
..."Jika orang yang kamu sakita masih bersikap baik kepadamu, itu bukan berarti dia bodoh tapi level moral yang dia miliki sudah diatas mu."...
..._Riko Pratama...
...Happy Reading Semua...
.......
.......
48. Bertemu Untuk yang Kesekian Kalinya
Hari weekend sudah usai, kini kembali pada hari-hari yang padat dengan pekerjaan serta aktivitas lainnya. Sama halnya Hellena yang harus kembali bersekolah.
Karena menginap di kediaman Jovanca membuat Hellena berangkat sekolah bersama Gracia, selain itu dia juga memakai seragam lain yang Gracia miliki.
Bahkan peralatan sekolah yang lainnya pun menggunakan kepunyaan Gracia, karena Hellena yang tidak mempersiapkan apapun sebab tadinya dia tidak ada niatan untuk menginap.
Begitu sampai di sekolah, mereka berdua segera menuju kelas karena waktu bel masuk hanya tinggal beberapa menit lagi.
Saat sampai dikelas tentunya sudah banyak teman mereka yang datang dan juga menunggu waktu belajar dimulai. Namun ada hal lainnya yang sedang dicari keduanya, teman mereka yang satunya lagi.
Lucas. Tidak ada tanda-tanda bahkan batang hidung dari temannya itu, diantara gelombolan teman-teman sekelasnya. Tentunya hal itu membuat Hellena dan Gracia bingung.
"Kemana Lucas?" Tanya Hellena yang sudah duduk dibangku miliknya, serta menatap kearah belakang dimana ada Gracia dan juga bangku Lucas yang tampak kosong.
"Kalau kamu tanya aku, terus aku tanya siapa? Kita kan bareng dari tadi," benar apa yang dikatakan oleh Gracia. Tentunya Gracia tidak akan bisa menjawab pertanyaan Hellena karena keduanya selalu bersama-sama sejak kemarin.
"Apa mungkin dia terlambat datang?"
"Bisa saja, mungkin dia terlambat pergi ke sekolah karena tidak berangkat bersama mu."
Hanya itu praduga yang Hellena dan Gracia pikiran sekarang. Mereka berdua mencoba untuk berpikir positif saja.
Tidak lama dari itu jam masuk berbunyi, bahkan Guru pengajar pun sudah mulai memasuki kelas dan siap untuk memberikan materi pelajaran.
"El, dimana Lucas?" Tanya salah satu teman kelas Hellena, dia bertanya sambil berbisik pelan pada Hellena karena takut Guru yang sudah ada dikelasnya mendengar percakapan tersebut.
Tentunya temannya itu bertanya pada Hellena karena Hellena sahabat dan juga tetangga Lucas. Sekaligus Lucas yang sampai sekarang belum sampai dikelas.
Hellena menggeleng pelan, "tidak tahu." Jawab Hellena dengan singkat serta pelan juga.
__ADS_1
"Hei! Bagaimana kamu ini? Bukannya kamu teman dekat sekaligus tetangganya, kenapa tidak tahu dia kemana?" Tanpa disadari temannya itu malah sedikit berteriak saat mengatakan itu, yang membuat semua seisi kelas menatap kearah temannya itu.
Termasuk Guru yang sudah ada, "kamu kenapa berteriak?" Tegur Guru tersebut yang membuat salah satu muridnya itu kini tampak gugup.
"Ahk-itu Miss, saya hanya sedang bertanya pada Hellena kemana Lucas karena sampai sekarang belum datang juga."
"Ouh Lucas, dia memang tidak akan datang karena sakit. Tadi pagi Walinya sudah menelpon dan memberi tahu pada Miss."
Jawaban dari Guru tersebut menjawab semua rasa penasaran seiri kelas, termasuk Hellena dan Gracia tentunya.
Setelah mengatakan hal tersebut, kelas pembelajaran pun dimulai. Tentunya keadaan kelas hari ini sedikit sepi karena teman gosip kelas mereka tidak ada karena sakit.
***
Kini waktu pulang sekolah pun tiba, dengan terpaksa kini Hellena harua pulang kerumahnya sendirian akibat Lucas yang tidak masuk sekolah.
Awalnya Gracia akan mengantarkan Hellena pulang sekaligus untuk menjenguk keadaan Lucas juga. Namun secara tiba-tiba Gracia mendapatkan telpon dari rumahnya bahwa ada urusan mendadak, sehingga mengurungkan niatan tersebut.
Terlihat Hellena yang berdiri dengan banyak murid lain yang juga sedang menunggu kendaaraan umum tersebut, namun sebelum itu sebuah mobil yang dia kenali berhenti tepat didepannya.
Lalu salah satu kaca mobil tersebut terbuka, memperlihatkan orang yang Hellena kenal juga.
"Kak El!" Pekikan tersebut mengundang tatapan banyak orang, tentunya orang-orang yang ada disekitar Hellena berada.
