Our World Is Different

Our World Is Different
CHAPTER 32


__ADS_3

..."Jangan terlalu membenci seseorang walupun dia melakukan kesalahan, bagaimanapun dia tetaplah manusia."...


..._Moonbin...


...Happy Reading Semua...


.......


.......


32. Bertemu Kembali


Selepas pulang sekolah tentunya Hellena langsung menghubungi Miller untuk bekerja sama dengan salah satu keluarga Dalton tersebut.


Dan ternyata Miller sendiri yang akan mengantarkannya menuju perusahaan Dalton Colection.


Kini Hellena menunggu disalah satu jalan yang sangat sepi, tentunya sudah lengkap dengan pakaian seperti biasa yang dia gunakan ketika sedang bekerja sebagai peretas.


Black Fire. Nama yang dia gunakan ketika sedang bekerja di dunia Mafia sebagai seorang peretas.


Setelah beberapa menit menunggu, sebuah mobil yang Hellena kenali berhenti tepat didepannya. Dan tanpa menunggu lagi, Hellena langsung masuk kedalam mobil tersebut, lebih tepatnya duduk tepat disamping kemudi.


Mobil tersebut pun mulai melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan jalan sepi itu, agar tidak ada yang tau keberadaan mereka.


"Kamu menunggu lama?" Tanya Miller begitu Hellena sudah masuk ke dalam mobilnya.


"Tidak, aku baru sampai juga." Jawab Hellena dengan pandangan lurus kedepan, tanpa melihat sedikit pun kearah Miller.


Pikirannya menerawang kepada hal yang akan dia lakukan sekarang, dimana ini adalah pertama kalinya dia bekerja sama dengan orang lain selain The Black Dream.


Ada sedikit keraguan dalam dirinya karena takut ada suatu hal yang tidak diinginkan terjadi, yang mungkin saja tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.


Tapi jika mundur sekarang pun tidak bisa, dia tidak bisa melanggar janji yang sudah dia buat dan sepakati. Lagian ini juga menyangkut keluarga Dalton, dimana Megan berada didalamnya.


Selain itu juga, Hellena sendiri bersekolah dimana sekolah tersebut merupakan kepunyaan keluarga Dalton.


Sekolah yang secara keseluruhan memberikannya beasiswa penuh selama bersekolah disana, bagi para murid-murid yang berprestasi tentunya.


Jadi, sekaranga anggap saja Hellena sedang membalas budi secara tidak langsung dengan membantu perusahaan Dalton.


Meskipun Hellena sendiri belum tau masalah seperti apa yang dihadapi perusahaan Dalton tersebut, tapi dia juga yakin ini bukan suatu hal yang sederhana karena dengan nekat untuk pertama kalinya keluarga Dalton menggunakan jasa peretas.

__ADS_1


Hellena menatap kesamping, dimana ada Miller yang sedang fokus menyetir. "Apa permasalahannya begitu serius? Sehingga perusahaan Dalton membutuhkan seorang peretas?"


Tentunya sebelum bekerja, Hellena harus tahu dulu permasalahn yang sebenarnya terjadi. Dengan itu dia juga bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu apa yang akan dia lakukan dan kerjakan nantinya.


"Ya, sangat serius. Perusahaan Dalton mengalami kebocoran data perusahaan, jika ini dibiarkan bisa-bisa semua data mereka diambil. Selain membuat kerugian yang begitu besar, kemungkinan terburuk adalah perusahaan Dalton yang akan mengalami gulung tikar."


Miller bisa tahu hal tersebut karena memang Matheo sendiri yang menceritakan masalah tersebut, dan sesama pebisnis pun Miller paham seberapa besar masalah yang sedang Dalton Colection alami sekarang.


Hellena pun mengangguk paham setelah Miller selesai bicara, pasti perusahaan Dalton sedang mengalami kekacauan sekarang.


"Berhati-hati lah Eddyln, jangan sampai ada orang yang mengetahui dan mengenal dirimu!" Pesan Miller untuk kesekian kalinya pada Hellena, dia juga sangat mengahawatirkan keadaannya. Selain itu, dia juga merasa harus bertanggung jawab karena pekerjaan tersebut adalah tawaran darinya.


"Pasti Kak, aku akan berhati-hati disana. Mereka juga sudah menyiapkan semuanya bukan?"


"Tentu saja, aku sudah memberi tahu dia dari semalam. Apa saja yang harus dilakukan begitu kamu sampai dan saat bekerja nantinya."


"Kalau begitu, sepertinya tidak ada yang harus dikhawatirkan lagi."


"Ya, ku rasa tidak."


