
hari semakin gelap,Faizah pun memutuskan untuk ketempat dimana dia melepaskan kemarahan yang ia pedam,apalagi kalau bukan tempat balapan liar yang seluruh jalannya diselimuti oleh aspal hitam.walaupun tempat balapan itu bersifat liar,tetapi Faizah punya surat izin dari pihak setempat.mulai dari ketua RT,warga yang tidak dapat melintas gara-gara jalannya digunakan untuk tempat balapan, kepolisian,sampai Satpol-PP pun ada.apalagi kalau bukan dengan uang yang Faizah miliki,sistem perizinan tempat balapan liar giliran ditiap malamnya hari ini ia mendapatkan perizinan di kepolisian.untung saja ia membawa uang yang tak cukup banyak hanya 500 ribu untuk menyogok polisi yang biasanya menjaga tempat markasnya.
🐾skip🐾
setelah selesai dengan izin-mengizin,Faizah langsung tancap gas untuk ketempat arena balapan.butuh sekitar 20 menit,jika dihitung dengan rumus matematika sekitar 10 km untuk mencapai tempat tersebut.setelah sampai ditempat tujuan Faizah ingin menemui sahabatnya, walaupun banyak cowok yang berteman dengannya,tetapi Faizah menghiraukannya.dia pun memikirkan motornya ninja merahnya disembarang tempat,sejak ia membeli motor itu,ayahnya selalu memperingatkan Faizah untuk memasang alarm dimotornya dan Faizah hanya mengangguk nurut.ayahnya sudah tahu kalau Faizah ikut balapan liar,ayahnya tak marah cuma menyayangi motornya jika hilang dengan cuma-cuma.
baru saja ia ingin ketempat sahabatnya ia sudah diserbu oleh orang-orang yang kehausan nafsu,mereka kira Faizah adalah salah satu santapan yang akan habis dimalam ini.
"hey manis,kita sudah lama tidak bertemu ya?mau tidak bermain denganku?"
"berapa ronde yang kamu kuat sayang?,nanti aku bayar kok"
"satu malam berapa honey?"
godaan dari laki-laki yang kehausan nafsu hanya membuatnya trauma,atas kejadian yang menimpanya beberapa tahun lalu,sebab itu ayah dan ibu kandungnya bercerai.ia digoda oleh manusia yang kehausan nafsu hanya membuatnya dicap sebagai 'wanita murahan'.tiba-tiba saja ada seorang ****** yang membelainya membuat Faizah menegang akibat belaian tersebut.sepertinya tuhan berkehendak lain ia mendatangkan salah satu kaumnya untuk melindunginya,dia membelanya dengan perdebatan yang sangat sengit,Faizah hanya berlindung dibelakang punggung pria itu.
"jangan sentuh dia! atau lo akan berurusan dengan gue"peringat lelaki itu.
"hey!lo jangan serakah,apa hak lo melindungi wanita itu?"tunjuk ****** kepadaku,aku tak menghiraukannya jika dituduh dengan rumor apapun,karena aku sudah berurusan dengan duniaku sendiri.mereka sedang berdebat aku hanya mencium parfum yang lengket dihoodie pria itu.
"uhm,bau parfumnya kayak kenal?,biarinlah yang penting gue mencium parfum ini dengan
__ADS_1
puas"batin Faizah yang mencium parfum tersebut,sampai lupa apa yang terjadi barusan.
"dia pacarku"jawab to the point lelaki berperawakan tinggi sekitar 195 cm itu,aku yang hanya terlalu sibuk dengan parfum pria ini tanpa kusadari,aku refleks memeluknya dari belakang agar parfum itu tak dicium oleh siapapun.dia janah tersenyum dengan smirk kearahku,ternya bukan hanya tinggi perutnya juga seperti roti sobek yang dijual di Indomaret.
tak butuh waktu lama ****** yang menggodaku meminta maaf dan pergi begitu saja bukan hanya ******,manusia yang kehausan nafsu itu pun meminta maaf dan pergi seperti yang dilakukan oleh ****** tadi.
"tak kusangka lo ikut balapan liar,kukira lo kesini hanya memuaskan nafsu lo aja,"Tunggu kenapa suaranya mirip Allfred Cristiano yang ngotot minta jawaban yang unfaedah kepadaku,tanpa basa-basi aku pun membalik badan tegap itu dan
"benar saja dia adalah Allfred Cristians,berarti dia yang mengaku-ngaku sebagai pacarku dengan ****** yang menggodaku beberapa menit lalu, artinya dia yang mempunyai parfum ini dan khasiat tuhan apa yang aku lakukan aksi mengkhianati janji ayahku sendiri,"batin Faizah.
