. Dimana Matheo yang fokus menyetir dan Megan yang memilih fokus menainkan ponselnya.


Namun itu berlaku hanya beberapa menit saja, Megan yang pada dasarnya sangat suka sekali berbicara tidak akan suka dengan keadaan kening.


"Kak El, baik kan?" Megan bertanya sambil melihat pada arah samping dimaba Matheo berada dan sedang fokus menyetir.


Sedangkan Matheo yang merasa ditanya hanya menengok sekilas pada Megan, lalu kembali fokus pada jalan didepannya. "Ya, sepertinya begitu."


Sebenarnya Matheo sendiri masih bingung dengan sifat asli Hellena, entah benar-benar baik atau tidak. Jika melihat dari interaksi tadi, dapat disimpulkan bahwa Hellena adalah orang yang baik.


Bahkan Matheo sedikit kagum pada Hellena yang tampak biasa saja saat melihat dia, entah itu saat pertama kali bertemu atau bahkan sekarang.


"Tuh kan, Kak El itu tidak mungkin seperti yang Kakak bayangkan waktu pertama kali bertemu." Ingatan Megan kembali pada awal Matheo memberi tahunya, jika Matheo bertemu Hellena saat Hellena sendiri akan membeli rokok.


"Mungkin saja waktu itu hanya salah paham," bela Matheo yang tidak mau terus disalahkan. "Ouh ya, apa nama dia adalah El?" Matheo mencoba untuk mengalihkan pembicaraan, sekaligus memang sedikit penasaran dengan perempuan yang tadi sempat diantarnya itu.


"Kenapa Kakak tiba-tiba bertanya seperti itu? Kakak mulai tertarik dengan Kak El ya?" Goda Megan yang malah mendapatkan dengusan dari Matheo.


"Tentu saja tidak, dia bukan tipe ku. Lagian aku hanya ingin tau saja, jika kamu tidak memberi tahu pun tidak apa."


"Dih, awas aja kalau Kakak sampai suka dan jatuh cinta sama Kak El."


"Tidak akan!" Tolak Matheo secara langsung, dia tidak tahu saja mungkin kedepannya dia akan kembali menarik kata-katanya tersebut. "Jadi, siapa namanya?"

__ADS_1


"Hellena Eddyln M. Biasanya orang-orang memanggilnya dengan sebutan El," jelas Megan yang memang tau nama lengkap Hellena namun tidak dengan nama terakhir dari Hellena.


Megan sendiri tahu dari sebuah name tag yang ada di seragam Hellena, dan tentunya karena nama Hellena terlalu panjang membuat sebagian nama terakhirnya hanya inisial saja.


"Nama yang sangat bagus, entah kenapa aku lebih suka memanggilnya Elle." GumanmMatheo dalam hatinya, dan seketika tersadar dengan apa yang baru saja dia pikirkan itu. "Eh, ada apa dengan aku ini?"


Lalu mereka berdua terus saja mengobrol sepanjang perjalanan, entah itu masih membahas Hellena atau bahkan yang lainnya. Selain itu, Lucas pun juga turut menjadi topik pembicaraan dari Kakak-beradik itu.


***


Sedangkan untuk Hellena sendiri, setelah mengunjungi Lucas dia langsung pulang kerumahnya. Lalu bersiap untuk bekerja di Toko roti seperti biasanya, sepanjang sore itu cukup berjalan lancar sampai akhirnya Hellena kembali pulang ke rumah setelah dari Toko roti.


Baru saja beberapa menit mengistirahatkan tubuhnya dengan membaring sejenak disopa ruang tengah, sebuah pesan yang masuk kedalam ponselnya membuat dia kesal.


Pesan tersebut berasal dari Miller yang menyuruh dia agar mendatangi markas inti The Black Dream karena ada hal penting yang ingin disampaikan.


Setelah membaca pesan tersebut Hellena lebih memilih membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, setelah itu makan lalu akan berangkat menuju markas inti The Black Dream.


