Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 33


__ADS_3

..."Kita tidak bisa pandai dalam semua hal karena kita bukan makhluk yang sempurna, tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukan hal apapun. Cobalah untuk selalu memberikan yang terbaik daripada selalu ingin tampak sempurna."...


..._Jeon Wonwoo...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


33. Mulai Bekerja Sama


Kedatangan Hellena dan Miller tidak akan membuat heboh karena mereka memakai jalur khusus menuju ruangan Matheo berada. Lagian diwaktu sore seperti ini sebagian karyawan sudah ada yang pulang, mungkin sekarang hanya sebagian saja yang ada.


Disepanjang jalan mereka terus berjaga-jaga karena takut akan ada orang yang mengetahui keberadaan mereka.


Tapi, siapa yang tahu mungkin saja masih ada orang yang melihat kejadian tersebut secara sembunyi.


Begitu tiba diruangan Matheo, baik Hellena dan Miller segera dipersilahkan duduk. Sudah ada makanan serta minuman untuk menjamu keduanya.


"Silahkan duduk, dan minum lah terlebih dahulu."


"Tidak usah repot-repot Theo, kita kesini untuk bekerja." Tolak Miller dengan halus, dia tahu bahwa Hellena bukan orang yang suka basa-basi terlebih dahulu.


"Tidak apa, itu tidak merepotkan." Orion pun menimpali pembicaraan tersebut.


Sedangkan Hellena hanya diam sambil mengamati seluruh isi ruangan Matheo yang bersih dan rapi. Hampir semua barang yang ada disana tersusun dengan rapi. Hellena juga suka itu, sepertinya Hellena dan Matheo sedikit mempunyai kesamaan sekarang.


"Apakah sekarang kita bisa langsung memulainya?" Suara Hellena menjadi pusat perhatian ketiga pria tersebut, sontak mereka langsung menatap kearahnya.


"Bisa kita mulai?" Tanya Hellena kembali, ayolah dia ingin pekerjaannya cepat selesai lalu setelah itu langsung pulang.


Hellena benar-benar tidak suka membuang waktu untuk hal yang tidak berguna, dia lebih suka langsung mengerjakan pekerjaannya tanpa banyak bicara.


"Apakah tidak apa langsung pada intinya?" Matheo merasa tidak enak, jika terlebih dahulu tidak menyambut tamunya.


"Dia memang seperti itu, selalu tidak suka basa-basi. Jadi tidak apa, segera bekerjalah!" Miller menjawab pertanyaan Matheo, dan memberi tahu bagaimana Hellena jika sedang bekerja.


Baru saja Miller selesai berbicara, terlebih dahulu sebuah dering ponsel milihnya berbunyi. Dia dengan segera mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan tersebut.

__ADS_1


"Bolehkah, aku mengangkat telpon terlebih dahulu?"


"Ya, silahkan."


Miller berjalan kearah salah satu sudut diruangan itu, tidak jauh dari tempat awalnya berdiri.


"Halo? Ada apa?" Tampak Miller yang sedang berbicara dengan orang disebrang sama.


Cukup banyak yang mereka katakan, entah apa saja itu yang pasti hanya Miller dan orang disebrang telpon sana yang tau.


"Baiklah, aku akan segera kesana." Itu adalah kalimat terakhir yang Miller ucapkan sebelum menutup telpon tersebut.


Dia kembali mengantongi ponselnya dan berjalan kearah Matheo, Orion dan Hellena yang tampak terdiam serta tampak penasaran dengan siapa yang menelponnya.


"Sepertinya aku harus pergi, ada urusan yang harus segera di selesaikan." Kata Miller yang sebenarnya tidak rela jika harus meninggalkan Hellena sendian ditempat asing dan orang-orang asing juga. "Apakah tidak apa kamu ditinggal?" Tanya Miller yang menatap pada Hellena.


Tentunya Hellena langsung mengangguk singkat, "tidak apa, pergilah!" Dia bukan anak kecil lagi yang akan takut ditinggal, lagian dia bisa menjaga dirinya sendiri.


"Aku titip dia Theo, Orion. Tolong antar kan dia pulang juga, jika pekerjaan kalian sudah selesai nantinya." Miller berkata seperti itu karena tidak yakin bisa kembali menjemput dan mengantarkan Hellena pulang nantinya.


"Tidak perlu khawatir Miller, kami akan mengantarnya nanti." Tanpa Miller mengatakan itu, Matheo sudah pasti akan melakukan hal tersebut dan tentunya sebagai rasa tanggung jawabnya juga.


"Baiklah, aku pergi."


Pendengar perintah tersebut, dengan segera Orion menemani Miller menuju jalan Basement yang mereka lewati tadi.