"emang ngapa kalau gue ikut balapan liar,gue disini udah 2 tahun kok,dan gue disini sekretaris sibos yang gak pernah datang sekali pun disini"bangga Faizah.Tian mendengar itu pun langsung bungkam,bukan berarti dia bungkam kerena jabatannya tetapi ia bungkam karena Faizah yang dipilih sebagai seketarisnya.
"artinya lo diam-diam membenci sibos itu"tanya Tian yang memajukan langkahnya agar jarak antara Tian dan Faizah semakin dekat,semakin dekat semakin canggung diantara mereka, Sampai pada akhirnya punggung Faizah membentur dinding didekatnya.
"Eee,b-bisa dibilang k-kayak gitu,"gugup Faizah karena jarak diantara Tian dan dengannya,sampai-sampai nafas mereka menerpa kulit sensitif yang jarang terkena zat seperti ini.
"mau balapan dengannya?"tanya Tian yang tiba-tiba seolah-olah dia adalah bos diclub moon night ini.
"tentu saja!kalau diberani!"jawab tegas Faizah.
"apa jaminan lo jika balapan dengan pemilik club ini,yang lo benci semenjak lo duduk diposisi seketaris,"tanya Tian dengan serius, seolah-olah gadis kecil didepan matanya ini adalah mangsa yang ia incar sejak tadi.
__ADS_1
"motor,yang gue rawat semenjak pertama kali balapan,bukan hanya itu didalam motor itu ada alarm,ban,oli,dan minyak rem yang sudah gue ganti,total semuanya 60 juta.deal?"tanya Faizah yang mendeskripsikan tentang kelebihan motor kesayangannya.
"yakin lo mau ngorbanin motor lo yang udah lo sayangi sejak pertama kali bertemu"menyakinkan Faizah.Faizah menarik nafasnya dan menatap mata biru yang pas dimalam hari milik Tian dengan seksama,untuk merelakan motor kesayangannya demi taruhan balapan liar.
"gue yakin"jawab Faizah dengan mantap.biarkanlah motornya dijadikan bahan taruhan,toh dia bisa beli lagi.Tian mengangkat salah satu alisnya.
"oke kalau lo mau balapan,datang diarena jam 11 malam,"perintah Tian dan Faizah menatap punggung Tian yang mulai pergi dihadapannya,bukan hanya itu saja ia heran kenapa Tian mengambil keputusan tanpa adanya perjanjian dengan sibos,itulah yang dipikirkan oleh Faizah.
diclub ini bukan hanya arena balapan ada tempat bar,pin bowling,glof dengan lapangan mini, tempat karoke,sepak bola,basket, dan lainnya.bukan main-main dana yang dikumpulkan mencapai 1 miliyar lebih.Faizah masuk dalam anggaran tersebut ia menyumbangkan sebesar 10%,keluarga Queensa yang menduduki sebagai keluaraga terkaya peringkat kelima pun menyumbangkan sebesar 15%,anak semata wayang dari keluarga Stephanas sebesar 25%,dan 50% dari keluarga yang tersembunyi hanya orang tertentu yang dikasih tahu.
🐾skip🐾
Faizah melihat ke-jam tangannya masih belum larut,ia bingung mau menghabiskan waktunya bagaimana,setelah dipikir-pikir ia sedari tadi ingin ketempat sahabatnya,tapi ia urungkan niatnya gara-gara ****** sialan, yang selalu menggodanya padahal tadi Tian sudah memperingatkan-nya.sedangkan disisi lain,Tian sedang memperhatikan Faizah,dari kejauhan sambil meminum anggur merah dengan santai.dia sendiri juga tahu kalau Faizah sedari tadi digoda oleh banyak ******,sekali ia tertawa melihat Faizah yang jengkel gara-gara banyak ****** yang tak mau pergi dari hadapannya.
"oh iya Faizah hari ini balapan dengan siapa?"tanya Tian dengan pelayan yang menjaganya.
"dengan anak dari keluarga Zephaniah Tuanku"jawab sopan pelayang tersebut.
"undurkan jadwalnya atau ganti dengan orang lain yang ingin balapan dengannya,"perintah Tian yang tak memikirkan kedepannya dan pelayan tersebut mengangguk.
"tunggu permainanku Faizah"smirk Tian yang masih saja memperhatikan gerak-gerik Faizah.
__ADS_1