Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 54


__ADS_3

..."Ketika kamu tidak lagi berteman dengan seseorang yang dulu akrab dengan mu, hormati rahasia yang pernah mereka bagikan kepadamu, itu disebut integritas."...


..._Najwa Shihab...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


54. Bingung Dengan Keadaan


Namun begitu tepat didepan pintu, Hellena secara spontan menghentikan langkahnya.


"Sepertinya, aku hanya bisa mengantar sampai disini saja."


Tampak Hellena pun melepaskan tangannya yang ****** membantu Matheo, lalu memundurkan langkah kakinya.


Raut wajah Matheo yang menampilan kan kebingungan membuat Hellena kembali berkata, "aku harus segera pulang karena besok harus kembali bersekolah."


"Tapi, kamu akan pulang dengan siapa dan menaiki apa? Dan apakah kamu tidak ikhlas membantu ku, dengan meninggalkan ku di depan pintu sendirian seperti ini?" Sewot Matheo yang tidak terima dan tidak akan membiarkan Hellena untuk segera pulang sekarang.


Mungkin Matheo pikir Hellena bisa menginap untuk malam ini saja, di kedimaan keluarga Dalton.


"Hah?"

__ADS_1


Hellena sendiri malah terbengong dan tercengang dengan apa yang baru saja Matheo katakan, dia tidak salah dengar kan.


Menginap dirumah orang lain? Big no!


Mungkin jika dirumah orang yang sudah dikenal, tidak akan menjadi masalah untuk Hellena. Tapi, ini benar-benar orang yang baru saja Hellena kenal.


"Setidaknya, bantu aku hingga masuk kedalam rumah."


Karena tidak ingin banyak membuang waktu, Hellena pun memilih untuk menyetujui permintaan Matheo. "Baiklah, akan ku bantu."


Tanpa dikomando lagi, salah satu tangan Matheo terulur kearah Hellena yang dimana langsung disambut dan kembali dibantu untuk memapah Matheo masuk kedalam rumahnya.


Baru saja keduanya akan melangkah, terlebih dahulu suara seseorang mengurung kan langkah mereka.


"Theo?"


Keduanya terlihat membulatkan matanya, serta raut wajah kaget yang tampak jelas tertera.


"Mom?"


Tentunya Matheo mengetahui siapa orang yang sedang berdiri tepat dihadapanya itu. Maure, orang yang berdiri dengan wajah heran sambil melihat Matheo dan Hellena secara bergantian.


"Apa yang terjadi pada mu Theo? Kenapa wajah mu jadi babak belur seperti ini?" Tentunya terselip nada yang begitu khawatir saat Mauren mengatakannya.


Begitu Mauren berjalan lebih mendekat pada Matheo dan Hellena, dari situ juga Mauren baru menyadari keadaan Matheo yang sebenarnya.

__ADS_1


"Aku tidak apa Mom, ini hanya luka kecil."


"Bagaimana bisa hanya luka kecil? Lihat, sudut bibir mu mengerluarkan darah dan juga banyak memar diwajah tampan mu ini!" Histeris Mauren yang tidak lupa kalimat kebanggaan yang juga dia berikan pada Matheo.


"Dia Ibu yang sangat jujur, dia tahu bahwa Putranya itu sangat tampan. Eh, apa yang aku pikirkan?" Hellena dengan segera menyingkiran pikiran dia terhadap perkataan Mauren pada Matheo. Dia hanya diam saja sambil melihat interaksi antara Anak dan Ibu itu.


"Aku benar-benar tidak apa mom, ini hanya luka kecil dan perlu sedikit diobat saja." Kata Matheo mencoba menenangkan Muaren, agar tidak perlu khawatir pada keadaanya sekarang.


Hwaccuh


Suara bersin Hellena mengalihkan perhatian Matheo dan Mauren, malah keduanya kini sedang menatap kearahnya.


"Sial*n, udara dingin membuat hidungku gatal." Batin Hellena sambil mengosong pelan hidungnya yang sedikit gatal akibat udara malam hari yang dingin ini.


Hellena belum sadar sedang ditatap oleh Matheo dan Mauren, karena posisi Hellena yang sedang menunduk sambil terus menggosok pelan hidungnya. Begitu Hellena mendongkak, baru dia sadar sedang menjadi pusat perhatian.


"Eh?"


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!

__ADS_1


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.


__ADS_2