
..."Belajarlah terbiasa untuk tidak di ajak, tidak di undang, ditinggalkan, diabaikan, atau tidak dipertimbangkan sama sekali orang orang lain. Damaikan dirimu sendiri tanpa tergantung kepada keperdulian orang lain."...
..._Unknown...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
17. Megan Kylie Dalton
Saat sedang asik berbicara, tiba-tiba dari arah belakang ketiganya terdengar suatu kehebohan dan mungkin sebuah teriakan juga.
"Kakak!!"
Teriakan melengking itu membuat Hellena dan kedua temannya berhenti, lalu menenggok kearah belakang.
Disana terdapat seorang yang mungkin dikenali oleh Hellena dan Lucas.
"Apa?"
Ketiganya masih terdiam dengan keterkejutan mereka, sehingga tanpa sadar bahwa sekarang mereka sudah menjadi pusat perhatian orang-orang disekitarnya.
Sedangkan orang yang membuat teriakan tersebut semakin mendekat kearah ketiganya, dan sekarang berdiri tepat didepan mereka bertiga.
"Kakak," seru orang tersebut yang entah terarah kepada siapa.
Yang membuat Hellena dan kedua temannya kini mulai tersadar dari rasa keterkejutan mereka, lalu menatap orang tersebut dengan wajah penuh tanya.
"Sedang apa kamu disini?"
"Aku bersekolah disini juga, Kak."
"Apa?" Teriakan Lucas sangat lah nyaring sehingga membuat orang disekitarnya harus menutup telinga sejenak, "bagaimana bisa kamu bersekolah disini juga?"
Tentu saja Lucas merasa heran dengan kehadiran orang yang berada didepannya ini, apa benar dia bersekolah disini?
Orang tersebut tidak pernah terlihat sebelumnya dilingkungan sekolah selama Lucas bersekolah disini.
"Aku baru saja pindah sekolah kesini," jawab orang itu dengan jujur.
'Oh, jadi ini murid baru yang menjadi berita penggosipan hari ini' mungkin itu yang ada dipikiran semua orang begitu orang tersebut mengatakan hal itu.
"Dia siapa?" Gracia yang memang dari tadi diam saja, kini mulai bersuara. Dia rasa orang tersebut mengenal Hellena dan Lucas sehingga berani menghampiri dan mengobrol dengan mereka berdua.
"Tidak tahu," secara bersamaan Hellena maupun Lucas menjawab. Karena pada dasarnya mereka berdua memang tidak mengenal orang yang pernah mereka tolong tempo hari itu.
"Tapi dia-"
__ADS_1
"Kita jelaskan nanti, ayo kita pergi ke kantin terlebih dahulu!" Hellena memotong perkataan Gracia yang belum selesai, tempatnya tidak tepat untuk menjelaskan semuanya.
Apalagi sekarang mereka sedang berada dikolidor dan dikerumuni banyak orang.
"Ya, kita bicara disana saja."
Ketiganya hendak melangkah, namun sebuah suara kembali mengehentikan langkah tersebut. "Bolehkan, aku ikut juga?"
"Ya, kamu bisa ikut kami." Kata Hellena yang memang tidak bisa untuk meninggalkan orang asing tersebut sendirian dikerumunan.
Akhirnya kini Hellena dan kedua temannya bertambah dengan orang tersebut berjalan dengan cepat menuju kantin. Mereka sangat tidak nyaman berada dalam kerumunan banyak orang dan menjadi pusat perhatian.
Begitu sampai kantin, mereka berempat mulai berjajar mengikuti barisan orang yang sudah ada. Ya, sekolah tersebut juga sudah memberikan makan siang untuk para murid yang bersekolah disana.
Sehingga tidak perlu lagi membeli, atau bahkan membawa bekal dari rumah.
"Ikuti yang kami lakukan," perintah Hellena pada orang itu yang langsung dibalas dengan anggukan kecil. "Iya, Kak."
Keempatnya mulai berbaris dan berjalan perlahan, tanpa berkata apapun. Tidak lupa tangan mereka yang memegang sebuah nampan yang nantinya akan diisi oleh makanan.
Sedikit membutuhkan waktu untuk hal itu, tapi mereka juga sudah terbiasa akan hal tersebut. Selain itu mengantri dengan tertib sudah menjadi aturan yang wajib ditaati oleh semua murid disekolah tersebut.
Setelah mendapatkan makanan mereka masing-masing, keempatnya mulai berjalan dan duduk dimeja yang kosong. Selain itu, tanpa sadar mereka terus saja menjadi pusat perhatian orang-orang karena kehadiran orang asing yang baru saja mereka lihat.
"Jadi, sekarang bisa dijelaskan?" Tanya Gracia begitu mereka sudah duduk.