Tepat pada pukul 21:00, Hellena keluar dari rumahnya menuju markas inti The Black Dream. Tentunya dengan pakaian lengkap sebagai Black Fire.


Hanya membutuhkan beberapa menit untuk sampai di markas tersebut. Begitu masuk, Hellena hanya melihat Miller dan Dalbert saja. Membuat Hellena heran karena yang lainnya tidak ada disana.


"Apa yang lainnya belum datang?" Tanya Hellena sambil mendudukan tubuhnya disalah satu sopa, tepat disebelah Miller berada.


Selain itu dia juga membuka masker yang dari tadi dia pakai dari rumahnya itu, tentunya untuk membuat orang lain tidak tahu identitas dia yang sebenarnya.


"Tidak ada yang lainnya, hanya kita bertiga saja." Jawaban dari Miller menambah rasa bingung dalam diri Hellena, dia pikir misi apa yang tidak melibatkan anggota inti yang lainnya.


"Kenapa hanya kita bertiga saja? Kita akan menjalankan misi apa sekarang?" Hanya itu yang ada dipikiran Hellena sekarang, karena biasanya mereka membuat janji temu untuk membahas pekerjaan seputar The Black Dream.


"Kita tidak akan menjalankan misi apapun, aku meminta mu kesini untuk membicarakan hal lain." Jelas Miller yang memecahkan praduga Hellena karena dia meminta untuk datang ke markas inti.


"Apa itu?"


"Soal Matheo. Dia menanyakan bayaran apa yang kamu inginkan atas kerja sama kalian berdua?"

__ADS_1


"Aku tidak tahu," jelas Hellena bingung dan tidak tahu sebesar apa harga yang harus ditetapkan karena sudah membantu menyelamatkan perusahaan Dalton. Ini kan perdana untuknya, bekerja sama dengan orang lain selain untuk The Black Dream.


"Sebutkan saja apa yang kamu inginkan, dia pasti tidak akan keberatan untuk memberinya." Miller sendiri menyampaikan apa yang dikatakan oleh Matheo padanya, bahwa Hellena bisa meminta apapun sebagai imbalannya.


Baru tadi pagi, Matheo yang secara langsung datang ke perusahaannya untuk berterimaksih, serta menanyakan tentang bayaran untuk Hellena.


Dan tadi pagi juga, Matheo sudah bisa menuntut perusahaan yang meretas data perusahaanya dan juga yang sudah menjiplak produknya. Selain itu, produk baru dari Dalton Collection pun akan tetap terbit sesuai dengan jadwal sebelumnya.


Namun Matheo dan para petinggi perusahaan lainnya memilih untuk sedikit mengubah atau bahkan menambahkan hal baru pada produk baru tersebut.


Sehingga, kini produk baru dari Dalton Colletion akan menjadi lebih bagus dan sempurna.


Hellena tampak memikiran apa yang dikatakan oleh Miller atas tawaran tersebut. Namun sungguh, Hellena tidak sedang mengingkan apapun sekarang.


"Kak Miller saja yang menentukan berapa nominal untuk itu, aku percayakan semuanya padamu."


Sepertinya itu jalan yang bagus dan dimiliki oleh Hellena sekarang.


"Kalau begitu, aku akan dengan senang hati menguras harta Matheo." Meskipun sama-sama kaya, entah mengapa Miller tetap saja mata duitan akan harta orang lain.


Selain itu, Matheo tidak akan jatuh miskin dengan sedikit mengerluarkan harga kekayaannya itu.


"Jangan seperti itu juga! Minta saja uang yang cukup untuk membuat panti asuhan dipersimpangan jalan sana."


"Apa?"


Miller tercegang dengan permintaan Hellena, itu bahkan akan lebih besar dari yang dia akan minta pada Matheo.


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!

__ADS_1


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.


__ADS_2