Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 35


__ADS_3

..."Dewasa bukan tentang usia, bukan tentang sikap. Semua orang bisa tua tapi belum tentu bisa dewasa. Belajarlah dari setiap kesalahan bukan lari dari kesalahan."...


..._Cuma Tulisan...


...Happy Reading Semua...


.......


.......



Mengantarnya Pulang



"Tapi, sepertinya pekerjaan ini belum selesai sepenuhnya."


Ada beberapa bagian lagi yang belum bisa Hellena selesaikan sekarang, dia membutuhkan sedikit persiapan untuk itu. Ditambah ada sesuatu yang harus dia bawa terlebih dahulu dari rumahnya untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut.


"Ada beberapa hal yang harus saya siapakan terlebih dahulu, lagian ini sudah terlalu malam. Energi kita untuk berpikir pun sudah banyak terkuras, sehingga kurang efektif jika terus dilanjutkan." Jelas Hellena pada Metheo yang tentunya perkataan tersebut sangat disetujui oleh Matheo.


Jujur saja Hellena dan Metheo sendiri,  sebenarnya sudah merasakan kantuk sekarang. Mereka berdua sudah lelah baik secara fisik maupun pikiran. Apalagi, beban pikiran akan terasa lebih capek dibanding beban yang dikerjakan oleh fisik.


"Yang anda katakan benar, sebaiknya kita lanjutkan lagi nanti. Tapi, kapan anda ada waktu kembali?" Bukan bermaksud untuk terburu-buru, tapi Matheo tahu bahwa Hellena pastinya bunya begitu banyak pekerjaan lainnya.


Sehingga, mungkin saja untuk kembali bekerja sama dan membantunya akan memerlukan waktu yang lama.


"Sepertinya besok tidak begitu banyak kegiatan untuk saya, sehingga kita bisa kembali mengerjakan pekerjaan ini." Hellena selalu menyusun dengan teratur agenda kegiantannya, entah itu untuk hari ini atau pun besok.


Sepertinya dia bisa sedikit beristirakat sejenak karena tidak akan begitu banyak kegiatan besok. Ditambah esok adalah hari weekend, yang tentunya kegiantan sekolahnya akan libur.


Selain itu, beberapa kegiatan serta pekerjaan Hellena yang lainnya akan ikut libur besok, entah karena apa. Tapi yang pasti salah satu temannya sudah memberikan informasi tersebut padanya.


"Sungguh? Besok kita bisa kembali menyelesaikan ini?" Tanya Matheo memastikan, entah suatu kebetulan atau keberuntungan yang dia dapatkan. Sehingga, dengan begitu mudahnya dapat bekerja sama dengan peretas handal yang ada didepannya ini.


"Ya, dapat ku pastikan itu."

__ADS_1


Hellena tidak pernah mengikari janji yang dibuatnya, tolong ingat itu!


"Baiklah, bagaimana kalau sekarang kita sudahi saja? Lalu saya akan mengantar anda pulang," saran Matheo yang disetujui oleh Hellena.


Hellena sendiri mulai membereskan barang-barang bawaannya, bagitu pula dengan Matheo yang ikut membereskan beberapa barang yang tanpa disadari dalam keadaan berantakan sekarang.


Saat sedang beres-beres, Matheo sempat melihat kearah dimana makanan dan minuman yang dia sediakan untuk Hellena belum disentuh sedikit pun. Seketika rasa bersalah menyeruak kedalam hatinya, "tunggu!"


Perkataan Matheo menghentikan gerakan Hellena yang sedang mengemasi barang-barangnya itu. "Ada apa?"


"Anda belum makan bahkan minum apapun yang saya sediakan dari sore tadi, apa anda baik-baik saja?"


Metheo benar-benar merasa tidak enak hati sekarang, bagaimana bisa dia mengabaikan tamu yang seharusnya dia jamu itu?


Seolah tidak berkaca pada diri sendiri, karena Matheo sendiri belum makan dan minum apapun lagi dari sore tadi sebelum kedatangan Hellena dan Miller.


Matheo lebih khawatir pada keadaan Hellena dibanding dengan keadaanya sendiri.


Sedangkan untuk Hellen sendiri begitu mendapatkan pertanyaan tersebut dari Matheo, langsung saja ikut tersadar juga dengan keadaan perutnya itu.


Bahkan, jika saja Matheo tidak mengatakan hal tersebut bisa saja Hellena tidak akan menyadari hal itu. Mungkin akan terasa nanti ketika Hellena hendak tidur, atau bahkan dipagi hari akan merasa sangat lapar.