Gracia pun kini menggerti, dan kini memusatkan perhatiannya pada orang asing yang berstatus sebagai murid baru itu. "Lalu, siapa nama mu?"
"Nama ku Megan, Kak."
"Katanya kamu anak pemilik sekolah, benarkah itu?" Penasaran Lucas dengan kebenaran berita yang digosipkan pagi hari tadi.
Megan langsung mengangguk singkat, "iya."
"Kamu, siapanya keluarga Dalton?" Gracia pun jadi ikut penasaran dengan Megan karena sebelumnya belum pernah melihat wajah Megan berseliweran dikeluarga Dalton.
Tentu saja Gracia akan tahu karena tidak jarang dirinya harus ikut dalam mengahadiri acara bisnis kedua orang tuanya. Sudah dikatakan bukan, jika Gracia berasal dari salah satu jajaran orang kaya yang berada di San Francisco.
"Aku anak bungsunya, Megan Kylie Dalton." Kata Megan sambil menyebutkan nama lengkapnya.
Ya, Megan Kylie Dalton. Anak kedua atau terakhir dari pasangan suami-istri Carlos dan juga Mauren. Serta merupakan adik kandung satu-satunya dari Matheo.
"Sebelumnya kamu bersekolah dimana?"
"New York," jawab singkat Megan.
"Lalu, kenapa pindah kesini?"
"Hanya ingin saja, lagian keluarga ku ada disini juga kan?"
__ADS_1
"Memang disana kamu bersama siapa?"
"Kakek dan Nenek."
Gracia pun kembali mengangguk tanda mengerti dan merasa puas dengan apa yang menjadi rasa penasarannya.
Hanya Megan dan Gracia saja yang saling mengobrol, sedangkan Hellena san Lucas malah fokus pada makanan mereka masing-masing. Keduanya memilih menjadi pendengar yang baik dari percakapan tersebut.
"Jadi, karena itu juga kamu sendirian di mini market dan tidak tahu jalan pulang?" Lucas yang memang hanya diam saja, tapi ikut mendengarkan kini mulai paham dan menyimpulkan kejadian waktu itu.
Dimana dia dan Hellena yang menemukan Megan sendirian di mini market tengah malam, lalu tidak tahu jalan pulang juga. Hal itu kemungkinan terjadi karena Megan yang baru saja pindah dari New York ke San Francisco.
"Ya, benar sekali. Ouh ya, terimakasih karena sudah mau menolong dan menemaniku waktu itu." Kata Megan sambil menatap Lucas dan Hellena bergantian.
"Bukan masalah, kita memang harus saling tolong menolong kan?"
Semua orang menyetujui apa yang dikatakan oleh Lucas, sebagai manusia kita adalah makhluk sosial yang tidak akan bisa hidup sendirian tanpa bantuan orang lain.
"Bolehkan kita saling berkenalan? Kalian sudah tau nama ku, jadi siapa nama kalian?" Megan begitu antusias ketikan mengatakan hal tersebut, dia sangat bahagia karena dapat bertemu dengan orang baik disekolah barunya ini.
Jika boleh jujur, Megan begitu sangat bahagia ketika pertama kali melihat Hellena dan Lucas dari kejauhan. Orang asing yang pernah dia temui, dan mungkin saja bisa menemani dirinya ditempat baru ini.
"Nama ku Gracia Jovanca, kamu bisa memanggil ku Grac seperti yang lainnya." Kata Gracia sambil tersemyum dan berjaba tangan dengan Megan.
"Lucas," singkat Lucas yang dimana mulutnya masih saja aktif mengunyah makanan.
Sedangkan Megan kini menatap kearah Hellena yang dari tadi diam saja, seolah tidak begitu tertarik dengan obrolan mereka.
Tapi Megan akui, jika Hellena terlihat lebih dewasa dari ketiganya, Lucas dan Gracia. Dari awal, terlihat Hellena begitu memperhatikan dan juga memberi tahu apa yang harus Megan lakukan.
"Kalau Kakak, siapa nama Kakak?" Tanya Megan sambil menatap Hellena yang tepat berada didepannya.
"El," Lucas dengan sengaja menyenggol tangan Hellena yang berada disampingnya. Seolah memberi tahu, jika Megan bertanya padanya.
Hellena yang dari tadi diam dan fokus pada makanannya, kini mulai menganngkat sedikit wajahnya. "Hellena," singkat Hellena sambil menatap lurus tepat pada kedua mata Megan.
Deg
Entah mengapa, Megan merasa aneh dengan tatapan yang Hellena berikan. Ada sebuah rasa aneh yang tidak bisa dijelaskan oleh dirinya.
To Be Continue
Haiiii👋👋👋
Author yang baik ini kembali menyapa.
Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!
Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.
__ADS_1