
setelah Faizah pulang dari sekolahnya,Faizah langsung menyambar kunci motor kesayangannya.tak lupa ia mengganti baju sekolahnya sebelum baju putihnya kotor,ia keluar dari kamarnya setelah memakai Hoodie hadiah dari ayahnya,celana jeans dari brand ternama,rambut blonde yang pendek,dan tak lupa ia membawa ransel yang diisi oleh powerbank,laptop,dan teman-temannya,sungguh terbalik dari sifat dipesantren.
Ia pun segera bergegas ke garasi dan membuka mantel yang menutupi motor kesayangannya,senyum smirk langsung muncul dibibir Faizah untuk kali ini ia mengganti namanya dengan Alexandra Saputri,ia takut jika ia diejek dengan nama yang menurut mereka alim."namanya alim kok perbuatannya gak alim", pertanyaan itu langsung muncul dibenak Faizah tapi ia kini sudah membuang jauh-jauh cibiran dari mahluk *****.
Ia pun langsung menaiki motornya dan tak lupa ia membawa helm, STNK,dan SIM.walaupun ia baru memasuki usia 16 tahun ia sudah memiliki SIM dan STNK,hanya dengan kekuatan uang semuanya bisa diatasi,menurut Faizah uang adalah penghancur segalanya semenjak banyak orang yang berlomba-lomba menjadi kaya dan memecahkan record dunia,disitulah Faizah manangis sekuat-kuatnya karena ia mengingat keluarganya yang sekarang sedang mengurusi diri mereka sendiri,Faizah merasa anak yang paling dibuang PALING DIBUANG dan ANAK YANG KURANG KASIH SAYANG.
***Flashback on
malam ini adalah malam takbiran dan besoknya ia berkumpul dengan keluarganya saling meminta maaf satu sama lain, malam takbiran juga ialah malam yang paling yang ditunggu-tunggu oleh Faizah karena dimalam takbiran papa dan mamanya pulang dari luar negeri sedangkan sang kakak pulang dari pusatnya kota yang penuh dengan kemurkaan.
Faizah sudah menunggunya sampai larut malam lamanya,tetapi mengapa mereka belum sampai juga.Faizah pun langsung menelpon mamanya ia pikir mamanya sedang dibandara, dugaannya salah mamanya tak mengingat anaknya yang sedang menunggu dirumah ia malah liburan di L.A dan menghambur-hamburkan uangnya.
"hey honey,apakah kau mau ikut denganku"
Suara godaan dari pria lain selain papanya membuat Faizah curiga dengan pekerjaan sang mama,tapi ada kenapa mamanya tak menolak ajakan pria lain selain papanya,Faizah semakin frustasi dengan lakukan dengan sang mama,Faizah ke kamarnya dan menangis sekuat-kuatnya tak lupa sebulum ia menangis sekuat-kuatnya ia menutup teleponnya secara sepihak.
"mama ngapa sih harus memuaskan nafsunya ketimbang memikirkan kasih sayang sang anak,MENGAPA MAMA? Oh iya denk dia kan mama ****** yang harus memuaskan nafsunya ketimbang memikirkan anaknya"sekarang Faizah menjadi gila dan gila,ia teriak-teriak sendiri, nangis sendiri,ketawa sendiri,dan mulai manangis lagi,seperti orang yang dalam pengawasan rumah sakit jiwa.
pembantu yang mendengar curhatan sang anak majikan langsung bungkam,bagaimana bisa anak sang majikan yang selalu berkehidupan mewah,selau sabar dalam menghadapi cobaan yang tak sepatutnya dia bebani?.
dan mengetok pintu kamar Faizah,Faizah pun langsung cepat-cepat menghapus air matanya,agar ia tak terlihat kalau ia sedang menangis ia pun langsung membuka pintunya.
"hm...ada apa bu?"tanya Faizah dengan wajah sedihnya yang ia tutupi dan diganti dengan sedikit ceria.
"nak... kamu kalau mau nangis,nangis aja ibu gak akan bilangin ke nyoya kok,"Faizah pun terkejut atas perkataan ibu keduanya.
__ADS_1
baginya pembantu adalah ibu kedua baginya kerena ia telah mengisi hari-hari sepinya,Faizah pun menangis sekuat-kuatnya dipelukkan sang ibu kedua,sebelum itu mengajak pembantunya untuk masuk dan menangis sekuat-kuatnya tenaganya sampai tertidur pulas, mbok Jihan pun meninggalkan Faizah yang tertidur pulas.
Flashback off***
suara dering di hp-nya membuat Faizah berhenti berkhayal tentang masa lalunya,untung saja bukan nyokapnya kalau nyokapnya pasti ia akan disuruh sekolah di Inggris dan membuat hidupnya lebih terpuruk.
dering teleponnya berbunyi, membuat Faizah terpaksa menghentikan lamunan dengan masa lalunya sejenak.ia pun menarik napasnya dan membuangnya secara perlahan dan melupakan masa lalunya yang kelam,Faizah pun mencari telepon genggamnya.
