
..."Lebih mudah membodohi orang, daripada menyakinkan mereka bahwa mereka telah dibohongi."...
..._Mark Twain...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
31. Mengatakan Suatu Hal Penting
Pagi hari kembali menyapa semua orang, seperti biasa juga mereka kembali malakukan rutinitas pagi mereka.
Cuaca hari ini pun sangat cerah, dan mendukung untuk melakukan aktivitas banyak di luar rumah.
Sama halnya dengan Hellena yang harus kembali pergi ke sekolah dipagi hari, menjalankan semua rangkaian aktivitas murid pada umumnya.
Berangkat-jam istirahat-pulang.
Itu adalah hal yang rutin dan sangat umum dilakukan setiap hari disekolah, selain itu tentunya banyak pelajaran bahkan hal baru yang dipelajari disekolah.
Hellena yang kini berbeda dari sebelumnya, karena beberapa hari terakhir ini dia tidak hanya diikuti oleh 2 orang temannya, tapi juga orang baru yang mungkin sedang merangkap menjadi temannya juga.
Setelah beberapa hari bersama, sifat asli Megan mulai terlihat. Dimana sifat Megan tidak jauh berbeda dengan Gracia dan juga Lucas. Hal itu juga yang menjadi beban untuk Hellena.
Seorang yang bisa dibilang Introvert, malah bersahabat dengan 3 orang Ekstrovert.
Sungguh perbandingan yang tidak seimbang, selain itu Hellena juga selalu menjadi penegah jika diantara ketiganya ada yang bertengkar.
Tidak ada yang berani berulah lagi ketika Hellena sudah bertindak dan berbicara.
Hellena itu baik, tapi kadang juga kejam. Itu yang ada dipikiran ketiga temannya.
Seperti saat ini juga, dimana Lucas dan Megan saling berebut tempat duduk. Dimana keduanya sama-sama ingin duduk disamping Hellena.
"Kak Lucas mengalah lah, aku ingin duduk disamping Kak El." Kata Megan sambil mendorong tubuh tinggi Lucas agar tidak duduk dikursi tersebut.
Namun Lucas pun tidak bergeser sedikit pun, dia tetap kekeh ingin duduk ditempat biasanya. Yaitu, disamping Hellena.
Ya, posisi mereka sudah terbentuk sejak lama. Dimana Hellena duduk berdampingan dengan Lucas, dan Gracia akan duduk sendirian didepan mereka.
Namun ketika ada Megan, kini Gracia memiliki teman duduk juga. Hellena-Lucas dan Gracia-Megan.
Tapi, entah apa yang terjadi sekarang. Karena secara tiba-tina Megan meminta agar Lucas menukar tempat duduknya.
__ADS_1
"Tidak mau, kau duduk saja ditempat biasa mu!" Tolak Lucas tidak mau mengalah sedikit pun, dia sungguh sudah terbiasa duduk di tempat duduk tersebut dimana tepat disamping Hellena.
Tentunya perdebatan Megan dan Lucas menjadi pusat perhatian para orang-orang dikantin karena memang mereka semua sedang memasuki jam istirahat.
Sedangkan Hellena memilih acuh dan lebih memilih langsung memakan makannya, tanpa menghiraukan mereka berdua.
Untuk Gracia sendiri dia malah ikut asik menonton berdepatan tersebut, dan menunggi waktu dimana keduanya akan dimarahi oleh Hellena.
Hellena sudah seperti Ibu saja bagi mereka.
"Ada yang ingin aku katakan pada Kak El, jadi Kak Lucas menyingkirlah."
"Tidak mau!"
Brakk
Suara keras itu menghentikan perdebatan mereka, mereka berdua langsung melihat kearah Hellena. Ya, Hellena orang yang menimbulkan suara tersebut.
"Kenapa kalian diam? Sudah selesai berdebatnya?" Tanya Hellena dengan nada dan raut wajah yang biasa saja.
Namun hal itu malah disalah artikan oleh Lucas dan Megan, mereka berdua diam tidak menjawab pertanyaan yang Hellena berikan.
Hellena dibuat bingung dengan Lucas dan Megan yang diam dan terus menatapnya. "Kenapa kalian menatap ku? Segera lah duduk dan habiskan makanan kalian!"
Mereka berdua pun dengan sedikit tergesa kembali duduk ditempat semula, dimana Lucas duduk tepat disamping Hellena dan Megan duduk tepat didepan Hellena.
Dalam diam sambil menikmati makanannya Hellena berpikir, "apakah mereka berpikir aku sedang marah tadi? Hey, itu adalah suatu hal yang tidak sengaja terjadi." Monolog Hellena dalam hatinya.
