
..."Berhenti bertanya kapan pada seseorang tentang sesuatu yang belum ia dapatkan. Karena kamu tidak pernah tahu akibat dari pertanyaan itu, apakah memotivasinya atau justru mematahkan mentalnya."...
..._Irpan.94...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
20. Permainan Sesungguhnya
Sedangkan dimarkas sedang terjadi kehedohan, dimana seorang baru saja menghancurkan sebuah barang yang ada di markas tersebut.
Hancurnya barang tersebut membut suara yang begitu nyaring, serta ada sebuah suara alarm yang muncul ketika barang tersebut hancur.
Tentu saja hal itu menancing perhatian anggota lain yang memang sedang berada di dalam markas, sehingga kini kerumunan terjadi disana.
"Kenapa bisa hancur?"
"Siapa yang menghancurkannya?"
"Sepertinya Bos akan marah."
Setiap orang yang berada disana mulai mengeluarlan pertanyaan dan pernyataan mereka. Mereka semua bertanya-tanya tentang penyebab hal itu terjadi.
"T-tadi, aku tidak sengaja menyenggolnya." Dengan gugup salah satu orang yang berada disana mengakui perbuatannya, dia benar-benar gugup karena tidak sengaja menghancurkan benda tersebut.
Tentu saja hal itu membuat orang tersebut menjadi pusat perhatian, semakin menambah rasa cemas dan gelisah pada orang itu.
"Kalau begitu kau segera bicara pada Bos, aku rasa Bos tidak akan marah jika kau berkata jujur." Saran salah satu temannya, yang memang disetujui banyak orang.
Meskipun memiliki wajah yang garang, tapi Bos mereka sangat lah menghargai kejujuran seseorang. Bos mereka tidak akan marah, jika mereka jujur dan selalu mengakui setiap letak kesalahan mereka.
"Ya, segera lah melapor." Saran yang lainnya juga.
"Tapi, dari mana alarm itu berasal? Dari tadi terus berbunyi," tentunya sampai saat ini alarm tersebut masih saja berbunyi. Meskipun tidak nyaring, tapi sedikit mengganggu pendengaran mereka.
Mereka semua berniat untuk mencari dari mana asal bunyi itu, dan berniat untuk segera menghentikannya. Namun sebelum mereka bergerak untuk mencari, sebuah suara terlebih dahulu menghantikan pergerakan mereka.
"Apa permainannya sudah dimulai?"
Sebuah suara yang berasal dari belakang mereka sontak membuat semuanya melihat kearah belakang.
__ADS_1
Disana sudah ada seorang yang selalu menutupi sebagian wajahnya mengunakan sebuah masker, tidak lupa sebuah topi yang selalu menghiasi kepalanya itu.
Hellena atau orang dikalangan Mafia mengenalnya dengan sebuatan Black Fire, seseorang yang sama namun memiliki peran yang berbeda secara bersamaan.
Secara perlahan Hellena mulai melangkah mendekati kerumunan tersebut, terus menatap lurus dengan datarnya.
"Ada apa?" Seolah tidak tahu apa yang terjadi, Hellena bertanya.
"A-aku tidak sengaja memecahkan barang," cicit dengan pelan orang itu yang masih dapat didengar dengan jelas oleh Hellena.
Semua orang disana terdiam, ketika Hellena berbicara. Tidak ada yang mau ikut campur dengan masalah tersebut, karena takut malah mereka juga yang terkena imbasnya.
Sedangkan Hellena sendiri masih diam, tidak bereaksi apapun. Dia cukup menghargai kejujuran orabg tersebut, namun bukan itu yang jadi permasalahannya kali ini.
Ada sesuatu yang telah Hellena siapkan untuk kali ini.
"Bagaimana bisa?" Masih dengan nada sebelumnya, Hellena kembali bertanya pada orang tersebut.
"Aku tidak sengaja menyenggolnya."
"Oh ya?" Tanya Hellena yang seolah tidak yakin dan belum bercaya dengan hal itu.
"B-benar," orang tersebut kembali sangat gugup setelah ditatap secara langsung oleh Hellena.