"assalamualaikum ini siapa ya?"tanya singkat Faizah.
"Izah! lo lagi sibuk gak? dirumah gue gak ada siapa-siapa nih,kesini ya gue takut kalau sendirian dirumah,mana pembantu cuma sampe tengah hari lagi,terus aku mau keluar rumah malahan disuruh pulang sama satpam sialan,kesini ya Faizah?"cerocos Sarah seakan-akan ia tidak mau berbagi dengan Faizah untuk mengomong.
sedangkan di dalam batin Faizah darimana dia mendapatkan nomernya?untuk mengetahui latar belakang keluarganya saja belum sempat,apalagi membagi nomer telponnya. jangan-jangan Sarah membajak hpnya disaat di sedang direhabilitasi di UKS. tapi Faizah bingung,disaat dia direhabilitasi di UKS hpnya dititipkan oleh guru BK dan tau sendirilah lanjutannya,Faizah pun segera membuang pemikiran yang curiga, kecurigaan hanya membuatnya berdosa dan mengkhianati sang tuhan penjaga alam.
"Wkwkwk"kekeh Faizah,Sarah pun kesal dengan jawaban dari Faizah,panjang lebar ia ngomong dengan serius malahan dijawab dengan candaan dasar kaum +62.
"Ihhh,Faizah mah jawabnya kayak gitu"gerutu Sarah.
"Siap komandan"
Faizah pun menyelipkan telepon genggamnya disaku celana yang cukup untuk menaruh hpnya.dia pun memanaskan mesin dan langsung menuju rumah Sarah, yang tak cukup jauh dari rumahnya hanya berkisar 5 KM.
🐾skip🐾
Panas hari yang terik langsung menusuk tubuh Faizah yang sedang berkendara,hari ini cukup macet padahal tadi saat pulang sekolah jalannya ramai lancar.taoo ia menghiraukannya dan memilih untuk melewati jalan alternatif,tak cukup lama ia telah sampai didepan rumah Sarah.
sepi,itulah deskripsi dari rumah yang ditepati oleh Sarah.mengapa rumah Sarah menjadi sepi?bukannya tadi ramai dan banyak orang?, pertanyaan itu muncul dibenak Faizah yang terheran-heran dengan kondisi rumah Sarah.ia pun membuang jauh pertanyaan itu dan sekarang ia harus meminta izin kepada satpam yang sedang dengerin lagu diposnya.
__ADS_1
"permisi pak..."
"iya ada apa dek?"tanya satpam itu.
"saya ingin ketemu sama Sarah,Sarahnya ada gak pak?"tanya Faizah dengan sopan
"ada kok,nona sudah ada janjian dengan nona Sarah?"tanya balik satpam itu.
"sudah kok"
satpam itupun mengangguk kepalanya dan membuka gerbang.Faizah pun menuntun Motornya,tanpa menghidupkan deru mesinnya.setelah sampai didepan pintu rumah Sarah,Faizah pun memencet bel.tak lama kemudian keluarlah Sarah dan langsung memeluk tubuhku.
"izahh!"teriak Sarah yang kegirangan.sementara dipikiranku kenapa orang ini menjadi tidak waras,apakah obat yang ia konsumsi habis seketika?.aku pun segera mengecek suhu badan dijidatnya.
"oh panas pantesan"
"lo ngapain sih megang jidat gue? mending lo ikut gue masuk daripada diluar,"Sarah pun langsung menarik tangan aku dengan keras, sehingga membuat pergelangan tanganku memerah.
🐾skip🐾
gue kira rumah ini sama seperti dengan perumahan lainnya,ternyata dugaanku salah rumah ini sangatlah kreatif.rak buku yang terbuat dari barang daur ulang,tangga kayu jati yang tak terbuat dari semen, dibelakang terdapat sayuran disusun vertikal,kaca pintu yang transparan sehingga membuat cahaya masuk keruangan keluarga,dan lainnya.
sedangkan dikamar Sarah sendiri terdapat foto boyband Korea BTS,mulai dari rak-nya,seprei-nya,bahkan dindingnya.
"tumben lo pinter, biasanya otak lo cetek,"ujar Faizah yang meledek Sarah.
__ADS_1
"ye jangan diremehkan otak gue, walaupun gue lemah dalam pelajaran,tapi gue pinter dalam menghias kamar,"bangga Sarah.
mereka pun mengobrol tentang sifat satu-satu teman sekelasnya,tentang biodata sang supir pribadi ganteng yang dijanjikan oleh Faizah,dan lainnya sampai waktu menjelang malam.Faizah pun pulang dari rumah Sarah,tujuan kali ini bukan dengan rumahnya, melainkan tempat dimana ia menghabiskan waktu malamnya,bersama orang-orang yang lain,disana mereka memacu kendaraan mereka dengan kecepatan tinggi,tak tanggung-tanggung hadiah yang bisa mereka bawa berupa motor yang dikendarai oleh sang lawan,apalagi kali bukan tempat balapan liar.