Tidak ada lagi pembicaraan setelah itu, mereka berdua memilih diam dengan pemikirannya masing-masing. Keduanya memilih fokus melihat kedepan jalan yang dimana banyak kendaraan lain yang juga sedang melaju.


Butuh sekitar 30 menit untuk sampai di perusahaan Dalton Colection, dengan segera Miller membawa mobilnya menuju Basement yang sudah disediakan oleh Matheo.


Oleh karena itu juga, Matheo menyiapkan tempat tersebut untuk menyambut Miller dan Hellena. Yang dimana sekarang Hellena sedang menyamar menjadi Black Fire, seorang peretas yang sangat dikagumi dan di incar banyak orang.


Begitu mobil yang ditumpangi Miller dan Hellena mendekati pintu Basement, sudah dapat dilihat jika ada Matheo dan Orion disana menyambut kedatangan mereka berdua.


Tid tid


Miller sengaja menghidupkan klakson mobilnya, seolah menyapa Matheo dan Orion disana. Sedangkan Matheo dan Orion sendiri hanya mengangguk singkat, lalu dengan segera menutup pintu gerbang Basement dengan cepat.


Brakk


Suara pintu gerbang tersebut tertutup dengan cepat, sehingga menimbulkan suara yang cukup keras.


Begitu mobil Miller sudah terparkir dengan benar dan sempurna, keduanya turun tentunya dengan membawa peralatan yang sudah Hellena bawa juga dari rumahnya.


Keduanya menghampiri Matheo dan juga Orion. Dari situ juga, Hellena bisa dengan jelas melihat wajah kedua pria itu.


"Si*lan, dia ternyata." Batin Hellena begitu matanya tidak sengaja bertubrukan dengan mata biru milik Matheo.

__ADS_1


Tentunya setelah yang ketiga kalinya bertemu, Hellena sudah mengenal pemilik mata biru tersebut.


Ketiga kalinya, ya ketiga kalinya.


Pertemuan pertama mereka adalah ketika identitas Hellena sebagai Black Fire, dimana dia yang secara tidak sengaja bertubrukan dengan Matheo akibat menghindari kejaran musuhnya.


Disaat keadaan sedang hujan saat itu membuat keduanya malah menjadi basah kuyub, tentunya membuat Matheo terus mengomel padanya.


Pertemuan kedua mereka adalah saat di mini market waktu itu, dimana Hellena yang tentunya menggunakan identitas asli hidupnya.


Dan disaat itu juga Matheo kembali mengomel padanya karena mengira dia yang hendak membeli rokok, padahal nyatanya tidak. Maybe.


Dari pertemuan tersebut, dapat Hellena simpulkan jikq Matheo adalah orang yang begitu suka mengomel. Dia tidak suka itu, terlalu perduli pada setiap hal kecil hidup orang lain.


Tentunya pertemuan ketiga mereka adalah ketika dimana Hellena dan Lucas yang hendak menolong Megan, adik dari Matheo sendiri.


"Mengapa juga aku tidak terpikirkan sampai sana?" Hellena kembali bergelut dengan pikirannya, dia lupa jika Matheo merupakan Kakak Megan yang kemungkinan besar orang yang mengelola perusahaan Dalton Cilection.


Deg


Sama halnya dengan yang Hellena rasakan, Matheo sendiri merasa dejavu begitu melihat mata hijau Hellena yang menatap lurus juga datar padanya.


Matheo mulai mengingat dimana dia pernah bertemu dengan mata yang sama persis seperti itu.


Terlalu sibuk dengan pikirannya, Matheo tidak sadar jika Miller sedang berbicara padanya. "Hei! Matheo!" Miller dan Orion secara bersamaan berteriak memanggil Matheo, membuatnya tersadar kembali.


"Ah-ya," seketika Matheo seperti orang yang sedang linlung sendiri, dan menatap keduanya dengan pandangan bertanya.


"Kau sedang memikirkan apa? Sampai bengong begitu?" Miller maupun Orion tahu bahwa Matheo langsung terdiam begitu melihat Hellena, apalagi langsung melamun setelah itu.


"Tidak ada, ayo kita segera masuk!"


Matheo lebih memilih untuk segera membawa tamunya masuk, dibanding harus membahas hal memalukan dirinya yang tampak tidak sadar melamun sambil terus menatap Hellena.


Tanpa banyak bicara lagi, mereka semua mulai berjalan dengan cepat masuk kedalam dipimpin oleh Matheo dan disusul yang lainnya.


To Be Continue


Haiiii👋👋👋


Author yang baik ini kembali menyapa.

__ADS_1


Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!


Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.


__ADS_2