"Kau tau bukan, jika barang ini sudah sangat lama ada disini dan mungkin saja sangat berharga."
Tidak ada yang menyauti perkataan Hellena karena hal tersebut memang benar adanya.
"Lagian, kau sedang melakukan apa sehingga barang ini bisa tersenggol?"
"Itu..aku benar-benar tidak sengaja," hanya alasan itu yang seorang itu katakan. Sangat terlihat, jika orang itu tidak punya jawaban yang tepat dari pertanyaan Hellena.
"Barang ini awalnya ada dipojokan, sehingga tidak banyak terlewati oleh banyak orang. Lalu, bagaimana caranya barang ini bisa tersenggol oleh mu?"
Seketika semua orang kembali mengingat perkataan Hellena, bahwa benar saja barang itu sangat tidak masuk akal jika harus tersenggol, lalu pecah.
Kini Hellena menatap penuh lawan bicaranya, dengan tatapan tajam dia mulai lebih mendekatkan dirinya pada orang tersebut. "Atau mungkin, kau memang sengaja ingin merusaknya." Meski sebagian wajahnya tertutup, tapi orang yang dimaksud Hellena tau bahwa ada seringai yang begitu menyeramkan dibaliknya.
Orang tersebut malah semakin gugup dan gelisah, terlihat dari bagian dahinya yang mulai mengeluarkan keringat yang begitu banyak. Tidak lupa, sepasang mata itu yang selalu menghindari tatapan tajam dari Hellena.
Hening, dan semua orang bingung serta penasaran dengan apa maksud dari yang Hellena katakan.
"Bawa dia ke ruang bawah tanah!"
__ADS_1
Beberapa orang terdekat saling pandang, lalu dengan segera mengangguk. "Baik, Black Fire."
Meskipun sedikit terkejut dengan perintah yang Hellena berikan, namun beberapa anggota mulai menyeret pelaku tersebut seperti yang diperintahkan oleh Hellena.
Tentu saja pelaku tersebut menberontak dan sekua tenaga memberikan perlawanan, namun tetap saja dia kalah telak dengan orang-orang yang menyeretnya.
"Maafkan saya, tolong jangan bawa saya." Teriakan pemohon itu terus menggema disetiap langkah dimana orang itu perlahan menjauh dari kerumuhan.
Tapi tidak ada yang menghiraukan teriakan tersebut termasuk Hellena dan anggota yang lainnya. Mereka tidak bisa menentang perintah orang yang begitu disegani dalam kelompok mereka.
Sedangkan sekarang Hellena malah fokus pada benda yang kini sudah tidak berbentuk lagi, sebuah gucci kecil yang sangat cantik dan juga elegan.
Sebuah benda berharga yang harus dikorbankan dalam rencananya kali ini, untuk mengetahui siapa penyusup yang berani masuk ke dalam markas dan ikut bergabung bersama kelompok Mafianya.
Secara perlahan dan hati-hati tangan Hellena mulai mengobrak-abrik pecahan tersebut, sampai apa yang hendak dicarinya ketemu.
Dan tidak lama dari itu, sebuah benda berbentuk kotak kecil berwarna hitam ditemuinya. Sekilas tidak ada yang spesial dengan benda tersebut, namun nyatanya benda itu adalah sebuah alat perekam suara serta benda yang mengeluarkan alarm ketika jatuh.
Dengan segera Hellena mengambilnya, lalu menekan sebuah tombol yang sangat kecil disana. Dan ya, alarm yang berbunyi itu seketika langsung mati.
"Siapa orang yang merekrut orang tadi?" Tanya Hellena pada semua anggota The Black Dream yang ada.
Mereka semua hampir memandang satu orang diantara mereka, "a-aku." Tentunya dengan gugup orang itu mengangkat tangannya, hatinya sungguh merasa tidak enak sekarang.
"Kau?" Hellena memastikan dengan penunjuk tepat pada orang yang masih mengangkat tangangnya itu.
"Ya, Black Fire."
"Ikut aku!!"
Gleg
Orang itu benar-benar dalam masalah besar sekarang.
To Be Continue
Haiiii👋👋👋
Author yang baik ini kembali menyapa.
Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!
Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.
__ADS_1