Yang Hellena maksud adalah suara gebrakan tadi, itu suatu hal yang benar-benar tidak sengaja terjadi. Dimana Hellena yang hendak mengambil botol minum miliknya, malah terlepas begitu saja dengan keras keatas meja karena tangan Hellena yang sedikit licin sebab berkeringat.
Hellena tidak sengaja menbanting botol minumnya, sehingga menimbulkan suara yang cukup keras.
Dari merasa bersalah, Hellena pun mencoba mencairkan suasana tersebut. "Tadi kamu bilang ada yang ingin kamu katakan pada ku, apa itu?" Hellena menatap lurus pada Megan, yang dimana bermaksud pertanyaan itu tertuju untuk Megan.
"Ah-itu," Megan sendiri jadi ragu untuk mengatakan hal yang ingin dia katakan pada Hellena karena takut Hellena semakin marah.
Namun pada nyatanya, suasana Hellena sedang baik sekarang. Entah apa yang terjadi pada diri Hellena sehingga bisa setenang ini, yang pasti dia tidak ingin merasa marah untuk hari ini.
Padahal jadwal kegiatan Hellena hari ini pun sama padatnya dengan hari sebelum-sebelumnya, yang dimana terkadang Hellena selalu mengeluh lelah untuk itu.
"Katakan saja," ucap Hellena yang melihat keraguan dalam diri Megan. Dia tahu, Megan mungkin tidak tahu dan bingung untuk menyampaikan perkataannya.
"Apakah Kak El, mengenal Kakak ku?" Tanya Megan dengan hati-hati.
Kening Hellena tampak mengerut, tidak paham dengan yang Megan tanyakan. Sejak kapan dia mengenal Kakaknya Megan? Bahkan dia mengenal Megan pun baru kali ini.
__ADS_1
"Tidak," jawab singkat dan jujur oleh Hellena.
"Masa tidak kenal sih? Itu loh Kak Theo, Kak El kenal kan?"
"Theo? Bahkan aku sendiri baru mendengar nama tersebut, jadi bagaimana bisa kita saling mengenal?"
"Tapi, waktu itu Kak Theo langsung mengenali Kak El."
Hellena tambah bingung dan tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Megan, dia berpikir kapan hal itu terjadi?
"Kapan? Dimana?" Tanya Hellena penuh kebingungan.
Sedangkan Lucas dan Gracia sangat penasaran dengan hal itu. Sebuah berita baru karena ternyata Hellena mengenal seorang laki-laki diluar sana, apalagi oranv tersebut berasal dari keluarga Dalton.
"Waktu di mini market waktu itu, ingat tidak? Waktu pertama kali kita bertemu," ucap Megan yang mencoba mengingatkan Hellena pada kejadian waktu itu.
Dan seketika kedua mata Hellena membulat sempurna, ketika ingat dan paham apa yang Megan maksud. "Jadi, pria itu Kakak mu?"
"Ya, dia Kakak ku. Kak Theo," senyum Megan mengembang menambah kadar cantik pada dirinya itu ketika Hellena mulai paham orang yang dia maksud.
"Ouh itu, kita tidak sengaja bertemu di mini market." Kata Hellena yang tidak menjelaskan kejadian secara rinci, karena dia yakin jika Megan juga pasti sudah menanyakan hal tersebut pada Kakaknya itu.
"Jadi, apakah yang dikatakan oleh Kakak ku benar?"
"Ya, mungkin saja."
"Tuhkan, sudah aku bilang bahwa Kak El tidak mungkin melakukan hal itu. Kak Theo memang suka sedikit keliru," Megan pikir bahwa yang dikatakan Matheo itu keliru.
Dimana Matheo mengatakan bahwa Hellena hendak membeli rokok, tentu saja itu suatu kekeliruan karena Megan sendiri sudah tau bagaimana sifat Hellena yang sebenarnya sekarang.
"Kenapa tiba-tiba menanyakan hal itu?"
"Sebenarnya aku ingin bertanya sejak lama, tapi aku selalu lupa." Cengir Megan disertai dia yang sedikit mengharuk kepalanya yang tidak gatal sedikit pun.
"Sebenarnya, kalian sedang membicaraka apa sih?" Gracia benar-benar orang yang selalu tertinggal informasi untuk beberapa waktu. Sehingga, sekarang tidak paham dengan apa yang sedang dibicarakan oleh Hellena dan Megan.
Hellena tanpa repot-repot harus menjelaskan hal tersebut pada Gracia, karena Megan terlebih dahulu sudah bercerita panjang lebar dan begitu hebohnya untuk menjawab pertanyaan Gracia.
To Be Continue
Haiiii👋👋👋
Author yang baik ini kembali menyapa.
Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!
__ADS_1
Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.