Sayangnya lirihan Hellena mampu didengar oleh Megan sendiri karena jarak mereka berdua yang cukup berdekatan. "Ya, ini aku. Ayo Kak, aku akan mengantar Kakak pulang!" Ajak Megan penuh dengan semangat, tidak lupa senyum mengembang yang menghiasi wajah cantiknya itu.
Tentunya Hellena langsung menolak tawaran Megan, dia tidak mau merepotkan Megan dengan mengantarnya pulang. Ditambah dengan arah rumah mereka yang berlawanan dari sekolah, selain itu Hellena tidak mau mendapatkan gosip jika dia memanfaat kan status Megan dengan mengatar dia pulang.
"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri." Selain alasan tidak mau merepotkan Megan, Hellena juga tidak mau lagi bertemu dengan orang dan mungkin juga sedang mengemudi mobil yang Megan naiki sekarang.
"Kenapa? Sekali ini saja Kak, ayo pulang bersama ku!" Kekeh Megan yang tetap memaksakan agar Hellena mau ikut dan diantar pulang bersamanya.
"Arah rumah ku berlawana, aku tidak ingin merepotkan mu-juga Kakak mu itu." Tentunya Hellena hanya bisa menyelesaikan perkataan terakhirnya didalam hati saja.
"Itu tidak merepotkan, iya kan Kak?" Tampak Megan yang melihat kearah samping nya dimana Kakaknya merada.
Sedangkan Matheo yang ditanya seperti itu hanya berdehem singkat, tanda menyetujui perkataan Adiknya itu meskipun terpaksa.
Matheo secara terpaksa harus menjemput Megan pulang karena sopir yang bisa menjemput Megan tiba-tiba saja sakit. Selain itu dia juga mendapatkan desakan dari Mommy nya, yang membuat dia tidak bisa menolak hal itu.
Namun nyatanya Adiknya ini malah tidak tahu diri, dengan memintanya terlebih dahulu untuk mengantarkan salah satu yang katanya Temannya itu pulang, sebelum nantinya benar-benar pulang kerumah.
__ADS_1
"Tuh kan tidak apa, ayo Kak cepat masuk!"
Karena tidak enak hati dengan terus menolak tawaran Megan, dengan berat hati akhirnya Hellena memilih untuk menerimanya. Lagian selain itu, dia juga tidak ingin membuat Matheo bertambah kesal karena menunggu berdebatan dia dan Megan.
"Baiklah, maaf merepotkan." Setelah mengatakan itu Hellena segera membuka pintu belakang mobil, lalu masuk kedalam mobil tersebut.
Begitu masuk tanpa sadar pandangan Hellena dan Matheo bertemu melalui kaca spion dalam mobil. Untuk kesekian kalinya mereka bertemu, entah itu sengaja maupun secara tidak sengaja bertemu.
Deg
Sedangkan Matheo sedikit terdegun begitu matanya dan mata hijau milik Hellena bertemu. Pandangan datar itu mengingatkan Matheo pada seseorang yang mungkin dia kenali.
"Mata itu sama seperti dia," batin Matheo yang melihat Hellena segera mengalihkan pandangannya.
"Apa dia mulai mengenali ku?" Dalam hati Hellena sekarang sedang ketar-ketir karena takut Matheo mulai mengenalinya sebagai Black Fire.
Ini yang menjadi alasan Hellena ingin menghindari Matheo, karena takut identitas sebagai Black Fire nya akan terbongkar. Matheo sudah melihat matanya sebagai Black Fire, ada kemungkinan jika Matheo akan menduga jika mata yang dia miliki sama.
"Ayo berangkat!" Suara dari Megan memecahkan pemikiran antara Hellena dan Matheo. Dengan segera Matheo pun menjalankan mobilnya meninggalkan sekolah tersebut.
"Kita harus kemana?" Pertanyaan Matheo yang secara tiba-tiba membuat Megan dan Hellena bingung, apalagi Matheo yang entah menunjukan pada siapa pertanyaan itu dituju.
"Kemana apanya?" Tentunya hanya Megan yang berani menjawab pertanyaan Matheo, Hellena tidak akan mau untuk itu.
"Kemana kita akan mengantar dia pulang?" Tanpa menyebutkan nama, Matheo rasa Megan tau siapa yang dia maksud.
"Ouh Kak El. Dimana alamat rumah Kakak?" Sambil menengok kebelakang, Megan bertanya pada Hellena.
"Jalan Neo City, no 2038."
"Bahkan alamatnya hampir berdekatan dengan dia," Matheo kembali hanyut dengan pikirannya sendiri begitu Hellena menyebutkan alamat aslinya itu.
Alamat yang Hellena katakan tidak jauh dari alamat yang Black Fire sebutkan juga.
To Be Continue
Haiiii👋👋👋
Author yang baik ini kembali menyapa.
Makasih buat yang udah baca, kalau ada typo tolong tandai ya. Jangan lupa rutinitas like, vote dan komen. Gratis kok dan gak ribet, jadi yuk langsung like, vote dan komen!
__ADS_1
Semoga suka dengan cerita ini, bay bay see you next part.