Hingga akhirnya hanya tertinggal Matheo dan Hellena saja diruangan tersebut.


Kini tampak Hellena yang sudag mengeluarkan barang-barang bawaannya, seperti laptop miliknya pribadi dan juga alat lain yang hendak dipakainya nanti.


"Bisa kita mulai?" Untuk kesekian kalianya Hellena mengajukan pertanyaan tersebut karena saking tidak sabarnya ingin menyelesaikan pekerjaannya kali ini, lalu pulang.


"Ah-ya, ayo kita memulainya!" Entah kenapa Matheo sendiri sekarang jadi meresa gugup hanya berduan dengan orang yang mungkin disegani ini, secara orang tersebut merupakan salah satu anggota Mafia yang begitu terkenal di San Francisco ini.


Kini mereka berdua duduk saling berhadapan, hanya meja yang membatasi jarak mereka. "Saya sudah mendenger permasalahan yang perusahaan mu alami dari Miller. Jadi, apa yang kau inginkan sekarang?"


Bahasa formal dan juga tatapan sangat datar Hellena berikan pada Metheo, mata hijau dan biru itu kini saling memandang satu sama lainnya.


Gleg

__ADS_1


Rasanya sangat sulit untuk Matheo berbicara, rasa gugupnya benar-benar mendominasi sekarang. Apalagi sekarang dia dapat memastikan, jika orang yang berada didepannya ini adalah seorang perempuan.


"Aku-ah maksud saya, saya ingin mengumpulkan bukti jika perusahaan tersebut telah mengambil data perusahaan dan juga telah melakukan plagiatrisme terhadap produk saya." Jelas Matheo langsung intinya, dia benar-benar ingin perusahaan tersebut mendapatkan hal setimpal dengan apa yang terjadi padanya.


Selain itu, tentunya dia ingin kembali mendapatkan hasil kerja keras perusahannya yang sudah diambil. "Selain itu, bisakah anda membuat keamanan yang lebih ketat terhadap data-data perusahaan saya?"


Hellena tidak langsung menjawab, otaknya sedang perpikir hal apa saja yang harus dia lakukan untuk menyanggupi semua perkataan Matheo. Apakah bisa atau tidaknya.


"Saya akan berusaha sebaik mungkin seperti yang anda inginkan, tapi sepertinya ini akan memakan waktu yang lama. Dan mungkin saja tidak bisa langsung terselesaikan semuanya sekarang," jawaban itu yang bisa Hellena katakan.


Dia tidak pernah menyepelekan pekerjaanya, dia juga tidak ingin berjanji jika pekerjaan itu mudah dan akan dengan cepat selesai.


"Tidak apa, saya tahu itu bukan pekerjaan yang mudah." Sudah mau membantu dan bekerja sama saja Matheo sudah sangat bersyukur, dia tidak akan banyak menuntut untuk hal lainnya.


"Baiklah, mari kita mulai!"


Matheo langsung memberikan laptop miliknya pada Hellena yang dimana semua data perusahaan ada didalam sana. Dengan cepat pun Hellena mulai mengerjakan pekerjaannya.


Suara ketukan antara jari dan juga tombol Keyboard sangat mendominasi diruangan tersebut. Dimana dengan begitu lihai dan lincahnya semua jari jemari Hellena menari diatas Keyboard tersebut.


Selain itu, mata Hellena yang terus berlarian kesana-kemari melihat sederetan huruf dan juga angka yang tidak beraturan.


Mungkin untuk orang awan itu adalah sebuah hal aneh, dan membuat bingung juga. Tapi bagi Hellena, hal itu adalah suatu hal yang sangat mengasikkan untuk dimainkan.


Sedangkan Matheo yang melihat itu hanya menggeleng pelan, "hanya melihat saja sudah membuat ku pusing, apalagi jika melakukannya?" Batin Matheo begitu melihat secara langsung bagaimana seorang peretas saat sedang bekerja.


Matheo terus saja diam sambil melihat semua gerak-gerik Helllena, benar-benar fokus melihat semua yang Hellena lakukan.


Mereka berdua larut dalam kondisi tersebut, dimana Hellena yang terus saja fokus dengan pekerjaannya. Namun sesekali dia mengajukan pertanyaan yang harus Matheo jawab.


Seiring berjalannya waktu, kini Matheo tidak merasa gugup lagi. Apalagi ketika Hellena yang mulai banyak bertanya padanya, meskipun hal itu menyangkut pekerjaan mereka.


Entah kenapa, ada sedikit rasa nyaman yang Matheo rasakan sekarang.


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.

__ADS_1


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.


__ADS_2