"Ah-ya, bahkan saya lupa itu. Tapi, sepertinya saya juga tidak bisa makan dan minum dengan leluasa ditempat asing. Tolong maklumi itu!"


Tanpa Hellena jelaskan sepetinya Matheo akan paham dengan apa yang dikatakannya. Dia tidak boleh ceroboh dimana, bahkan kapan pun karena mungkin malah bisa membongkar identitas yang dia tutupi selama ini.


"Saya mengerti, maaf merepotkan anda dan tidak menjamu anda dengan baik." Kata Matheo dengan tulus.


"Bukan masalah, semuanya sudah beres. Bisa kita pulang sekarang?" Tanya Hellena yang kini sudah bangkit dari duduknya, dan sudah siap dengan semua barangnya. "Ah-ya, apakah tidak merepotkan mu dengan mengantarkan saya pulang?" Tanya Hellena kembali memastikan suatu hal.


"Tentu saja tidak, itu tidak merepotkan. Mari kita pulang!" Matheo segera mempersilahkan Hellena berjalan terlebih dahulu, lalu dia mengikuti dari belakang.


Keduanya berjalan dengan tenang tanpa harus mengendap-endapa seperti sore tadi karena kini hanya ada Matheo dan Hellena saja diperusahaan tersebut. Atau mungkin lebih tepatnya, dilantai khusus ruangan Matheo berada.


Mereka berdua kembali ke Basement sebelumnya dimana letak mobil Matheo berada, lalu dengan segera mereka berdua memasuki mobil tersebut.


Hanya membutuhkan satu klik-kan saja, pintu Basement itu akan terbuka secara otomatis dan mobil mahal nan mewah milih Matheo melesat keluar dari Basement tersebut.

__ADS_1


Mobil tersebut mulai membelah jalanan yang sudah tidak padat seperti pagi tadi karena kondisi malam yang kini sudah menjelas.


Keduanya diam beberapa saat, hingga akhinya Matheo teringat sesuatu. "Saya lupa belum mengatakan terimakasih pada anda, terimakasih atas bantuan yang anda berikan pada saya." Kata Matheo sambil melirik sekilas pada Hellena yang ada disampingnya, lalu kembali fokus kedepan jalan.


"Sama-sama, lagian sesama manusia kita harus saling membantu." Ucap Hellena singkat membalas perkataan Matheo.


"Lalu, kenapa dia tidak bekerja sama dengan orang banyak." Pertanyaan tersebut hanya muncul dibenak Matheo saja, tidak bisa secara langsung dikatakan pada Hellena.


Sampai sekarang Matheo jadi penasaran kenapa Hellena tidak mau bekerja dengan orang lain selain The Black Dream, atau mungkin baru membantu dia saja selain The Black Dream.


"Kenapa anda mau membantu saya?" Nyatanya rasa penasaran itu tidak bisa Matheo tahan, lagian ini kesempatan yang mungkin tidak akan datang lagi dimana dia bisa dekat bahkan mengobrol dengan santai dengan peretas hebat di kota ini.


"Karena Miller," jawab Hellena jujur.


Jika saja Miller tidak memohon dan memaksanya, dia pun tidak mungkin mau bekerja sama dengan perusahaan Dalton Colection yang dikelola oleh Matheo.


Jawaban singkat dari Hellena cukup menjelaskan dan menjawab pertanyaan Matheo. "Benar, jika bukan Miller yang memintanya mungkin saja sampai sekarang dia tidak akan pernan mau membantu ku."


Tentu Matheo cukup tau diri untuk tidak terlalu percaya diri dengan Hellena yang dengan mudah mau menerima dan bekerja sama dengannya.


"Hm ya, mungkin Miller mau membantu saya karena kita adalah teman." Pernyataan dari Matheo tidak mendapatkan respon apapun lagi dari Hellena, karena Hellena sendiri hanya cukup tau saja dengan itu.


Melihat tidak ada respon apapun lagi dari Helllena, membuat Matheo merasa canggung. Entah mengapa dia rasa perkataannya yang terakhir seolah menyombongkan, jika dia adalah teman dari Miller yang notabennya adalah teman satu tim Hellena di geng Mafia.


"Kemana saya harus mengantar anda pulang?" Tanya Matheo yang memecahkan beberapa menit keheningan didalam mobil yang sedanv melaju itu.


"Dijalan xxx, nanti akan saya beri tahu lagi." Kata Hellena tanpa menyebutkan alamat tersebut dengan lengkap, tentunya itu bukan alamat Hellena yang sesungguhnya juga.


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.

__ADS_1


__ADS_2